Paparkan Soal Leadership, Yosepha: Pemimpin Baik itu Dibentuk bukan Dilahirkan

Paparkan Soal Leadership, Yosepha: Pemimpin Baik itu Dibentuk bukan Dilahirkan
Sekda Sintang, Yosepha Hasnah saat memaparkan materi kepemimpinan kepada siswa SMAN 3 Sintang (Foto: */Sg)

Pembekalan bagi OSIS SMAN 3 Sintang

KalbarOnline, Sintang – Puluhan siswa SMAN 3 Sintang yang tergabung dalam Organisasi Intra Sekolah (OSIS) mendapat pembekalan dari Sekretaris Daerah Sintang, Dra. Yosepha Hasnah, M.Si. Yosepha menyampaikan materi mengenai leadership atau kepemimpinan dalam kegiatan yang berlangsung di Aula SMAN 3 Sintang, Jum’at pagi (31/8/2018).

Yosepha menjelaskan mengenai OSIS yakni suatu organisasi yang berada di tingkatan sekolah yaitu di tingkat SMP dan SMA yang kemudian diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing seorang guru yang dipilih oleh pihak sekolah.

“Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada dan berhak untuk memilih calon yang kemudian menjadi pengurus OSIS. Nah, seorang pemimpin harus mampu mengerakan semua anggota organisasinya karena tanpa peran aktif anggota di dalam organisasi tersebut tidak akan mampu menunjang semua kegiatan yang ada di sekolah dan menghimpun ide, pemikiran, kreatifitas, bakat dan minat siswa ke dalam salah satu wadah yang bebas dari pengaruh negatif dari luar sekolah,” tukas Yosepha dalam paparannya.

Yosepha mengatakan suatu kepemimpinan dalam organisasi harus mampu mengelola organisasi sebagai proses memanfaatkan sumber daya organisasi baik sumber daya manusia maupun sumber daya organisasi.

“Memanfaatkan sumber daya organisasi membutuhkan rangkaian kegiatan kepemimpinan yang disiplin dan didasarkan pada idealnya organisasi itu sendiri,” imbuhnya.

Melalui organisasi, tutur dia, para pelajar berlatih dan dituntut untuk mampu bekerja sama dengan orang lain. Artinya, mampu dan tahu kapan saatnya menempatkan posisi dirinya sebagai individu dan kapan harus lebih mementingkan kepentingan organisasi demi kepentingan bersama.

“Berhasil atau tidaknya sebuah organisasi juga sangat ditentukan oleh berbagai komponen dalam sebuah organisasi. Salah satu komponen penting dan menentukan keberhasilan tersebut adalah pemimpin,” tuturnya.

Kata Yosepha, pemimpin yang baik itu adalah dibentuk bukan dilahirkan.

“Jadi, jika ingin dan mau kita dapat menjadi seorang pemimpin yang efektif. Secara fungsional dalam rangka pelaksanaan kebijaksanaan pendidikan khususnya di bidang pembinaan kesiswaan di sekolah, arti yang terkandung lebih jauh dalam pengertian OSIS adalah sebagai salah satu dari empat jalur pembinaan kesiswaan yaitu, latihan kepemimpinan, ekstrakurikuler, wawasan Wiyata Mandala,” tukasnya lagi.

Lanjut dia, secara sistem apabila OSIS dipandang sebagai suatu sistem, berarti OSIS sebagai tempat kehidupan berkelompok siswa bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Dalam hal ini OSIS Insan Cendekia dipandang sebagai suatu sistem dimana sekumpulan para siswa mengadakan koordinasi dalam upaya menciptakan satu organisasi yang mampu mencapai tujuan pembinaan kesiswaan di sekolah.

Oleh karena itu, OSIS sebagai suatu sistem ditandai beberapa ciri pokok:

  1. Berorientasi pada tujuan, memiliki susunan kehidupan kelompok, memiliki sejumlah peranan terkoordinasi berkelanjutan dalam waktu tertentu.
  2. Menghimpun ide, pemikiran, kreatifitas, bakat dan minat siswa ke dalam salah satu wadah yang bebas dari pengaruh negatif dari luar sekolah.
  3. Mendorong sikap, jiwa dan semangat kesatuan dan persatuan di antara para siswa, sehingga timbul satu kebanggaan untuk mendukung peran sekolah sebagai tempat terselenggaranya proses belajar mengajar.
  4. Sebagai tempat dan sarana untuk berkomunikasi, menyampaikan pikiran dan gagasan dalam usaha untuk lebih mematangkan kemampuan berpikir, wawasan dan pengambilan keputusan. (*/Sg)

Tinggalkan Komentar