Gelar Buka Puasa Bersama, Kakun Edukasi Anak Yatim

KalbarOnline, Ketapang – Bulan suci Ramadhan, merupakan momentum terbaik untuk menjalin silaturahim dan berbagi dengan sesama. Seperti yang dilakukan oleh Kayoung And The Knowing Unbashedly People (Kakun).

Komunitas yang digawangi para pemuda muda ini menggelar buka puasa bersama dengan anak yatim di panti asuhan Al Akbar di Desa Kalinilam, Kecamatan Delta Pawan, Ketapang, Sabtu (11/5/2019).

Gelar Buka Puasa Bersama, Kakun Edukasi Anak Yatim 1

Selain buka puasa, Kakun yang terbentuk sejak satu tahun lalu ini melalui program ‘Bagi Dari Bagi’ juga mengedukasi puluhan anak yatim untuk berkreatifitas. Mulai dari berbagi ilmu fotografer, belajar musik, seni visual dan berbahasa inggris.

Koordinator Kakun, Dani mengatakan kalau membantu sesama tidak melulu soal membagikan harta. Karena itu, dirinya bersama dengan puluhan relawan Kakun sengaja datang bersilaturahmi dan memberikan kesempatan belajar hal-hal kreatif kepada anak panti asuhan sambil menunggu waktu berbuka puasa.

“Kan enggak selalu harus dengan harta. Makanya kita hadir coba dengan membagi ilmu yang kita punya. Barangkali ini bermanfaat untuk pengetahuan dan kegiatan mereka ke depan,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Gelar Buka Puasa Bersama, Kakun Edukasi Anak Yatim 2

Dani menyebut kalau selama Ramadhan 1440 Hijriah ini, Kakun akan melakukan kegiatan buka puasa bersama, berbagi kreatifitas dan pakaian layak di beberapa tempat. Hal tersebut dilakukan dengan harapan agar anak-anak Ketapang, terutama yang membutuhkan, bisa menggali kreatifitas yang tidak dapat di sekolah.

“Harapan kita, semoga pemuda Ketapang bisa mengikuti gerakan ini. Kakun juga terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung untuk tujuan memanusiakan manusia,” tandasnya.

Sementara pengasuh Panti Asuhan Al Akbar, Iswardi menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh komunitas Kakun. Menurutnya banyak hal positif yang diajarkan kepada anak asuhnya untuk berkreatifitas.

“Kegiatannya sangat baik. Dalam kontek selain tali silaturahmi, wawasan anak asuh juga bertambah dalam kegiatan tadi. Keterampilan yang diajarkan juga sangat bermanfaat bagi kami,” ungkapnya.

Selain itu, Iswardi juga berharap agar kegiatan serupa terus berlanjut dan tidak hanya pada saat momen-momen tertentu. Karena selain pelajaran formal di sekolah, anak asuhnya juga membutuhkan bimbingan untuk menggali kretifitasnya.

“10 tahun lalu ada latihan dari pemerintah melalui LBK. Mungkin saat ini pemerintah belum tanggap dengan hal pemberdayaan bagi panti. Harapan kami pemerintah dapat memperhatikan anak-anak panti, khususnya untuk pendidikan,” pungkasnya. (Adi LC)

Tinggalkan Komentar