Rocky Gerung ke Pemuda Pontianak: Kita Diminta Terus Berpikir Bukan Menghafal Nama Ikan

Rocky Gerung, Foto Bersama Masyarakat Kalbar yang Tergabung Dalam Gerakan 2019 Ganti Presiden (Foto: Fat)
Rocky Gerung, Foto Bersama Masyarakat Kalbar yang Tergabung Dalam Gerakan 2019 Ganti Presiden (Foto: Fat)

KalbarOnline, Pontianak – Diskusi publik ‘Pemimpin Muda di Pentas Politik Nasional’ menghadirkan pengamat politik nasional yang juga merupakan pakar filsafat, Rocky Gerung dan Herzaky M. Putra, yang merupakan pengamat politik nasional, asal Pontianak, di Warunk Upnormal, Jalan Gajahmada Pontianak, Rabu (1/8/2018).

Setengah jam sebelum kehadiran Rocky Gerung, lokasi diskusi sudah dipenuhi kaum muda beda generasi yang ingin berdiskusi langsung dengan tokoh yang belakangan menjadi perhatian publik karena kerap melontarkan kritik pedas terhadap pemerintahan Jokowi dan kerap bersebrangan dengan pemerintahan saat ini, baik dari kalangan mahasiswa maupun pelajar.

Baca: Di Pontianak, Rocky Gerung Hadiri Diskusi Publik Peran ‘Pemimpin Muda di Pentas Politik Nasional’

Zaky sapaan akrab Herzaky M. Putra mengatakan bahwa pemuda memiliki pengaruh yang besar dalam suatu perubahan dan politik Indonesia.

“Jangan apatis, jangan tidak menggunakan hak pilih, sepakat ya,” ujar Zaky.

Menurut Zaky, pemuda harus melek dan peduli terhadap dunia politik.

Baca: Rocky Gerung Ingatkan Pemuda Pontianak Soal Pertengkaran Dunia Akan Datang

“Para calon harus diteliti dan dikritisi. Jangan tidak perduli. Kita generasi muda harus perduli. Karena masa depan bangsa ditentukan oleh para pemuda. Kita harus peduli politik,” tegas Zaky.

Zaky juga mengatakan bahwa kedatanganya ke Pontianak bersama Rocky Gerung untuk membuka wawasan dan pikiran kaum muda generasi millenial tetap kritis.

“Saya datang ke Pontianak berniat membuat acara ini dengan asumsi, asumsi saya adalah bagaimanapun kaum muda generasi milenial masih sangat tajam dan kritis yang bisa digunakan untuk membangun bangsa ini, jika mendapat saluran yang tepat. Itu yang saya lihat, dan saya lihat sangat jarang sekali acara-acara seperti ini. Alhamdulillah, saya bersama Prof Rocky Gerung hadir disini dengan asumsi seperti itu, melihat masa depan bangsa ini salah satunya akan ditentukan dan berawal dari pemuda generasi milenial yang ada diruangan ini. Tolong tetap kritis, tetaplah berfikir,” pesannya.

Sementara, Rocky Gerung mengawali diskusi tersebut, menerangkan apa yang menjadi tata bahasa baru dunia milenial. Kalau misalnya anda ada didalam forum-forum seminar internasional misalnya, yang isinya ada peneliti muda, akademisi muda, anda nggak akan ditanya ‘anda dari mana’ dan anda tentu katakan anda dari Indonesia. Dia gak akan tanya ‘Do You Speak English, French, Deutsch’, dia akan tanya ‘Do You Speak democracy’, ‘Do You Speak Human Rights’, ‘Do You Speak Environmental Ethics’, Do You Speak Feminism’, itu tata bahasa baru internasional.

“Jadi, kita bagian dari bangsa Indonesia yang ada persis di Garis Khatulistiwa harus tumbuh didalam tata bahasa baru itu. Paham tentang etika lingkungan, paham tentang HAM, paham tentang teknologi. Itu yang kita akan pertengkarkan di dunia yang akan datang, dunia yang akan anda hidupi sejak hari ini. Jadi bersiaplah untuk masuk dalam pertengkaran intelektual, politik adalah pertengkaran intelektual, politik adalah tukar tambah akar pikiran. Kita diminta untuk terus berpikir, bukan menghafal nama-nama ikan, sehingga kita menjadi generasi penghafal,” ujarnya.

“Anda lihat konstitusi kita, Undang Undang Dasar kita, salah satu tugas pemerintah kita yang diwajibkan UUD adalah cerdaskan kehidupan bangsa, artinya berpikir, berpikir dan berpikir. Mencerdaskan kehidupan bangsa itu adalah perintah UUD kepada Presiden. Sekarang kita lihat, apakah Presiden taat pada perintah itu, kalau dia hanya mengajarkan anak-anak SD/SMP untuk menghafal nama-nama ikan, tidak mencerdaskan, karena itu menjadi penghafal,” sambungnya.

Menurut Rocky, Indonesia harus berhenti menjadi bangsa penghafal.

“Dan saatnya di 2019, kita ucapkan, kita generasi milenial ingin Indonesia yang berpikir, bukan Indonesia yang cengengesan,” tegasnya.

Rocky mengatakan bahwa ada bukti bahkan dari Upnormal Corner ada pikiran bermutu. Dengan kata lain, lanjutnya, di seluruh Indonesia sebetulnya, ada banyak jumlah pikiran bermutu yang belum ter-approve, karena kondisi politik.

“Jadi saya percaya bahwa setiap kesempatan untuk menghasilkan perubahan, kesempatan itu adalah milik generasi muda. Kata Bung Karno, beri saya 10 pemuda dan saya akan mengguncang dunia. 10 pemuda saja, disini lebih dari 10 pemuda, jadi bukan sekedar kalian mampu mengguncang dunia, bahkan kalian sanggup mengganti dunia, lebih dari 10 itu. Jadi jangankan mengganti Presiden, mengganti dunia saja bisa,” tutur Rocky disambut tepuk tangan riuh para peserta audisi.

Menurut Rocky, ada satu hal yang tidak pernah menjadi tua, yaitu pikiran. Pikiran gak mungkin uzur, tubuh kita bisa uzur, tapi pikiran tidak mungkin uzur kecuali dia tidak dipakai. Jadi satu-satunya peralatan hidup yang dibuat abadi oleh pencipta adalah pikiran, bahkan ketika anda punah sebagai tubuh, terurai secara biologis, kalau anda meninggal anda jadi mineral kembali ke bumi, kimianya terurai, pikiran anda tetap. Jadi pikiran itu tidak mungkin menjadi tua, pikiran tak bakal uzur. Oleh karena itu, kita ada di Warunk Upnormal sekarang untuk merayakan pikiran.

“Intinya kenapa saya bersedia untuk bertemu dengan saudara-saudara. Karena kita ingin melakukan pertemuan pikiran. Merayakan pikiran artinya merayakan kemungkinan perubahan. Pikiran hanya disebut pikiran, kalau dia terus menerus berpikir tentang perubahan itu. Pikiran menjadi tua kalau dia tidak memikirkan perubahan. Jadi itu filosofi utama dari Politik,” ujarnya.

“Demikian halnya kita berpolitik untuk menghasilkan perubahan. Jadi berpikir dan berpolitik, sama niatnya yaitu untuk mengubah dunia. Jadi kalau kita berpolitik artinya kita ingin mengubah sesuatu, kalau kita berpikir artinya ingin mengubah sesuatu. Bagi pemuda mengubah itu adalah kenikmatan, karena kita tidak mau stagnan, kita tidak mau tidak move-on, jadi mengubah adalah kenikmatan, dengan cara apa kita mengubah, dengan cara kekuatan pikiran, karena itu muda adalah kekuatan, tua adalah kenikmatan. Saya tua tapi saya menikmati kekuatan pemuda. Jadi kalau kita hitung disini, ada energi intelektual yang berlebih diruangan ini yang bisa kita investasikan untuk menghasilkan perubahan, dan saya percaya bahwa kumpulan pikiran disini kalau saya tukar tambah dengan kumpulan pikiran di Senayan di DPR masih ada kembalian disini,” tegasnya.

Dalam closing statement, Rocky menegaskan bahwa ada kelebihan energi di Kalbar.

“Satu setengah jam Saya membaca, ada kelebihan energi di sini. Dan energi itu ditekuk oleh kekuasaan. Kita di sini, sama-sama mengalami tekukan. Ditekuk seperti rotan. Namun kita semua tidak akan patah, hanya melengkung dan mereka yang pernah melengkung pada saatnya akan kembali lurus merentang,” kata Rocky.

Usai diskusi, Rocky Gerung mengaku puas terhadap antusias pemuda-pemuda di Pontianak.

“Sangat bagus sekali, ini antusias untuk perubahan, itu menandakan ada keinginan di seluruh pelosok Indonesia tentang hal yang sama yaitu perubahan. Seharusnya, tokoh-tokoh politik datang mendengarkan keadaan ini,” katanya.

Ia juga berpesan kepada pemuda-pemuda di Pontianak harus kritis dan percaya dapat membuat perubahan bagi bangsa.

“Pemuda itu artinya berfungsi untuk perubahan. Jadi, didalam perubahan ada harapan. Jadi berpolitik demi harapan artinya mengupayakan perubahan. Bukan sekedar merdeka, dia harus benar-benar menghasilkan kemerdekaan untuk orang lain juga,” pesannya.

Pengamat politik nasional yang juga merupakan pakar filsafat, Rocky Gerung mengatakan bahwa dirinya lebih merasakan kenikmatan berdiskusi dengan kalangan kampus (civil society) daripada berdiskusi dengan politisi DPR.

“Saya setiap minggu ke daerah-daerah, diundang, universitas. Saya lebih senang bertemu dengan kalangan kampus (civil society) itu lebih nikmat daripada berdiskusi dengan politisi DPR,” ujarnya. (Fat)

Tinggalkan Komentar