Canangkan Kampung KB di Rasau Jaya 3, Ini Kata Wabup Hermanus

Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus memberikan sambutannya pada pencanangan kampung KB di Desa Rasau Jaya 3
Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus memberikan sambutannya pada pencanangan kampung KB di Desa Rasau Jaya 3 (Foto: ian)

KalbarOnline, Kubu Raya – Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus mengatakan agar setiap keluarga direncanakan dengan baik, menurutnya setiap penduduk membutuhkan pangan, sandang dan papan. Begitu pula fasilitas perawatan, pelayanan kesehatan, Pendidikan dan sebagainya.

“Karena itu setiap keluarga harus direncanakan dengan baik,” tegas Hermanus saat mencanangkan Kampung KB di Desa Rasau Jaya 3 Kecamatan Rasau Jaya, Selasa (30/10/2018). Pencanangan Kampung KB di Desa Rasau Jaya 3 dirangkaikan dengan pelaksanaan kegiatan PKK KB-Kesehatan.

Hermanus menuturkan pencanangan kampung KB dan PKK KB-Kesehatan adalah jawaban atas persoalan kependudukan yang terkait paradigma peningkatan kualitas kehidupan keluarga. Ia menyebut saat ini muncul sejumlah dampak negatif sebagai akibat dari persoalan rendahnya kualitas kehidupan keluarga.

Karena itu, perlu peran semua pihak untuk membantu masyarakat dalam hal kemandirian keluarga. Hal itu, menurut dia, dapat dilakukan dengan pembinaan ketahanan keluarga, mengatur jarak kelahiran dan mengembangkan kualitas keluarga.

“Pencanangan kampung KB Kabupaten Kubu Raya dalam rangka percepatan Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana di Kubu Raya. Saya berharap keterlibatan semua instansi untuk mengarahkan program dan kegiatan di desa-desa yang telah ditetapkan sebagai kampung KB,” pesannya.

Hermanus menegaskan meski bertajuk kampung KB, tidak berarti hanya BKKBN dan organisasi perangkat daerah yang menangani KB saja yang terlibat. Ia menyatakan kampung KB adalah miniatur dari upaya-upaya untuk membantu keluarga dalam perencanaan kehidupan, meningkatkan kualitas kehidupan dan membantu masyarakat mewujudkan kesejahteraan melalui fasilitas, pemberdayaan, dan pembinaan dari aparatur pemerintah.

Karena itu, kampung KB harus diselenggarakan secara sinergis oleh para lintas sektor. Mulai pemerintah, swasta, masyarakat, ormas, organisasi wanita, dan lembaga swadaya masyarakat.

“Dan itu harus didukung oleh para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan lainnya. Kampung KB ini program keroyokan untuk mencapai hasil yang optimal,” harapnya. (ian)

Tinggalkan Komentar