Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1440 H, POM Kapuas Hulu Gelar Pentas Seni Budaya Melayu

POM Kapuas Hulu Gelar Pentas Seni Budaya Melayu
Ketua DPD POM Kapuas Hulu, Rajali foto bersama usai penutupan Pentas Seni Budaya Melayu yang digelar POM Kapuas Hulu (Foto: Ishaq)

KalbarOnline, Kapuas Hulu – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriah, Persatuan Orang Melayu (POM) Kabupaten Kapuas Hulu menggelar perlombaan Pentas Seni Budaya Melayu (PSBM) yang merupakan kali pertama digelar.

Perlombaan Pentas Seni Budaya Melayu yang diselenggarakan tersebut dimulai sejak tanggal 7 sampai 9 September 2018. Adapun perlombaan terdiri dari cabang lomba Tangkai Syair, cabang lomba Tangkai Pantun, cabang lomba Tangkai Jepin (Belangkah), cabang lomba Tangkai Bujang dan Dare serta cabang lomba Tangkai Pangka’ Gasing.

Penutupan perlombaan PSBM dilaksanakan pada 9 September 2018 yang dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Ir. H. Muhammad Sukri, Wakapolres Kapuas Hulu, perwakilan Dandim 1206/Putussibau, sejumlah Kepala SKPD, Kapolsek Putussibau Selatan, Ketua MABM Kapuas Hulu, Ketua PHBI Kapuas Hulu, Ketua FPI Kapuas Hulu, Ketua Umum DPD POM Kapuas Hulu dan unsur pimpinan POM, beberapa perwakilan Ormas Islam yang ada di Kapuas Hulu, para pimpinan Sanggar Melayu serta peserta PSBM.

Ketua panitia, Dedy Ismuyadi, ST dalam laporannya menyampaikan, selaku Ketua Panitia penyelenggara PSBM, ia mengucapkan terima kasih yang tak terhingga banyak kepada semua pihak yang telah terlibat dalam kegiatan ini.

“Sehingga kegiatan seperti ini bisa terlaksana dengan baik dan ini adalah hasil kerja keras kita semua,” ujarnya.

Ismuyadi juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum DPD POM Kapuas Hulu, Rajali, SE karena atas arahan dan bimbingannya sehingga kawan-kawan pengurus POM dan pantia bisa bekerja dengan maksimal.

“Terima kasih juga kami ucapkan kepada Bapak Sekda Kapuas Hulu dan unsur forkopimda lainnya serta Ketua MABM, Ketua PHBI, Ketua FPI Kapuas Hulu, para pimpinan Sanggar Melayu serta semua peserta yang telah menghadiri undangan kami. Kami juga memohon maaf yang sebesar-besarnya mungkin dalam pelayanan dan sambutan kami terdapat hal yang kurang berkenan dihati bapak dan ibu,” jelasnya.

Jumlah peserta yang turut ambil bagian dalam PSBM ini kurang lebih sebanyak 250 orang yang terdiri dari 5 cabang perlombaan seperti Tangkai Syair diikuti 26 orang, Tangkai Pantun sebanyak 6 tim, Tangkai Jepin (Belangkah) sebanyak 6 tim, Tangkai Bujang dan Dare tingkat SD, SMP dan SMA atau Umum sebanyak 30 orang serta Tangkai Pangka’ Gasing 64 orang kategori tunggal dan sebanyak 18 tim kategori beregu.

“Mengenai pendanaan dari kegiatan ini didapat dari sumbangan PHBI Kabupaten Kapuas Hulu, iuran bulanan anggota POM Kapuas Hulu serta beberapa donatur yang menyisihkan sebagian rezekinya untuk kepentingan kebudayaan Melayu di Kapuas Hulu,” terang Ismuyadi.

Sementara Ketua Umum DPD POM Kapuas Hulu, Rajali, SE mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dengan jerih payahnya mensukseskan PSBM yang pertama ini.

“Wabil khusus saya ucapkan terima kasih kepada pihak PHBI Kapuas Hulu, anggota TAGANA Kapuas Hulu dan anggota POM se-Kapuas Hulu karena tanpa bantuan kalian semua, gawai seperti ini tidak akan terlaksana dengan baik,” ungkap Rajali yang akrab disapa Aleng.

Rajali juga sangat menyayangkan dari sekian banyak SKPD di Kapuas Hulu yang diundang, bisa dihitung dengan jari yang hadir dan dari sekian banyak sekolah yang diundang juga bisa dihitung dengan jari yang mengirimkan utusan untuk mengikuti kegiatan Pentas Seni Budaya ini.

“Padahal pendaftarannya gratis pun tidak banyak yang daftar, tapi Alhamdulillah di Kapuas Hulu masih ada juga Melayunya,” ucap Rajali.

Rajali juga menuturkan bahwa DPD POM sampai hari ini belum ada sekretariat, untuk itu pihaknya meminta kepada MABM Kapuas Hulu agar dapat kiranya POM diberikan satu tempat di MABM sebagai sekretariat.

“Karena saya berkeinginan gedung MABM ini bukannya sebagai tempat pertemuan, tempat resepsi pernikahan atau sebagainya, tetapi gedung MABM ini sebagai museum orang Melayu Kapuas Hulu, sehingga semua yang berhubungan dengan Melayu ada duplikatnya di gedung MABM ini,” pinta Rajali.

Sementara Sekda Kapuas Hulu, Muhammad Sukri dalam sambutannya sekaligus menutup PSBM ini mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada POM Kapuas Hulu.

“Karena sudah melaksanakan kegiatan Pentas Seni Budaya Melayu, karena kegiatan seperti ini merupakan salah satu cara melestarikan dan menjaga marwah Melayu,” ucap Sukri.

“Saya berharap dengan banyaknya organisasi Melayu di Kapuas Hulu jangan sampai terjadi perpecahan sesama orang Melayu, misi organisasi boleh berbeda-beda tapi visi tetap satu yaitu menjaga dan melestarikan budaya dan marwah Melayu,” ungkapnya. (Ishaq)

Tinggalkan Komentar