by

Kubu Raya Bakal Patenkan Prosesi Penganten Melayu, Ini Kata Bupati Muda

KalbarOnline, Kubu Raya – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mempatenkan prosesi pengantin Melayu khas Kubu Raya untuk melestarikan dan mengangkat budaya serta jati diri yang ada di daerah Kubu Raya.

Hal itu disampaikan Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan saat memberikan sambutannya dalam Lokakarya Pembakuan Pengantin Melayu Kabupaten Kubu Raya tahun 2019 yang berlangsung di Ruang Praja Aula Kantor Bupati beberapa waktu lalu.

Muda merasa bangga atas inisiasi yang menampilkan pengantin Melayu Khas Kubu Raya, yang ke depannya mampu memberikan ciri khas tersendiri bagi daerah ini.

“Ke depannya kita akan segera mempatenkan Pengantin Melayu Khas Kubu Raya ini, agar dapat menjaga dalam melestarikan, mengangkat Budaya serta jati diri masyarakat yang ada di daerah kita,” ujar Muda.

Orang nomor wahid di Kubu Raya itu menuturkan, budaya yang ada ini hendaknya mampu diaktualisasikan melalui praktek-praktek yang dijalankan masyarakat kita selama ini, apalagi kalau soal budaya pernikahan atau perkawinan. Karena yang dilihat bukan persepsinya namun prosesnya yang paling penting.

“Di sini saya mengajak ke arah subtansi, bahwa dari Tarian Harmoni yang ditampilkan oleh anak-anak kita tadi menunjukan aktualisasi atas 6 etnis besar di Kubu Raya yang sangat baik, sehingga bisa menjadi modal sosial dan budaya yang berkembang. Maka diaktualisasikanlah pembakuan Pengantin Melayu ini ke dalam yang menjadi ciri khas dan corak khas, baik itu ke dalam gerak maupun praktek-praktek. Salah satunya soal tata rias pengantin ini,” tuturnya.

Bupati Muda menambahkan, dalam kegiatan ini semuanya sudah lengkap, dalam arti tatanan budaya itu justru yang paling penting menjadi momen yang sangat konferhensip itu justru pada proses pernikahan atau pengantin.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kubu Raya, Cicilia Tri Agustina mengharapkan, dengan Lokakarya Pembakuan Pengantin Melayu ini dapat menambah wawasan, kreasi dan motivasi kreatifitas serta mencintai seni dan budaya daerah.

“Ekonomi kreatif saat ini telah menjadi sektor penunjang kepariwisataan, yang mana sektor ekonomi kreatif lebih mengedepankan kreatifitas, ide dan pengetahuan, sebagai akses utama dalam mengembangkan sub sektor ekonomi kreatif dan menciptakan ciri khas tata rias pengantin dan mengembangkan pariwisata,” paparnya.

Sementara Ketua Umum Dewan Perwakilan Pusat Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati, Hj. Dra. Suryatmi Harun, MM memaparkan, pihaknya akan berusaha menggali, melestarikan, mengembangkan dan mensosialisasikan tata rias pengantin daerah, yang mana HARPI ini merupakan mitra pemerintah daerah dalam mengembangkan budaya yang ada.

“Kami dari HARPI mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan apa yang sudah dilakukan ini dapat membawa manfaat bagi dunia pendidikan Nasional, karena saat ini sangat jarang ditemui khususnya bagi pemerintah daerah yang peduli terhadap budaya lokal yang ada di masing-masing daerah. Tentunya kami sangat mendukung Pembakuan Pengantin Melayu di Kabupaten Kubu Raya ini, sehingga ke depannya bisa menjadi aset budaya lokal bagi daerah ini,” pungkasnya. (ian)

Comment

News Feed