Buka BBGRM Sintang, Bupati Jarot: Dengan Semangat Gotong Royong Kita Bangun Ketertinggalan

Bupati Sintang, Jarot Winarno, Memberikan Sambutannya, Saat Membuka BBGRM Sintang ke-15 tahun 2018 di Desa Semajau Mekar, Kecamatan Ketungau Hilir (Foto: */Sg)
Bupati Sintang, Jarot Winarno, Memberikan Sambutannya, Saat Membuka BBGRM Sintang ke-15 tahun 2018 di Desa Semajau Mekar, Kecamatan Ketungau Hilir (Foto: */Sg)

Pembukaan pencanangan BBGRM Sintang ke-15 tahun 2018

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka kegiatan pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat atau BBGRM Sintang ke-15 yang dilaksanakan di Desa Semajau Mekar, Kecamatan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang dan juga sekaligus penutupan turnamen sepakbola antar desa di Kecamatan Ketungau Hilir, Senin (30/7/18).

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Sintang, unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sintang, unsur Forkopimcam Ketungau Hilir, unsur perbankan, unsur swasta, masyarakat Desa Semajau Mekar, dan unsur terkait lainnya.

Baca: Lepas Kontingen Pesparawi Sintang, Bupati Jarot Pesankan: Berjuang Dengan Optimal dan Harumkan Nama Kalbar

Baca: Buka Pelatihan Pembangunan Berkelanjutan, Bupati Jarot: Komitmen Wujudkan Sintang Lestari

Dalam kesempatan itu, Bupati Jarot mengatakan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) merupakan kegiatan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur bangsa yakni semangat gotong royong dan inilah medium yang tepat untuk membangun bangsa karena akan tercipta musyawarah mupakat dalam menentukan kebijakan dan gotong royong dalam bekerja sehingga ini harus terus diajarkan kepada masyarakat.

“Orang yang tidak bisa bergotong royong kalau dia tidak bisa inklusif, tidak bisa damai dalam hidupnya dia harus menerima bahwa membangun itu harus semua elemen bangsa harus diikut sertakan, sekalipun beda budaya, beda suku bangsa, beda agama, semua bersatu baru bisa gotong royong,” ujar Bupati Jarot.

Dijelaskan Jarot, bahwa gotong royong merupakan intisari dari Pancasila sebagai warisan leluhur bangsa saat ini sudah mulai luntur karena sebelumnya masyarakat yang dulunya dari masyarakat agraris dan masyarakat pedesaan bergeser menjadi jadi masyarakat perkotaan.

“Sifat-sifat individualistik dari perkotaan itu meresap sampai ke desa rupanya, dengan kemajuan jaman, kalau tidak selalu kita ingatkan nanti luntur dan inilah contoh yang bagus bahwa organisasi perangkat daerah, lembaga swasta, lembaga keuangan perbankan, semuanya turun memberikan bantuan meskipun hanya satu kaleng cat, satu tangki air dan lainnya turun untuk membantu desa Semajau Mekar dan desa-desa lainnya,” jelasnya.

Dipilihnya Desa Semajau Mekar, Kecamatan Ketungau Hilir sebagai tuan rumah pencanangan BBGRM Sintang tahun 2018 ini, diakui Jarot, memang Desa Semajau Mekar ini merupakan terasnya Kabupaten Sintang karena berbatasan dengan Kabupaten tetangga yakni Kabupaten Sekadau.

Selain itu diakuinya bahwa untuk pembagian alokasi pembangunan Kecamatan Ketungau Hilir ini selalu ditinggalkan sehingga inilah mengapa tujuan BBGRM Sintang ini dilaksanakan di Kecamatan Ketungau Hilir.

“Saya sebagai Bupati merasakan bahwa di Ketungau Hilir ini selalu ditinggalkan, kenapa orang berpikir Ketungau Hilir ini termasuk daerah perbatasan padahal bukan, jadi yang dari kue pembangunan kawasan perbatasan tidak dapat dari pembangunan umum pun tidak dapat, selalu begitu, terutama Ketungau Hilir sebelah kiri, inikan ada 4 desa besar, Semajau Mekar, Semuntai, Sejirak dan Ratu Damai,” akunya.

Untuk itu, tegas Jarot, dengan adanya kegiatan BBGRM di Desa Semajau Mekar inilah pemerintah Kabupaten Sintang akan memulai kembali mengutamakan pembangunan di Kecamatan Ketungau Hilir.

“Mulai sekarang inilah kita utamakan, saya pergi ke Semuntai liat pembangunan disana ketika kita singgah di Ratu Damai kita kasih jembatan gantung, nah Semajau Mekar sekarang ini BBGRM, kita pergi nanti ke Sejirak, saya minta undang dari Sejirak kita liat supaya merata pembangunan disini apalagi daerah sini berbatasan dengan Kabupaten Sekadau, masa Sekadau maju pesat lalu kita ketertinggalan itulah kita berikan disini,” pungkas Jarot.

Sementara, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang, Hulidal Mochtar mengatakan kegiatan pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ini dilaksankan dari 30 Juli hingga 23 Agustus 2018 ini dengan sasaran yakni di bidang kemasyarakatan, bidang ekonomi, bidang sosial dan agama, serta bidang lingkungan hidup.

“Selain itu kegiatan BBGRM ini bertujuan untuk menumbuhkan tanggung jawab bersama pada desa dan lingkungan tentang arti pentingnya gotong royong, terciptanya ketentraman, kenyamanan, keamanan lingkungan,” kata Hulidal.

Tambah Hulidal bahwa kegiatan BBGRM di Desa Semajau Mekar ini melibatkan instansi atau unsur Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Sintang, BUMN, BUMD, pihak swasta dan unsur terkait lainnya dan juga dilakukan penyerahan bantuan baik dari Bupati Sintang, Wakil Bupati Sintang, Sekda Kabupaten Sintang, OPD, dan pihak lainnya kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut juga turut dirangkaikan dengan kegiatan penanaman pohon oleh Bupati Sintang, unsur Forkopimda, OPD dan lainnya. (*/Sg)

Tinggalkan Komentar