by

Tim Kementerian Perdagangan RI Sidak Pasar Beringin Singkawang

KalbarOnline, Singkawang – Jelang perayaan Natal 2018, tim dari Kementerian Perdagangan RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tradisional Beringin Kota Singkawang, beberapa waktu lalu.

Kedatangan tim ke Pasar Beringin Singkawang, didampingi staf Disperindag Singkawang untuk memantau stok dan harga sembako jelang perayaan Natal 2018 dan tahun baru 2019.

Kepala Sub (Kasub) dari Sekretariat Jenderal Kementerian Perdagangan RI, Amir Syarifuddin mengatakan bahwa secara umum harga sembako masih stabil khususnya di Pasar Beringin Singkawang.

Hanya saja, katanya, ada kenaikan sedikit khususnya pada harga ayam, dimana pedagang menjualnya rata-rata Rp35 ribu per kilogram.

“Namun, ada pula pedagang yang menjualnya per ekor, dimana satu ekornya dijual seharga Rp90 ribu,” ujarnya.

Menurut pengakuan pedagang, katanya, kenaikan daging ayam disebabkan dari agen yang memang sudah tinggi harganya.

“Sehingga di tingkat eceran harga jual juga ikut tinggi,” ungkapnya.

Amir berharap, jelang pergantian tahun kelak harga ayam tidak lagi mengalami kenaikan harga. Untuk memastikan itu, dia bersama tim akan terus melakukan pemantauan hingga hari ini.

Kemudian, hasil dari sidak ini akan pihaknya sampaikan ke pimpinan, untuk menentukan langkah-langkah apa saja yang akan diambil guna menekan lonjakan harga khususnya di Singkawang.

Dalam kesempatan yang sama, Kasi Distirbusi Barang dan Perdagangan Luar Negeri Disperindag Kota Singkawang, Helmi Aswandi mengatakan bahwa kedatangan tim dari Kementerian Perdagangan di Singkawang sebagai salah satu antisipasi langsung dari pemerintah pusat untuk mengetahui perkembangan harga apabila terjadi lonjakan yang signifikan terhadap komoditi tertentu.

“Mereka akan menghubungi langsung distributor apabila terjadi lonjakan harga akibat terjadinya kekurangan atau kelangkaan stok,” katanya.

Menurutnya, antisipasi yang dilakukan dari Kementerian Perdagangan sifatnya cepat dan ini bukan baru pertama kali dikunjungi tim dari Kementerian untuk melakukan pemantauan, tapi pada tahun kemarin pun sudah pernah melakukan pemantauan langsung di pasar tradisional menjelang lebaran Idul Fitri dan tahun baru.

“Karena di dua momen itulah biasanya terjadi lonjakan harga,” ujarnya.

Berdasarkan pantauannya kemarin, memang ada kenaikan pada komoditi tertentu, seperti bawang merah dan telur ayam.

Pada bawang merah, katanya, harga dengan kualitas sedang dikisaran Rp28 ribu – Rp30 ribu per kilogram.

Tapi berdasarkan harga acuan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah melalui Permendag Nomor 27 tahun 2017 tentang penetapan harga acuan, untuk bawang merah di tingkat pedagang pengecer ke konsumen Rp32 ribu per kilogram.

“Jadi meskipun ada kenaikan yang cukup signifikan pada bawang merah, namun masih diharga acuan (kewajaran),” ungkapnya.

Untuk telur ayam, lanjutnya, berdasarkan pantauannya dijual seharga Rp25 per kilogram. Namun harga acuan berdasarkan Permendag adalah sebesar Rp22 ribu per kilogram.

“Mengenai kenaikan ini yang akan kita telusuri apa yang menjadi penyebabnya,” tuturnya.

Tapi kalau berdasarkan pengakuan dari para pedagang, kenaikan disebabkan naiknya permintaan jelang hari raya Natal dan tahun baru.

“Tapi, kalau kenaikan sudah diatas Rp25 ribu per kilogram, maka pihaknya bersama Satgas Pangan akan melakukan sidak,” katanya.

Salah seorang pedagang ayam di Pasar Beringin Singkawang, Hamdani mengatakan bahwa saat ini harga ayam mengalami kenaikan. Hal itu dikarenakan, harga jual dari agen sudah tinggi.

“Per kilogram kita jual seharga Rp35 ribu,” ucapnya.

Diapun mengakui, tingginya harga ayam menyebabkan pembeli mulai berkurang.

“Kalau lagi tinggi, maka pembeli mulai berkurang,” ujarnya.

Diapun berharap, harga dari agen bisa kembali normal, supaya harga jual ikut kembali normal.

“Tapi kalau masih tinggi dari agen, kemungkinan jelang tahun baru nanti akan naik lagi,” pungkasnya. (Gunawan)

Comment

News Feed