Entaskan Kemiskinan Dengan Permodalan Usaha Produktif

Pj Sekda Kubu Raya, Yusran Anizam memberikan sambutannya saat membuka Bimtek DAPM
Pj Sekda Kubu Raya, Yusran Anizam memberikan sambutannya saat membuka Bimtek DAPM (Foto : ian)

Pemkab KKR : Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga

Bimtek Pengelolaan DAPM

KalbarOnline, Kubu Raya – Guna meningkatkan kapasitas dan kualitas pengelolaan Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM), Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa melakukan bimbingan teknis kepada para pengelola atau UPK di sembilan Kecamatan se-Kabupaten Kubu Raya yang dilangsungkan di aula Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (11/3/2019).

Pejabat Sekda Kubu Raya, Yusran Anizam mengharapkan agar para pengelola dana bergulir masyarakat hasil pengembangan dari program PNPM-MPD di seluruh kecamatan di Kubu Raya terus dikembangkan dan berkelanjutan pelaksanaan program tersebut di tengah masyarakat.

Sebab program tersebut, kata dia, merupakan salah satu program yang bertujuan untuk menanggulangi kemiskinan dalam bentuk permodalan bagi usaha produktif yang sasarannya adalah mayoritas perempuan.

“ini adalah program yang tujuan utamanya adalah pengentasan kemiskinan dengan kegiatan-kegiatan usaha produktif. Yang mana sasaran utamanya adalah kaum perempuan dengan modal usaha-usaha produktif yang dapat dikembangkan di masyarakat dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga,” ujar Yusran saat memberikan sambutannya.

Di Kabupaten Kubu Raya, yang tersebar di 9 kecamatan program tersebut sejak tahun 2009 hingga 2013, dengan modal dasar Rp13 miliar. Kini terus berkembang dan asetnya saat ini sudah mencapai Rp22 miliar untuk sembilan kecamatan.

Dengan semakin besarnya dana tersebut, dapat dijadikan sebagai sumber dana permodalan bagi pengembangan usaha produktif masyarakat.

Yusran juga memberikan apresiasi kepada para pengelola dana bergulir masyarakat tersebut di Kubu Raya, yang mana hingga saat ini masih memiliki dedikasi yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya.

Hal itu dibuktikan dengan aset dana bergulir yang semakin meningkat dan berkembang. Kelembagaan juga terus berkembang yang ditandai dengan kepemilikan asset kantor UPK secara mandiri di 9 kecamatan.

“Kita tentu sangat mendukung dan sangat mengapresiasi para pengelola yang terus menerus dapat mengembangkan dan mengelola dana bergulir ini dengan baik di masyarakat. Dimana sampai saat ini, aset mereka juga terus bertambah dan usaha-usaha produktif di masyarakat dapat berjalan dan bertumbuh dengan baik. Untuk itu kita terus melakukan pendampingan dan peningkatan kapasitas agar semakin baik dan semakin profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” terang Yusran.

Yusran mengatakan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk terus melakukan pendampingan dan peningkatan kapasitas pengelola, sebagai bagian dari pembinaan terhadap pengelola dan bergulir tersebut.

“Untuk itu, melalui bimbingan teknis hari ini, diharapkan agar seluruh unsur pengelola dapat memahami secara penuh tugas dan tanggung jawab, serta fungsinya. Dengan demikian ilmu yang didapat dalam kegiatan ini dapat meningkatkan kinerja pengelola dana bergulir dalam melaksanakan pelayanan perguliran dana tersebut di masyarakat untuk mendorong pertumbuhan sektor-sektor ekonomi produktif dan ekonomi kreatif masyarakat. Yang dampaknya akan berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandas Yusran. (ian)

Tinggalkan Komentar