by

Kerap Padam, Puluhan Warga Datangi PLN Ketapang

Minta Manager PLN Diganti

KalbarOnline, Ketapang – Puluhan warga Ketapang yang dikomandoi Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK) mendatangi kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP3 Ketapang. Kedatangan warga tak lain tak bukan yakni untuk mempertanyakan terkait pemadaman listrik yang kerap terjadi hingga saat ini.

Puluhan massa sempat kecewa lantaran Manager PLN UP3 Ketapang tidak dapat ditemui. Warga pun mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran jika PLN tak kunjung memperbaiki kinerjanya.

Ketua FPRK, Isa Anshari menilai PLN UP3 Ketapang gagal dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat, hal ini lantaran dengan sudah beroperasinya PLTU Sukabangun berkekuatan 20 MW namun pemadaman masih saja kerap terjadi.

“Dulu kami bersama ratusan masyarakat pernah mendemo PLN, kemudian kami menuntut percepatan pembangunan PLTU karena dulu alasan PLN kekurangan daya dan jika PLTU beroperasi maka bisa ditanggulangi. Nah, sekarang PLTU sudah beroperasi tetapi listrik masih sering padam bahkan hingga bulan puasa biasa menjelang berbuka dan tarawih. Kami nilai PLN Ketapang gagal,” tegasnya, saat menyampaikan aspirasi di depan perwakilan PLN UP3 Ketapang, Minggu (12/5/2019) malam.

Ia melanjutkan, kondisi ini tentunya menganggu sekaligus merugikan masyarakat, karena sudah banyak barang-barang elektronik masyarakat rusak, aktivitas masyarakat juga ikut terganggu, untuk itu ia meminta penjelasan pihak PLN apa yang sebenarnya terjadi.

“Tolong sampaikan kendalanya, tapi jangan cuma alasan-alasan itu saja, misal beban bertambah, daya kurang, pemeliharaan, gangguan karena layangan, pohon atau alasan klasik lain yang sudah bosan masyarakat dengar,” tegasnya lagi.

Ia menambahkan, kedatangan pihaknya malam hari ini, merupakan bentuk sikap warga Ketapang yang meminta pertanggungjawaban PLN atas pemadaman listrik yang masih terjadi bahkan pada bulan puasa, untuk itu pihaknya ingin mendengar langsung komitmen PLN UP3 Ketapang melalui managernya, hanya saja diakuinya dirinya beserta masyarakat kecewa lantaran sang manager tidak berada di Ketapang.

“Kami kecewa dengan pak manager ini, kalau dulu setiap kami aksi menyampaikan aspirasi, manager lama selalu respon dan menemui kami, tapi manager ini kami nilai agar kurang bisa komunikatif dengan masyarakat, bahkan kabarnya jarang berada di Ketapang,” terangnya.

“Untuk itu, sampaikan ke manager kalian kalau dia itu digaji negara bekerja di Ketapang kalau tidak betah silahkan cabut dari Ketapang dan kami minta dia digantikan dengan yang lebih baik, kalaupun ada urusan kerja di luar tolong pastikan tugasnya di Ketapang kelar, karena dia selaku manager dan bertanggung jawab penuh atas kebijakan yang ada di PLN Ketapang,” timpalnya.

Sementara Manager Jaringan PLN UP3 Ketapang yang mewakili Manager PLN UP3 Ketapang, Rizki Ramdan mengaku bahwa pemadaman yang terjadi di luar dari perkiraan pihaknya lantaran PLTU unit 1 dengan daya 10 MW sedang mengalami kerusakan atau jebol.

“Kita tidak bisa antisipasi karena ada kerusakan sehingga kita kehilangan hampir 10 MW. Jadi ini murni adanya gangguan listrik bukannya sengaja padam tapi terpaksa dipadamkan,” ungkapnya.

Ia mengaku, pihaknya berupaya secepat mungkin melakukan perbaikan sehingga mulai sekitar pukul 19.30 WIB normalisasi sudah mulai dilakukan. Diakuinya selain PLTU Unit 1 yang mengalami kerusakan, PLTU unit 2 sedang dalam masa pemeliharaan.

“Untuk besok pemadaman masih ada, karena hari Rabu PLTU unit 2 dengan daya 10 MW baru selesai pemeliharaan, jadi Insya Allah mulai Kamis tidak ada lagi pemadaman karena daya sudah berlebihan pasca pemeliharaan selesai,” tandasnya berjanji. (Adi LC)

Comment

News Feed