Dugaan Pelanggaran Pemilu, 6 Caleg Golkar Diperiksa Bawaslu Ketapang

KalbarOnline, Ketapang – Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Kabupaten Ketapang melakukan pemanggilan terhadap 6 orang Calon Anggota Legislatif (Caleg) daerah pemilihan (Dapil) empat dari Partai Golongan Karya (Golkar).

Pemanggilan oleh Bawaslu tersebut guna meminta klarifikasi terkait dugaan pelanggaran pemilu, Jumat (15/3/2019).

Pemanggilan terhadap keenam orang Caleg Partai Golkar ini buntut dari pemeriksaan terhadap Bupati Ketapang, Martin Rantan sebelumnya. Pemeriksaan kali ini masih terkait dengan kunjungan kerja (Kunker) Bupati Ketapang, Martin Rantan di Desa Karya Mukti, Kecamatan Sungai Melayu Rayak dalam rangka percepatan desa mandiri beberapa waktu lalu yang turut dihadiri 6 orang Caleg dari Partai Golkar.

Enam orang Caleg Partai Golkar dapil empat yang hadir memenuhi panggilan klarifikasi Bawaslu Ketapang untuk dilakukan pemeriksaan tersebut di antaranya Adrianus, Juliani, Masayu Nopia Ariani, Fransiskus Pele, S.Sos, Baitul Rahman dan Thomas Ferlyan, S.IP.

Komisioner Bawaslu Ketapang, Bidang Hukum, Data dan Informasi, Ronny Irawan mengatakan bahwa klarifikasi yang dilakukan pihaknya terhadap enam caleg partai Golkar tersebut sesuai dengan informasi awal yang diterima pihaknya.

Yakni, terkait kehadiran para caleg Golkar itu di kegiatan kunker yang dilakukan Bupati Ketapang.

“Makanya kita mintai klarifikasi berkaitan dengan proses klarifikasi yang juga dilakukan terhadap Bupati pada beberapa hari lalu,” katanya, saat dikonfirmasi, Jumat (15/3/2019).

Ronny menjelaskan bahwa klarifikasi yang dilakukan guna mengkonfrontir informasi-informasi awal yang sudah dikumpulkan pihaknya. Pihak-pihak yang diperiksa ini, kata dia, keterangannya dianggap penting untuk menambah informasi. Karena secara faktual ada di tempat kejadian.

“Sebelumnya kita apresiasi, karena semuanya hadir. Saat ini proses klarifikasi masih berlangsung dan akan ada pihak terkait lain yang akan kita mintai klarifikasi pada Senin mendatang dengan dugaan kasus yang sama,” ungkapnya.

Lebih jauh, Ronny mengatakan sebelumnya Bawaslu Ketapang telah melakukan pemeriksaan untuk meminta klarifikasi terhadap Bupati Ketapang dan pihak Dinas Pemdes. Kemudian, dilanjutkan dengan pemanggilan keenam  caleg dari Partai Golkar di dapil empat tersebut.

“Kita ingin melihat fakta-fakta di lapangan melalui tahapan klarifikasi ini, dari situ baru kita bisa mengambil kesimpulan mengenai keterkaitan kehadiran caleg dalam kunker itu. termasuk kronologis kehadiran, kapasitas dan motivasi kehadiran para caleg itu yang kita ingin dalami,” terangnya.

Ia menambahkan, dari hasil klarifikasi yang dilakukan pihaknya. Sejauh ini, termasuk para caleg mengaku kalau kehadiran mereka di Kunker Bupati Ketapang tersebut merupakan inisiatif sendiri sebagai bentuk apresiasi terhadap kedatangan Bupati yang juga merupakan pimpinan Golkar Ketapang.“Untuk kesimpulannya belum dapat kami sampaikan, nanti akan kami sampaikan secara utuh.  Setelah kami melakukan kajian dari tahapan yang sudah kami lakukan,” tandasnya. (Adi LC)

Tinggalkan Komentar