Gereja Santo Yoseph Tumbang Titi Diresmikan, Bupati Martin: Jangan Sampai Sepi Aktifitas Ibadah

Bupati Ketapang, Martin Rantan bersama unsur Forkopimda dan pihak Gereja Santo Yoseph Tumbang Titi saat membunyikan sirine tanda diresmikannya gereja tersebut
Bupati Ketapang, Martin Rantan bersama unsur Forkopimda dan pihak Gereja Santo Yoseph Tumbang Titi saat membunyikan sirine tanda diresmikannya gereja tersebut (Foto: */Adi LC)

KalbarOnline, Ketapang – Bupati Ketapang, Martin Rantan, SH, M.Sos meresmikan Gereja Santo Yoseph di Desa Serengkah, Kecamatan Tumbang Titi, Sabtu (8/9/2018). Peresmian gereja baru tersebut ditandai dengan membunyikan sirine oleh Bupati Ketapang bersama unsur Forkopimda dan pihak gereja.

Usai meresmikan gereja, Martin Rantan juga melakukan penandatanganan prasasti bersama dengan Uskup Ketapang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ke dalam gereja serta penanaman pohon dilokasi sekitar bangunan gereja.

Dalam sambutannya, Martin Ramtan berharap usai resmikan agar gereja dapat dipelihara dengan baik dan selalu diisi dengan kegiatan-kegiatan peribadatan oleh jemaat di sekitarnya.

“Isi dengan kegiatan peribadatan dan jangan sampai kosong, gereja yang kita bangun ini sangat refresentatif,” ujarnya.

Lebih lanjut, Martin mengatakan fungsi gereja tidak hanya semata-mata sebagai tempat ibadah namun juga sebagai pusat pengembangan kualitas dan pemberdayaan ekonomi umat. Oleh karenanya sinergis umat didalamnya harus selalu terjalin dengan baik, khususnya aktifitas spiritual dan sosial maupun ekonomi.

“Sebaiknya tempat ibadah harus dibangun dengan infrastruktur yang lengkap dengan gaya arsitektur yang indah. Agar orang yang beribadah merasa tenang dan nyaman,” pesannya.

Martin juga mengingatkan perihal tantangan kedepan yang menuntut untuk terwujudnya pembangunan kejayaan bangsa melalui pencapaian prestasi yang agamis dengan mengedepankan toleransi umat beragama atau tri kerukunan umat beragama dalam upaya bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan.

“Kita harus optimis, jika semuanya bersatu padu menggalang kebersamaan, maka kita akan terhindar dari keterpurukan, menuju umat dan bangsa yang sejahtera, mandiri, bermartabat dan relegius serta berkepribadian,” pungkasnya. (Adi LC)

Tinggalkan Komentar