Tepis Isu Perpecahan di Internal, Sekwil DPW Kalbar: PBB Layaknya Gadis Cantik

KalbarOnline,Politik – Manuver politik yang dilakukan Ketua Umum Partai Bulan Bintang(PBB), Yusril Ihza Mahendra merapat ke kubu Jokowi-Ma’ruf menimbulkan pelbagaireaksi beragam dari banyak kalangan, tak terkecuali di tubuh PBB sendiri.

Keputusan Yusril menjadi Lawyer Jokowi-Ma’ruf di pertarungan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 bahkan menimbulkan isu perpecahan di internal partai yang dinahkodainya itu sekalipun dikatakan Yusril keputusannya itu murni sebagai lawyer, urusan profesionalitas.

Perpecahan dimaksud, lantaran mayoritas kader partai berlogo bulan bintang ini ingin #GantiPresiden, tak terkecuali PBB Kalbar. Jika dilihat sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya (AD/ART), PBB jelas merupakan partai berlandasaskan Islam. Artinya tempat yang dinilai tepat menjadi pelabuhan PBB adalah Prabowo-Sandi. Sebab, sama-sama memiliki background keumatan terlebih lagi PBB merupakan partai eks Masyumi.

Seperti diketahui keputusan yang diambil Yusril dikatakan dia murni sebagai lawyer dan urusan profesionalitas bahkan gratis. Pernyataan Yusril pun bahkan dianggap publik sebagai ‘lawak’.

“Profesional mana ada yang gratis. Kalau gratis, itu kurang profesional”

Yusril diketahui publik merupakan lawyer kelas elit bahkan bisa dikatakan elit dari elit, paling mahal. Tarifnya milyaran.

Fokus PBB Kalbar

Dewan Pimpinan Wilayah PBB Kalbar melalui Sekretaris Wilayah, Abdul Harits menegaskan bahwa isu perpecahan di tubuh PBB tak benar adanya.

“Tidak benar, saya tegaskan isu itu tidak benar. PBB Kalbar masih tetap solid untuk membesarkan partai,” ujar Harits saat ditemui KalbarOnline usai memberikan pembekalan kepada calon legislatif PBB Kota Pontianak di Java Cafe, Jumat (9/11/2018).

Harits juga menegaskan bahwa keputusan PBB mengenai arah dukungan di Pilpres 2019 akan dilakukan melalui rapat koordinasi nasional (Rakornas) yang akan berlangsung Desember mendatang.

“Soal dukungan kita di Pilpres 2019 nanti itu akan melalui Rakornas. Kita tetap berpatokan pada itu dan apapun hasilnya nanti, itulah yang kita sepakati bersama dan harus legowo kita terima. Kita juga tidak berhak menentukan arah dukungan sendiri. Masih wait and see, politik terlalu dinamis untuk kita menentukan arah,” tukasnya.

Ia juga tak segan menilai bahwa manuver politik Yusril sangat menguntungkan Partai Bulan Bintang. Harits pun turut mengamini statement Sekjen PBB, Afriansyah Ferry Noer yang menyatakan bahwa PBB layaknya gadis cantik yang tengah diperebutkan oleh dua pria.

“PBB seperti gadis cantik yang sedang diperebutkan, pura-pura dicuekin tapi dibutuhkan yang akhirnya memancing kawan-kawan di kubu 02 untuk berpikir ternyata PBB punya sikap. Walaupun Pak Yusril bicara sebagai profesional bukan sikap partai, tapi manuver Pak Ketua itu sinyal bahwa PBB juga bisa,” tegasnya.

Meski demikian Harits menegaskan bahwa saat ini berdasarkan instruksi partai, para kader diminta untuk fokus menghadapi Pileg 2019. Sikap politik Yusril dinilai Harits semata-mata demi membesarkan partai.

“Sebenarnya instruksi pusat cukup jelas, ya. Kita diminta untuk fokus terhadap Pileg. Kader di daerah diminta untuk fokus ke Pileg. Ketum bermanuver tentu ada strategi yang dijalankannya demi membesarkan partai,” pungkasnya. (Fai)

Tinggalkan Komentar