Tutup PGD Sintang 2018, Wabup Askiman: Adat Istiadat Warisan Leluhur yang Patut Kita Jaga Bersama

Wakil Bupati Sintang, Askiman, Secara Resmi Menutup PGD Sintang 2018 yang Ditandai Dengan Pemukulan Gong (Foto: */Sg)
Wakil Bupati Sintang, Askiman, Secara Resmi Menutup PGD Sintang 2018 yang Ditandai Dengan Pemukulan Gong (Foto: */Sg)

KalbarOnline, Sintang – Pekan Gawai Dayak (PGD) Kabupaten Sintang tahun 2018, secara resmi ditutup oleh Wakil Bupati Sintang, Askiman yang ditandai dengan pemukulan gong, di halaman depan Gedung Olahraga Indoor Apang Semangai, Kompleks Stadion Baning Sintang, Jumat malam (20/7/2018).

Pada malam penutupan Pekan Gawai Dayak, ratusan masyarakat berkumpul berbaur menjadi satu mata memandang ke arah panggung, untuk menyaksikan malam penutupan Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang tahun 2018.

Wabup Askiman dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan gawai dayak ini selain ungkapan rasa syukur kita kepada Tuhan tetapi juga sebagai pelestarian budaya.

“Bahwa Pekan Gawai Dayak ini juga merupakan upaya kita untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan adat istiadat kita, karena budaya kita serta seni budaya kita adalah warisan dari leluhur kita yang patut kita jaga bersama,” kata Askiman.

Menurut Askiman seseorang harus bangga untuk menunjukkan suatu kebudayaan dan adat istiadatnya karena merupakan suatu model identitas diri masyarakat.

“Kita harus bangga bahwa adat dan kebudayaan lokal yang kita miliki dapat menuntun kehidupan kita secara nyata, yang didalamnya terkandung nilai filosofi yang sangat luar biasa dapat membentuk karakter kehidupan dengan menjunjung tinggi adat basa sebagai norma kesopanan, norma moral dan norma religius serta kebudayaan menjadi model identitas diri masyarakat yang harus kita banggakan,” tuturnya.

Askiman menambahkan bahwa kegiatan Pekan Gawai Dayak untuk di Kabupaten Sintang sudah ditetapkan menjadi agenda tahunan.

“Jadi dalam rangka kita bersyukur dan melestarikan adat istiadat dan budaya kita, kegiatan Pekan Gawai Dayak ini kita tetapkan sebagai agenda tahunan, akan tetapi setiap desa, setiap kecamatan agar untuk mempersiapkan diri dan semaksimal mungkin untuk memeriahkan dan mengikuti kegiatan gawai dayak di tahun depan agar lebih ramai lagi,” tambahnya.

Askiman berharap agar tahun depan seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang untuk ikut berkontribusi dan berpartisipasi dalam membuat stand-stand di Pekan Gawai Dayak.

“Jadi tahun ini ada satu kecamatan yang tidak ikut dalam stand pameran budaya, tetapi tahun depan saya berharap semua kecamatan di Sintang harus bisa mengikuti semua kegiatan, karena selain seni budaya, kita juga mempromosikan produk unggulan dari setiap Kecamatan yang kita tampilkan di stand tersebut,” harapnya.

Sementara, Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Pekan Gawai Dayak, Yustinus menyampaikan rasa bangga dan bahagia dimalam penutupan Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang.

“Atas nama panitia tentunya berbangga dan berbahagia karena malam ini dihadiri banyak masyarakat dayak dan masyarakat semuanya, dan tentunya kepada Bapak Wakil Bupati Sintang bersama jajaran Forkopimda dan pimpinan OPD dapat hadir didalam acara penutupan malam gawai dayak ini,” ungkapnya.

Yustinus menyampaikan bahwa selama pelaksanaan Pekan Gawai Dayak yakni lima hari berturut-turut berjalan dengan aman.

“Kita mulai Pekan Gawai Dayak dari tanggal 16 Juli 2018 dan ditutup pada tanggal 20 Juli 2018, tentunya dengan lima hari pelaksanaan kegiatan Gawai Dayak di Kabupaten Sintang tahun 2018 berjalan dengan baik, aman, dan lancar tidak ada kendala apapun,” paparnya.

Selain itu juga, lanjut Yustinus, bahwa Pekan Gawai Dayak tahun 2018 kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena ramai masyarakat yang turut andil dan berpartisipasi dalam pelaksanaan PGD tahun ini.

“Jadi tentunya ini berbagai macam lomba, mulai dari stand-stand pameran semua Kecamatan turut mengikuti kecuali hanya ada satu kecamatan yang tidak ikut, tentunya kedepan kami akan berupaya terus untuk menyatukan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan PGD sehingga akan semakin maju dan berkembang,” tambahnya.

Pada malam penutupan Pekan Gawai Dayak ke-VII Kabupaten Sintang tahun 2018, Wakil Bupati Sintang dan Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang memberikan hadiah kepada para pemenang-pemenang lomba, dan akhirnya Kecamatan Ketungau Hilir menjadi juara umum pada pelaksanaan kegiatan Pekan Gawai Dayak di Kabupaten Sintang. (*/Sg)

Tinggalkan Komentar