701 CJH Dapat Tali Asih dari Pemkot Pontianak

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat menghadiri pelepasan sekaligus pembukaan bimbingan manasik haji massal kepada CJH asal Pontianak
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat menghadiri pelepasan sekaligus pembukaan bimbingan manasik haji massal kepada CJH asal Pontianak (Foto: Jim)

Wali Kota Lepas CJH asal Pontianak

KalbarOnline, Pontianak – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono melepas 701 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kota Pontianak di Masjid Raya Mujahidin, Selasa (9/7/2019). Selain pelepasan CJH, juga sekaligus digelar manasik haji massal. Jumlah tersebut termasuk petugas yang mendampingi CJH selama di tanah suci. Para CJH juga menerima bantuan tali asih dari Pemerintah Kota Pontianak masing-masing uang tunai senilai Rp1,5 juta beserta seragam t-shirt untuk dikenakan para CJH.

“Ini sebagai bentuk kebersamaan kita, mudah-mudahan para calon jamaah haji diberikan kelancaran selama melaksanakan ibadah haji,” ujarnya.

Ia berharap para CJH Kota Pontianak senantiasa diberikan kesehatan sehingga menjadi haji mabrur. Edi juga berpesan kepada CJH untuk selalu menjaga kesehatan mulai dari sebelum keberangkatan hingga saat pulang kembali ke tanah air.

“Fokus laksanakan ibadah haji selama di tanah suci hingga kembali ke Pontianak dalam keadaan sehat walafiat,” pesannya.

Sementara Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalbar, Ridwansyah menyatakan secara umum Provinsi Kalbar sudah mempersiapkan jamaah haji kloter pertama di Kalbar, yang masuk dalam Kloter 11. Jumlah CJH dari Kalbar sebanyak 2.741.

“Ada beberapa gelombang pemberangkatan yakni mulai dari Kloter 11 hingga Kloter 29,” sebutnya.

Hingga saat ini, menurut dia, belum ada jamaah haji yang batal berangkat. Diakuinya, kuota haji Kalbar totalnya 2.763, namun hingga pendaftaran pelunasan tahap akhir, sebanyak 22 CJH yang tidak melunasi ongkos haji.

“Hal ini bisa disebabkan banyak faktor, bisa karena sakit atau memang kondisinya tidak memungkinkan untuk bertolak ke tanah suci,” ungkap Ridwansyah.

Dijelaskannya lagi, jumlah kuota haji Kalbar sebanyak 2.763 itu merupakan kuota tambahan dari awalnya sebanyak 2.527 saat tahun 2018 lalu, ditambah 236 kuota. Untuk kuota tambahan, pihaknya juga telah membuka dua kali tahap pendaftaran. Namun hingga tahap kedua sampai deadline pelunasan, terdapat 22 CJH yang tidak melunasi lantaran terkendala kondisi yang tidak memungkinkan karena sakit dan lain sebagainya.

“Hal serupa tidak hanya dialami Provinsi Kalbar saja tetapi juga provinsi-provinsi lainnya,” terangnya.

Ridwansyah berharap kepada seluruh CJH yang akan berangkat di tahun ini untuk dapat mempersiapkan diri terutama menjaga kesehatan karena pelaksanaan musim haji hanya tinggal hitungan hari lagi. Untuk jadwal keberangkatan, pertama dimulai tanggal 13 Juli 2019 CJH sudah masuk Asrama Haji Pontianak. Kemudian tanggal 14 Juli 2019 bertolak ke embarkasi Batam.

“Tanggal 15 Juli CJH dari Batam bertolak menuju Arab Saudi,” pungkasnya. (jim/humpro)

Tinggalkan Komentar