Gubernur Sutarmidji : ASN Kalbar Harus Mampu Ikuti Perkembangan Era Digital

Gubernur Kalbar, Sutarmidji memberikan sambutannya saat membuka latihan dasar CPNS
Gubernur Kalbar, Sutarmidji memberikan sambutannya saat membuka latihan dasar CPNS (Foto: Humas Pemprov Kalbar)

Buka Latihan Dasar CPNS

KalbarOnline, Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar untuk mampu beradaptasi terhadap kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (era digital) yang semakin cepat berkembang.

Hal itu disampaikannya saat membuka Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk guru dan tenaga kesehatan Golongan III Angkatan XLI, XLII dan XLIII di lingkungan Pemprov Kalbar dan Pemkab Mempawah yang dilangsungkan di aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalbar, Rabu (17/7).

“Jika ASN sudah adaptif, maka ini menjadi penunjang untuk mencapai keunggulan kompetitif di berbagai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Seperti diketahui, salah satu dari visi Pemprov Kalbar adalah perbaikan tata kelola pemerintahan. Perbaikan tersebut dapat berupa perbaikan manajemen, administratif, sistem dan lainnya. Dalam melakukan perbaikan tersebut, diperlukan sumber daya manusia atau aparatur yang handal, terlebih di era teknologi informasi, komunikasi dan digitalisasi saat ini.

“Kita telah memasuki era teknologi, era globalisasi, era digitalisasi bahkan cenderung robotisasi. Era di mana tidak ada lagi yang bisa disembunyikan, tidak ada lagi yang bisa ditutup-tutupi. Semuanya tampak terjelaskan, transparan dan mudah diakses,” jelasnya.

Oleh karena itu, mantan Wali Kota Pontianak ini meminta aparatur harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini. Seperti diketahui pula para peserta Latsar ini juga diberikan pengetahuan dengan hal-hal yang bersifat ‘Kekinian’.

“Ini dimaksudkan agar aparatur juga bisa mengikuti perkembangan dinamika kehidupan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, yang makin hari, semakin cepat berkembang,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Midji juga mengatakan, pelatihan dasar CPNS dulunya disebut Diklat Prajabatan. Hal ini, kata dia, merupakan salah satu amanah Undang-undang yang harus dilakukan lantaran menjadi prasyarat bagi perubahan status dan Calon Pegawai Negeri Sipil menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Pada Latsar ini para CPNS tidak hanya diberikan pengetahuan tentang nilai-nilai dasar yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas jabatan PNS secara profesional sebagai pelayan masyarakat yang meliputi kemampuan berakuntabilitas, mengedepankan kepentingan nasional. menjunjung tinggi standar etika publik, berinovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas jabatannya dan tidak korupsi serta mendorong percepatan pemberantasan korupsi di lingkungan instansinya.

Selain itu juga dilengkapi dengan pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS untuk menjalankan fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan perekat dan pemersatu bangsa sehingga mampu mengelola tantangan dan masalah keragaman sosiaI-kultural dengan menggunaan perspektif whole of govemment dalam mendukung pelaksanaan tugas jabatannya.

Para peserta Latsar juga akan diberikan hal-hal lain yang berkaitan dengan sikap dan perilaku, baik perilaku selaku warga negara, juga perilaku selaku pelayan masyarakat.

Dari sisi perilaku sebagai warga negara, para peserta akan diberikan pendidikan yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan, bela negara serta pengenalan terhadap isu isu kontemporer dan strategis.

“Hal ini dimaksudkan agar setelah menjadi PNS, para peserta dapat menerapkan secara real akan peran PNS sebagai perekat dan pemersatu bangsa dalam lingkungan kehidupan yang beragam ini,” tukasnya.

Di sisi lain, peserta juga akan mendapatkan materi tentang bagaimana interaksi satu sama lain dalam kehidupan berkelompok. Bagaimana bisa membangun kerjasama satu sama lain, saling berkolaborasi, serta paham akan esensi PNS dalam menjalankan fungsi lainnya yaitu PNS sebagai pelayan publik, sebagaimana salah satu amanah dan Reformasi Birokrasi.

“Semuanya itu, baik materi yang menyangkut pengetahuan, keahlian dan sikap tersebut wajib diaktualisasikan di tempat kerja masing-masing, sehingga para peserta menjadi terhabituasi dalam menjalani pekerjaan yang dilakukannya di unit kerjanya di tempat para peserta bertugas,” pesannya.

Dengan begitu, lanjut dia, spirit yang ingin dicapai untuk melaksanakan Iatsar ini, yaitu agar para aparatur sipil negara dapat membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi, inovatif, nasionalisme dan kebangsaan, serta membangun karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi dalam bidang pekerjaannya, tidak hanya bersifat slogan tetapi dapat tercipta. (Fai)

Tinggalkan Komentar