Sutarmidji Soroti Modus Orang Luar Ambil Bibit Unggul Kalbar dan Maraknya Pemanfaatan Lahan Jadi Perumahan

Gubernur Kalbar, Sutarmidji saat membelah durian unggul yang telah dipilih oleh panitia festival durian borneo 2019 sebagai tanda dibukanya festival tersebut
Gubernur Kalbar, Sutarmidji saat membelah durian unggul yang telah dipilih oleh panitia festival durian borneo 2019 sebagai tanda dibukanya festival tersebut (Foto: Fat)

KalbarOnline, Kubu Raya – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyoroti modus-modus orang luar yang menginginkan Indonesia khususnya Kalbar ini miskin akan bibit-bibit unggul tanaman buah-buahan lokal seperti durian.

“Kita kadang diakali orang luar, mereka mau mengambil bibit kita, supaya kita tidak punya lagi yang unggul. Modusnya, mereka beli pohonnya sampai pucuknya kemudian mereka sambung di negara mereka, kita diakali seperti itu,” ujarnya, saat memberikan sambutan pada Festival Durian Borneo 2019 yang berlangsung di Desa Punggur Kecil, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (12/1/2019).

Durian saat ini, kata Midji, sedang trend di Hongkong dan dataran China.

“Malaysia itu langsung eksport ke dua negara tersebut, padahal duriannya kebanyakan dari Sanggau,” terangnya.

Orang nomor satu di Bumi Tanjungpura itu berharap, seluruh stakeholder termasuk masyarakat se-Kalbar betul-betul menjaga buah lokal khususnya durian.

“Kedepan memang Kalbar harus betul-betul menjaga buah lokal khususnya durian sehingga dapat menjadi hutan durian. Di Sanggau, Balai Karangan itu hutan durian. Sayangnya kita diakali orang-orang luar dengan modus-modus seperti tadi,” jelasnya.

“Makanya, pada festival durian ini, saya sempatkan hadir. Walaupun masih banyak kekurangan, tapi mudah-mudahan kedepan pengemasannya lebih baik lagi, promosinya lebih baik lagi. Mungkin nanti akan jadi kalender wisata, kemudian Dinas Pertanian harus buat festival durian yang hadiahnya jangan sekedar ratusan ribu, kalau perlu yang terbaik, yang dinilai oleh pakarnya, mendapat hadiah sebesar Rp50 juta,” sambungnya.

Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini juga menyoroti maraknya pemanfaatan lahan-lahan menjadi perumahan di Kubu Raya.

“Saya minta di punggur ini dan sekitarnya, langsat harus dipertahankan. Kalau pengembangan durian itu perlu lahan yang dua meter dari permukaan tersedia air, kalau dibawah itu tidak bisa. Punggur, sangat bagus untuk langsat. Langsat punggur sangat bagus, harus dipertahankan. Punggur sebagai sentral langsat, jangan ditebang,” tegasnya.

Dirinya juga menceritakan bahwa saat ini ada pemodal besar yang memiliki 400 hektar lahan. Mereka, kata Midji, menawarkan sebanyak 50 hektar secara gratis untuk dibuat sesuatu, tetapi untuk menunjang pariwisata disini.

“Bayangkan, dia punya 400 hektar. Sehingga dapat memberdayakan masyarakat di lahan-lahan yang dimiliki pemodal. Saya sangat suka ‘Kalbar Berkebun’ ini kita sosialisasikan terus, karena tanaman-tanaman buah kedepan prospeknya sangat bagus, karena pasti dimakan orang. Kalau sawit perlu pengolahan dan lain sebagainya, tapi kalau buah pasti dimakan orang,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya berencana membuat sentra buah-buahan, dimana orang dapat berkunjung ke kawasan tersebut hanya untuk menikmati buah yang rencananya akan dibangun di dekat kawasan perkotaan.

“Kalau kita buat di punggur pembelinya mungkin terbatas, tapi kalau di dekat kota mungkin akan bagus, jadi dari Punggur atau dari daerah lain bisa ekspor ke sentra tersebut,” pungkasnya. (Fat)

Tinggalkan Komentar