PWI Kalbar Gelar Uji Kompetensi Wartawan, Gusti Yusri: Bukan Formalitas

Ketua PWI Kalbar dan Pengurus PWI Pusat serta Peserta Uji Kompetensi Wartawan, Foto Bersama Usai Kegiatan (Foto: Fai)
Ketua PWI Kalbar dan Pengurus PWI Pusat serta Peserta Uji Kompetensi Wartawan, Foto Bersama Usai Kegiatan (Foto: Fai)

KalbarOnline, Pontianak – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Barat menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) untuk jenjang Muda, Madya dan Utama dengan menghadirkan tim penguji dari PWI Pusat yang berlangsung di Aula Gedung Magister Fisip Untan Pontianak, Sabtu (11/8/2018).

Ketua PWI Kalbar, Gusti Yusri mengungkapkan bahwa PWI Kalbar UKW kali ini merupakan UKW kali ketiga yang digelar oleh PWI Kalbar.

“Memang ada diantara teman-teman wartawan yang mengikuti UKW di organisasi lain seperti AJI, LPDS atau organisasi lainnya,” katanya.

Gusti Yusri yang akrab disapa Abah ini mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada PWI Pusat yang telah merespon surat permohonan PWI Kalbar dengan sangat tanggap.

“Dalam setengah jam surat langsung dibalas. Sebenarnya, peserta melebihi kuota yang telah kita tentukan tapi sampai pada tahap administrasi ada yang mengundurkan diri dan lain hal,” imbuhnya.

Gusti Yusri yang juga merupakan Raja Tayan ini berharap semua perserta UKW dapat lulus dan mengantongi nilai yang memuaskan.

“Saya tegaskan, UKW ini bukan formalitas dan kelulusan ada di tangan peserta, untuk itu saya berharap teman-teman wartawan dapat bersungguh-sungguh mengikuti UKW ini,” ucapnya.

Sementara, Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Sasangko Tedjo mengatakan bahwa PWI menggelar UKW dimulai sejak tahun 2014 atau sudah 6 tahun berdasarkan keputusan Dewan Pers. PWI adalah lembaga penyelengara UKW terbesar dan sudah 10 ribu peserta.

“UKW digagas pada Piagam Palembang pada Hari Pers Nasional tahun 2010 yang dihadiri langsung Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Jadi, ada tiga tujuan kita masyarakat pers diberi kebebasan yang jangan lupa untuk menata diri sendiri, maka dari itu dicanangkan. Pertama kehidupan pers dengan standarisasi wartawan, standarisasi perusahaan media dan organisasi wartawan,” tandasnya. (Fai)

Tinggalkan Komentar