Bupati dan Uskup Resmikan Gereja Katolik Santo Petrus Semplas

Gereja Katolik Santo Petrus Semplas
Bupati Sekadau, Rupinus, Didaulat Memancung Buluh Muda, Sebagai Rangkaian Peresmian Gereja Katolik Santo Petrus Semplas (Foto: */Mus)

KalbarOnline, Sekadau – Bupati Sekadau Rupinus, SH., M.Si bersama Uskup Keuskupan Sanggau Mgr. Yulius Mencucini, Cp melakukan peresmian gereja Katolik Santo Petrus Semplas, Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau, Desa Timpuk, Kecamatan Sekadau Hilir, Sabtu (21/7/2018).

Turut hadir mendampingi Bupati dalam peresmian gereja Katolik Santo Petrus Semplas itu antara lain Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Dukcapil, Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) dan Kasat Pol PP. Tampak pula hadir, Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Aron dan Abun Tono.

Kedatangan rombongan Bupati dan Uskup Keuskupan Sanggau disambut antusias oleh umat Katolik Stasi Semplas dengan tarian adat, prosesi adat, pemancongan buluh muda dan injak telur yang merupakan wujud penghormatan masyarakat kepada tamu agung.

Peresmian gereja berukuran 8 x 16 itu ditandai dengan pembukaan tirai papan plang gereja oleh Bupati Sekadau dan Uskup Keuskupan Sanggau serta ditandai dengan pengguntingan pita oleh anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Aron.

Setelah peresmian gereja dilakukan oleh Bupati, dilanjutkan dengan pemberkatan gereja, misa syukur dan pemberian sakramen krisma oleh Uskup kepada puluhan umat Katolik Semplas.

Ketua Panitia pembangunan gereja Katolik Santo Petrus Semplas dalam laporannya menyebutkan besarnya anggaran yang digunakan untuk membangun gereja Katolik Semplas senilai Rp270 juta. Adapun sumber dana tersebut menurutnya berasal dari bantuan hibah Pemerintah Kabupaten Sekadau sebesar Rp125 juta, swadaya umat katolik sempalas sebesar Rp30 Juta, bantuan dari Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau sebesar Rp15 juta dan bantuan dari donatur lainnya.

Bupati Rupinus apresiasi umat Katolik Semplas mampu bangun gereja yang megah

Bupati Rupinus dalam sambutannya menyambut baik dan mengapresiasi partisipasi umat katolik Semplas dalam membangun gereja yang cukup bagus dan megah ini.

“Saya puji umat katolik Sempalas ini karena bisa membangun gereja yang megah ini, padahal dua tahun lalu ketika saya meresmikan gereja Katolik di Tabai saat saya melewati Semplas ini belum ada tanda-tanda mau dibangun gereja, tetapi hari ini kita bisa melihat sebuah bangunan gereja yang kokoh dan megah di stasi Semplas ini,” ujar Bupati.

Bupati Rupinus juga berharap gereja baru membawa spirit rohani baru sehingga umat katolik di Semplas selalu rajin beribadah dan berbakti kepada Tuhan.

“Umat Katolik harus rajin sembayang karena ini adalah rumah Tuhan. Gunakanlah gereja ini sebagai tempat untuk berdoa dengan tuhan, tempat untuk kegiatan rohani. Bupati juga minta agar gereja semplas ini betul-betul dijaga dan rawat, sebab membangun itu mudah tetapi peliharanya sangat sulit. Tetaplah umat katolik di semplas ini bersatu dalam pengembangan iman,” pesannya.

Sementara itu Uskup Keuskupan Sanggau Mgr. Yulius Mencucini, Cp dalam sambutannya berpesan kepada umat katolik di stasi Semplas khususnya agar gereja ini betul-betul digunakan oleh umat sebagai tempat untuk berdoa dengan tuhan.

“Apa guna mendririkan gereja yang sudah megah kalau tidak digunakan untuk sembayang. Umat mendirikan gereja ini bukti umat mencintai tuhan, untuk itu gereja ini harus diisi dengan kegiatan-kegiatan rohani, bilamana ada masalah, ajak umat berdoa di gereja,” pesan Uskup.

Berkaitan dengan sakramen krisma, Uskup Yulius menjelaskan bahwa sakramen Krisma adalah salah satu dari tiga  sakramen inisiasi Kristen, yaitu Sakramen Baptis, Ekaristi dan Penguatan atau Krisma. Sakramen Krisma memiliki dasar Kitab Suci dari Kis 8:16-17 “Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus.”

Didalam sakramen Krisma, si penerima kita menerima “Kepenuhan Roh Kudus” sehingga dapat secara penuh dan aktif berkarya dalam Gereja. Dalam Sakramen Krisma juga ada Pengurapan dengan minyak Krisma yang berarti kita yang sudah menerima Krisma dikuduskan, dikhususkan, dan menerima kuasa untuk melakukan tugas perutusan kita sebagai umat beriman.

“Dengan menerima Sakramen Krisma, kita menerima Roh Kudus yang merupakan meterai, tanda bahwa kita ini milik Allah,” ungkap Uskup Sanggau dalam pesan Krisma kepada para remaja yang baru dikuatkan tersebut.

Lebih jauh dikatakan uskup keuskupan Sanggau, gereja katolik Santo Petrus semplas merupakan gereja di Keuskupan Sanggau ke-16 yang diresmikan per Juli 2018 ini. Dan ada 875 Gereja Katolik yang sudah diresmikan oleh Mgr. Yulius Mencucini, CP sejak 28 tahun menjadi uskup Keuskupan Sanggau. (*/Mus)

Tinggalkan Komentar