Jadi Pemateri di Seminar Kepemudaan, Sutarmidji Tekankan Integritas Hingga Ceritakan Perjalanan Hidupnya Mulai Dari Jualan Koran

Gubernur Kalbar, Sutarmidji saat memberikan materinya pada seminar kepemudaan yang digelar DEMA IAIN Pontianak
Gubernur Kalbar, Sutarmidji saat memberikan materinya pada seminar kepemudaan yang digelar DEMA IAIN Pontianak (Foto: Humas Pemprov Kalbar)

Seminar Kepemudaan di IAIN Pontianak

KalbarOnline, Pontianak – Di tengah kesibukannya melaksanakan tugas pemerintahan, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji berkesempatan hadir sebagai pemateri dalam seminar kepemudaan yang diselenggarakan oleh Dewan Mahasiswa (DEMA) IAIN Pontianak yang berlangsung di Aula Masjid Syeikh Abdul Rani Mahmud Al-Yamani, Kamis (10/1/2019).

Seminar ini mengusung tema ‘membangun pemuda yang unggul, berdaya saing dan bermoral’.

Dalam materinya, Gubernur Sutarmidji menekankan kepada para generasi muda yang hadir dalam seminar tersebut agar dapat menjadi pemuda yang berintegritas.

“Harus, yang dibangun anak muda adalah pemuda yang meniliki integritas,” ujarnya tegas.

Orang nomor satu di Bumi Tanjungpura ini juga meminta kepada para pumuda Kalbar untuk bisa membangun diri menjadi pemuda yang profesional dan berintegritas.

“Tak hanya profesional tapi harus berintegritas,” ingatnya.

Provinsi Kalbar, kata dia, memiliki sumber daya alam yang luar biasa namun tidak dibarengi dengan sumber daya manusia yang memadai. Akibatnya, lanjut dia, pemuda di Provinsi Kalbar hanya akan jadi penonton saja.

“Apakah ada anak muda Kalbar yang kritis, yang ngotot bicara tentang hutan. Apakah ada anak muda yang ngotot bicara tentang tambang, bicara tentang sumber daya alam Kalbar itu kemana dan untuk apa. Apa yang didapat masyarakat selain jalan yang hancur lebur seperti bubur. Anak muda itu harus kritis tentang hal yang seperti itu, bukan asik dengan handphone, duduk di warung kopi berjam-jam minum kopi pancong,” tegasnya.

“Pemuda Kalbar itu harus berintegritas dan jangan hanya habiskan waktunya hanya bersantai,” pesannya.

Dijelaskannya, para pemuda harus membangun integritas untuk menjawab tantangan masa.

“Anak muda harus bisa menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sutarmidji juga menceritakan perjalanan hidup Midji kecil yang merupakan penjual koran yang bercita-cita memimpin Pontianak, sehingga akhirnya terwujud bahkan dapat memimpin Kalbar.

“Saya rasanya tak mimpilah menjadi Gubernur. Karena cita-cita saya waktu itu menjadi Wali Kota. Saya ini sejak SD, sudah bangun jam 2 subuh, ibu saya sudah siapkan kue untuk dijual dari rumah ke rumah. Sebelum sekolah saya sudah harus pulang ke rumah, laku tidak laku sudah harus pulang untuk sekolah,” ceritanya.

“Pulang sekolah, saya jualan koran di pelabuhan, fery penyebrangan dan kantor Wali Kota. Malamnya jualan di Pasar Tengah. Ketika saya kelas 5 SD, saat itu ada Pak Ir. Pedi Nataswarna, tanya ke saya, kamu besar mau jadi apa, saya bilang, saya mau jadi Wali Kota. Beliau adalah salah satu Kepala kantor di komplek kantor Wali Kota dan dia pelanggan saya. Dia senyum-senyum saja,” ceritanya lagi.

“Hingga akhirnya terwujud. Waktu saya jadi Wakil Wali Kota, saya masih belum mau ceritakan ke beliau, tinggal selangkah lagi. Tapi ketika saya sudah dilantik jadi Wali Kota, saya bicara ke beliau, menceritakan masa lalu itu. Saya bilang ke beliau, kalau saya adalah yang dulu sering mengantar koran ke beliau,” timpalnya.

Di akhir materinya, Sutarmidji juga mengharapkan pemuda untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan jangan jadi penyebar berita tidak benar/hoax. (Fai)

Tinggalkan Komentar