Ikuti Perkembangan Kasus Audrey, Ustadz Adi Hidayat : Biasakan Cek Berita yang Belum Jelas

Ustadz Adi Hidayat
Ustadz Adi Hidayat (Foto: ist)

KalbarOnline, Nasional – Ustadz Adi Hidayat, Lc., MA mengaku mengikuti perkembangan kasus penganiayaan siswi SMP di Kota Pontianak. Hal itu disampaikan Ustadz Adi Hidayat saat memberikan kajian rutin di Masjid Al-Ihsan PTM/VJS, Bekasi Selatan beberapa waktu lalu.

“Kasus di Pontianak saya ikuti. Apakah benar diperkusi, apakah benar dibully, apakah benar dikeroyok, jangan dulu simpulkan,” ujarnya di hadapan para jamaah.

Untuk itu Ustadz Adi Hidayat yang akrab disapa UAH berpesan kepada para jamaahnya untuk mengkroscek kejelasan sebuah berita terlebih dulu sebelum diperbincangkan.

“Kita itu punya adab, kalau ada berita belum jelas, cek dulu. Jangan di-ramein. Rame bener, cek dulu,” pintanya.

“Ini kadang-kadang gak nyambung. Yang dibahas malah jilbabnya (terduga pelaku). Cara berpikir yang sangat kecil seperti itu. Apa anda katakan kalau ada orang pakai almamater kemudian mencuri, lalu anda salahkan kampusnya, anda salahkan almamaternya. Ada orang pakai simbol agama lalu dia melakukan perbuatan kotor, apa yang salah agamanya?. Kalau peci itu tidak cukup sampai di kepala, maka ganti pecinya, jangan potong kepalanya,” pungkasnya.

Seperti diketahui bahwa beberapa waktu lalu sempat heboh mengenai kasus penganiayaan seorang siswi SMP di Pontianak berinisial AUD (14) yang diduga dianiaya oleh sejumlah siswi dari berbagai SMA di Kota Pontianak.

Kini pihak Polresta Pontianak telah menetapkan 3 anak berhadapan dengan hukum (ABH) dalam kasus ini.

Kasus ini pun lantas menyedot perhatian warga Indonesia bahkan menjadi perhatian dunia. Setelahnya muncul tagar #JusticeForAudrey yang sempat menjadi trending topik twitter dunia. Beberapa hari setelahnya muncul pula tagar #Audreyjugabersalah sehingga menimbulkan berbagai persepsi di masyarakat terutama di kalangan warganet.

Saat ini kasus tersebut telah ditangani dengan maksimal oleh pihak Kepolisian yang dibantu penuh oleh Pemerintah Kota Pontianak dan lembaga anak. (Fai)

Tinggalkan Komentar