Sutarmidji Dorong STQH Nasional 2019 di Kalbar Sebagai Ajang Promosi Wisata

Gubernur Kalbar, Sutarmidji memberikan sambutannya pada Musyawarah LPTQ Kabupaten dan Kota se-Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalbar
Gubernur Kalbar, Sutarmidji memberikan sambutannya pada Musyawarah LPTQ Kabupaten dan Kota se-Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalbar (Foto: */Fai)

KalbarOnline, Pontianak – Provinsi Kalimantan Barat sedang bersiap menghadapi pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) nasional yang akan digelar di Pontianak pada 29 Juni-5 Juli 2019 mendatang.

Even dua tahunan ini rencananya akan dilangsungkan di lima titik antaranya di Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman, Alun-Alun Kapuas, Masjid Raya Mujahidin, Kampus IAIN Pontianak dan Tugu Khatulistiwa.

“STQH nasional itu perkiraan kita, dilaksanakan pada 29 Juni-5 Juli. Akan kita langsungkan di 5 titik. Hampir semuanya itu mengambil nuansa Sungai Kapuas. Jadi nanti ada di area Masjid Jami, Alun-Alun Kapuas, Masjid Raya Mujahidin, IAIN dan yang paling spektakuler adalah pertama kalinya selama seminggu Al Qur’an akan dilantunkan di titik 0 derajat lintang utara selatan yaitu di Tugu Khatulistiwa,” tutur Gubernur Kalbar, Sutarmidji usai membuka Musyawarah LPTQ Kabupaten dan Kota se-Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalbar, Kamis (17/1/2019).

Orang nomor satu di Bumi Tanjungpura ini menuturkan bahwa festival pemuliaan kitab suci umat Islam ini akan dijadikannya sebagai sarana promosi wisata. Guna mewujudkan hal itu, Ia menginginkan adanya satu mimbar tilawah yang ditempatkan di titik pertemuan antara Sungai Landak dan Sungai Kapuas.

“Kalau memang waktunya masih terkejar, kita akan buat mimbar tilawah di titik pertemuan antara Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Itu tak jauh dari Masjid Jami. Untuk promosi wisata,” tuturnya.

Selain itu, STQH nasional yang pelaksanaannya bertepatan usai perayaan hari raya Idul Fitri ini juga akan dimeriahkan dengan meriam karbit. Berbagai kuliner asli Kalimantan Barat juga akan dipamerkan pula pada momen tersebut.

“Kebetulan pelaksanaannya setelah idul fitri, jadi akan dimeriahkan juga dengan meriam karbit. Festival kuliner seperti mie panjang umur dari Singkawang, rendang lidah buaya dari Pontianak, bubor paddas dari Sambas juga saya minta dipamerkan pada STQH nanti,” tukas Midji.

Mantan Wali Kota Pontianak ini juga berharap pelaksanaan STQH nasional ini bertepatan dengan puncak musim buah durian. Sehingga, Festival Durian dengan memamerkan belasan varietas unggul asal Kalimantan Barat bisa dilaksanakan di momen yang bersamaan.

“Mudah-mudahan bertepatan dengan musim durian sehingga bisa kita ikutkan juga festival durian,” harapnya.

Sutarmidji turut berpesan kepada para pengurus LPTQ se-Kalimantan Barat agar menjadikan STQH nasional sebagai momentum peningkatan kualitas para pembaca dan penghafal Qur’an dan Hadis.

“Kegiatan nasional itu harus meninggalkan kesan tersendiri. Saya berharap bisa ini menjadi momen bagi daerah kita untuk meningkatkan kualitas qori dan qori’ah kita,” pungkasnya.

Selain membahas persiapan Kalbar sebagai tuan rumah STQH tingkat nasional, musyawarah pengurus LPTQ kabupaten/kota se-Kalbar ini juga sekaligus menjadi ajang pemilihan ketua umum LPTQ Kalbar periode 2019-2024.

Seluruh pengurus LPTQ dari 14 kabupaten dan kota itu pun sepakat mendaulat Sutarmidji sebagai pimpinan tertinggi LPTQ Provinsi Kalimantan Barat selama lima tahun ke depan. (Fai)

Tinggalkan Komentar