Khawatir Korban DBD Meluas, Warga Desak Dinkes Ketapang Lakukan Fogging

Ilustrasi DBD (Foto: Ist)
Ilustrasi DBD (Foto: Ist)

KalbarOnline, Ketapang – Warga Desa Sukabangun meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Ketapang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk segera melakukan pengasapan atau fogging focus. Pasalnya, kasus demam berdarah dengue (DBD) belakangan semakin banyak menyerang warga.

LN (40) satu diantara warga Kelurahan Sukabangun Luar yang anaknya sempat menderita DBD berharap agar Pemda Ketapang segera berupaya melakukan pencegahan dan penanggulangan DBD diwilayah sekitarnya.

“Dua anak saya sempat dirawat di Agoesdjam pada 31 Juli kemarin, namun yang positif DBD cuma Al (8) dan sekarang Alhamdulillah sudah membaik dan sudah pulang ke rumah,” ungkapnya, Senin (20/8/2018).

Lebih lanjut, ia mengatakan selain anaknya serangan DBD juga dialami oleh 7 orang anak-anak yang ada didesanya. Namun, Pemda melalui dinas dan pihak terkait seperti Puskesmas belum melakukan upaya pencegahan guna menekan kasus DBD agar tak semakin meluas.

“Tahun lalu untuk pemberian bubuk abate dan fogging ada, tapi tahun ini belum. Kemaren kita juga sudah lapor ke Puskesmas dan pihak Puskesmas sudah datang dan mengatakan akan melakukan fogging namun sampai saat ini belum ada,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ketapang, Rustami mengatakan pihaknya akan sesegera mungkin memerintahkan jajarannya untuk melakukan fogging diwilayah yang terdapat kasus Demam Berdarah Dengeu (DBD).

“Saya belum dapat laporan, namun karena sudah diinformasikan maka saya akan segera koordinasikan dengan puskesmas setempat,” ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (20/8/2018).

Lebih lanjut, Rustami mengatakan pihaknya terus melakukan upaya pencegahan terhadap DBD baik dengan melakukan fogging, penaburan abate hingga melakukan advokasi bersama stakeholder terkait mengenai penanganan dan penyadaran terhadap masyarakat soal DBD.

“Kalau hari ini sudah dikomunikasikan, besok sudah bisa dilakukan fogging,” pungkasnya. (Adi LC)

Tinggalkan Komentar