Bupati Muda Sebut Esensi Idul Adha Mengurbankan Sifat Kebinatangan Dalam Diri Manusia

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan saat menyerahkan hewan kurban di momen Idul Adha 1440 Hijriah

Serahkan hewan kurban untuk 9 kecamatan se-Kabupaten Kubu Raya

KalbarOnline, Kubu Raya – Peduli, peka dan berpihak kepada masyarakat kecil menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Hal itu ditegaskan Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan seusai melaksanakan Sholat Idul Adha 1440 Hijriah di halaman Kantor Bupati Kubu Raya.

Muda mengatakan, esensi dari perayaan Idul Adha adalah mengurbankan sifat-sifat kebinatangan yang ada di dalam diri manusia. Karena itu, ia menyatakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan fokus pada upaya-upaya memberikan kehidupan yang lebih baik kepada masyarakat.

“Nah, itulah fungsi pemerintah. Jadi diejawantahkan dalam bentuk bagaimana kita mengambil hikmah Iduladha untuk membuat birokrasi Pemerintah daerah menjadi Pemerintah yang menjalankan aktivitasnya dengan betul-betul peduli dan berusaha memberikan kehidupan yang baik bagi masyarakat di semua sektor,” tuturnya, Minggu (11/8/2019).

Muda mengatakan, di antara hikmah Idul Adha, adalah terbangunnya kepekaan dan terciptanya momen silaturahmi. Kepekaan, menurut dia, merupakan hal yang sangat penting terlebih di era digital di mana masalah datang begitu cepat. Mengatasi masalah tersebut, ia menyebut pentingnya kepemimpinan dan Pemerintahan yang punya kepekaan dan sensitivitas nurani.

“Jadi kita harus ada perhatian, empati, jadi panggilan nurani itu harus lebih dikuatkan lagi. Nah, di sinilah kita juga melaksanakan pengumpulan dan pemotongan hewan kurban dan dengan salat Id ini kita sama-sama membangun tekad untuk menjadikan Kubu Raya sesuai visinya,” ujarnya.

Pelaksanaan Sholat Ied di halaman Kantor Bupati Kubu Raya merupakan kali pertama dilakukan sejak kantor tersebut diresmikan pada September 2012 silam. Muda menilai hal itu sebagai langkah positif dimana menjadi ajang mendekatkan masyarakat dengan pemerintah daerah.

“Jadi ini perdana dan Alhamdulillah dengan langkah ini nanti ke depannya masyarakat akan semakin banyak yang tahu dengan Sholat Ied di sini. Ini (Kantor Bupati-RED) kan milik masyarakat. Kita jadikan lapangan terbuka ini untuk mengambil hikmah dan menyatukan antara masyarakat dengan pemerintah daerah,” ucapnya.

Sholat Ied di halaman Kantor Bupati Kubu Raya dirangkaikan dengan penyerahan hewan kurban dari Bupati Muda Mahendrawan kepada panitia kurban untuk selanjutnya dilakukan penyembelihan di halaman Masjid Al Isra’ Kantor Bupati Kubu Raya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam menerangkan, total hewan kurban yang berhasil dihimpun Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sebanyak 19 sapi dan 16 kambing. Dari jumlah tersebut, 3 sapi dan 6 kambing disembelih di halaman Masjid Al Isra’ Kantor Bupati Kubu Raya. Adapun 16 sapi dan 10 kambing didistribusikan di sembilan Kecamatan di Kabupaten Kubu Raya.

“Penyebaran hewan kurban telah dilaksanakan sejak tanggal 9-10 Agustus. Penyelenggaraan hewan kurban di lingkungan Kabupaten Kubu Raya ini dikawal Dinas Ketahanan Pangan, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kubu Raya yang telah melakukan pemeriksaan kondisi hewan kurban di tempat-tempat penjualan ternak dan kandang penampungan sementara pada Masjid dan rumah peternak di Kubu Raya,” jelas Yusran.

Sementara itu khatib sekaligus imam Sholat Ied, Ustaz Nasutiun Usman mengajak kaum muslimin bertafakur dan melakukan muhasabah terkait amalan yang telah dilakukan selama ini.

“Kalau kesombongan, arogansi dan kedengkian yang selama ini kita pelihara mengalahkan kepentingan kita kepada Allah Taala, maka mari segera kita bertaubat. Apapun yang kita miliki di dunia ini jangan sampai membuat kita menjauhkan diri dari Allah,” pesan Imam Besar Masjid Raya Mujahidin Pontianak ini.

Ustaz Nasutiun mengatakan ibadah kurban adalah satu di antara cara bersyukur kepada Allah Taala. Kurban, lanjut dia, juga menjadi bukti bakti kepada Allah. Ketundukan total kepada Allah, ujar dia, telah ditunjukkan dengan sempurna oleh keluarga Nabi Ibrahim.

“Yang kita kurbankan bukan manusia melainkan hewan. Jangan sampai kita mengurbankan manusia lain karena manusia yang paling baik adalah orang yang paling bermanfaat kepada orang lain. Maka tebarkanlah manfaat setiap harinya meskipun hanya dengan senyuman,” ajaknya.

Ustaz Nasutiun menegaskan, esensi ibadah kurban adalah mengurbankan sifat-sifat kebinatangan yang ada pada diri manusia.

“Kesombongan, keangkuhan, kerakusan, ketamakan, iri dengki, tak mau minta maaf, tak mau disalahkan, tak mau diberi nasihat, inilah sifat-sifat yang perlu kita kurbankan sebagai makna esensi dari ibadah kurban ini,” pungkasnya. (ian/rio)

Tinggalkan Komentar