by

Industri Sarang Walet Ketapang Tembus Pasar Internasional

PT Faicheung Eksportir pertama asal Kalbar yang tembus pasar Tiongkok

KalbarOnline, Ketapang – PT Faicheung Birdnest Industry menjadi satu-satunya industri sarang burung walet di Kalimantan Barat (Kalbar) yang berhasil menembus pasar Internasional, setelah 3 tahun lamanya mengedepankan kualitas dan mutu dari sarang waletnya.

Industri sarang burung walet yang beralamat di jalan Brigjen Katamso BTN Villa Kayong Blok B No. 27, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, Ketapang tersebut melakukan launching perdana untuk pertama kalinya telah resmi melakukan kegiatan ekspor langsung ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Selasa (6/11/2018).

Owner PT Faicheung Birdnest Industry, David Ringgo mengaku sangat bersyukur atas pencapaian yang telah diraih oleh perusahaannya. Ia juga berterima kasih kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ketapang karena menurutnya apa yang telah diraih saat ini tidak terlepas dari dukungan dan support baik dari perizinan serta membantu meningkatkan mutu industrinya.

“Jujur 3 tahun itu bukan waktu yang sebentar, dalam proses kita sempat hopeless akibat perizinan yang sulit sekali. Tetapi berkat banyaknya dukungan terutama dari Pemda dan pihak Karantina berusaha meyakinkan kita agar terus maju dan bisa membawa nama Ketapang bahkan Kalbar lebih maju lagi dari sisi industri,” ujar David saat ditemui usai launching produknya.

Ia juga mengatakan bahwa kedepan dalam melakukan produksi pihaknya akan memberdayakan tenaga kerja lokal. Lantaran menurutnya, SDM lokal yang saat ini bekerja sudah mampu memiliki kapasitas yang luar biasa. Selain itu ia juga membuka peluang kerja sama bagi petani sarang burung walet yang ingin bekerja sama dengan perusahaannya.

“Sebagai industri sarang walet satu-satunya yang ada di Kalbar yang pada hari ini resmi melakukan ekspor langsung ke RRT, saya siap membantu dan bekerjasama dengan pihak lain. Agar bersama-sama memajukan potensi dan nama daerah baik untuk Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Ketapang,” ungkapnya.

Balai Karantina Pertanian kelas 1 Pontianak sebagai pihak yang berperan dalam pengawasan serta ikut membina dan mendorong para pelaku industri sarang burung walet agar bisa berhasil tembus pasar internasional turut hadir dalam kegiatan launching perdana expor PT Faicheung Birdnest Industry.

Melalui Kepala Seksi Karantina Hewan,  Balai Karantina Pertanian kelas 1 Pontianak, Drh. Ahmad Nasiruddin Amar mengatakan bahwa hal tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden RI, Joko Widodo untuk membantu pelaku usaha serta mendorongnya agar dapat memajukan potensi daerah.

“Untuk PT Faicheung Birdnest Industry ini sudah 3 tahun kita bina, kita berikan masukan dan kita bantu untuk mengurusi segala macam, baik itu mutu dan kualitas agar dapat diterima oleh pihak Importir, khususnya di RRT,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan jika peluang industri sarang walet yang ada di Ketapang masih banyak yang berpotensi. Mengingat, bahwa saat ini tidak lebih dari 20 industri sarang walet di Indonesia yang dapat melakukan ekspor langsung ke RRT.

“Ya ini satu-satunya dan baru pertama kali di Kalbar, kita ekspor langsung ke China. Tentunya ini menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat, khususnya kabupaten Ketapang,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga berharap kepada pelaku industri sarang burung walet yang ada di Kalbar agar dapat mencontoh. Karena menurutnya setiap industri khususnya sarang walet, saat ini juga memiliki potensi untuk melakukan kegiatan ekspor langsung. “Intinya jika ada kemauan pasti bisa ekspor juga, tapi ingat ekspor itu tidak mudah kita mesti bersabar dan terus mencoba meningkatkan mutu dan kualitas produk kita, agar diterima di negara yang kita ekspor,” tandasnya. (Adi LC)

Comment

News Feed