by

LAPMI HMI Pontianak Gelar Dialog Publik Sekaligus Launching Media Online

Netralitas media massa melawan pembungkaman dan alat politik praktis jadi topik pembahasan

KalbarOnline, Pontianak – Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) HMI Cabang Pontianak menggelar dialog publik yang bertajuk ‘netralitas media massa dalam melawan pembungkaman dan alat politik praktis’ yang berlangsung di aula rumah dinas Wakil Wali Kota Pontianak, Jalan KS Tubun, Pontianak, Kamis (8/11/2018) sore.

Dalam kesempatan ini, LAPMI HMI Pontianak juga melaunching media online milik organisasi itu yakni www.eksistensinews.com yang ditandai pemotongan pita oleh Ketua Umum Majelis Daerah (MD) Kahmi Kota Pontianak, Subhan Noviar.

Acara yang dipandu Mahrus Agustian sebagai moderator ini dilanjutkan dengan dialog publik yang menghadirkan tiga narasumber diantaranya Direktur PON TV, Mursalin, S.P, Ketua KPID Kalbar, Muhammad Syarifuddin Budi, ST dan Ketua Program Studi Ilmu Politik FISIP Untan, DR. Jumadi, S.Sos., M.Si., Ph.d.

Isu terkait peran media massa di tahun politik menjadi topik utama dalam dialog yang berlangsung kurang dari tiga jam itu.

Jumadi menegaskan bahwa media di tahun politik ini memang sedang diuji, mampu atau tidak untuk menjaga netralitas dan independensi dalam pemberitaan.

“Memang tidak bisa dipungkiri, media punya framing tersendiri, media dalam membingkai pemberitaan itu tentu punya ciri khas sendiri dalam konteks menganalisis, meneropong suatu fakta dan peristiwa politik tertentu,” ujarnya.

Tapi, kata dia, apapun bentuknya, media harus mempertahankan netralitas dan independensinya termasuk kode etik jurnalistik.

“Sehingga marwah media seperti yang diamanahkan Undang-Undang Pers itu terjaga,” ucapnya.

Ia juga menyambut baik dialog yang digelar LAPMI HMI Pontianak ini.

“Paling tidak memantik media agar kembali ke jati dirinya, meski di tengah kebebasan pers tapi tetap memegang teguh idealisme media sebagai fungsi kontrol sosial,” tukasnya.

Sementara Direktur PON TV, Mursalin menegaskan bahwa di zaman sekarang sudah tidak ada lagi pembungkaman terhadap pers. Tapi, diungkapkan Mursalin, yang ada saat ini adalah kepentingan dari pemilik media massa.

“Media ini kan orientasinya bisnis. Bisnis itu harus profit. Inilah yang membuat pebisnis masuk. Sehingga membuat media memiliki kepentingan untuk mendukung owner,” ujarnya.

Terlebih lagi, lanjutnya, aturan-aturan yang mengatur juga masih belum kuat. Memasuki tahun politik, Mursalin menilai media mainstream memang cenderung memberikan pemberitaan yang sejalan dengan kepentingan owner.

“Tidak mungkinkan saya tidak mendukung Dahlan Iskan,” ucapnya.

Sementara Ketua KPID Kalbar, Muhammad Syarifuddin Budi turut menyambut baik dialog publik yang digelar LAPMI HMI Pontianak. Hal ini kata dia, juga merupakan upaya untuk mengawal proses demokrasi yang edang berjalan.

“Apa yang dilakukan ini suatu cara bagi kita melakukanpengawalan agar pemilik media tidak melakukan tindakan yang menciderai prosesdemokrasi yang sedang berjalan, biarkan pemimpin media bekerja secaraprofesional dan independen mengelola isu-isu sosial politik yang ada di tengahmasyarakat kita untuk menjamin hadirnya informasi yang adil untuk berbagaikalangan,” ujarnya.

Sementara Ketua Panitia kegiatan, Rexsi mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya mengedukasi mahasiswa di bidang pers.

“Mahasiswa juga bisa menjadi wartawan, maka dari itu LAPMI mengadakan kegiatan ini untuk memberikan edukasi mengenai media massa,” ujarnya.

Seperti diketahui bersama, kata dia, ada beberapa media yangtak menyuguhkan pemberitaan yang berimbang bahkan tidak netral.

“Maka kita mengangkat tema netralitas media massa dalammelawan pembungkaman dan alat politik praktis, agar mahasiswa mengerti hal ini supayanantinya tidak ada lagi pemberitaan yang tidak netral,” tutupnya. (Fat)

Comment

News Feed