Soal Kondisi Jalan Sandai, Ketua DPRD: Infrastruktur Memadai Merupakan Harapan Rakyat

Potret Jalan Rusak di Kecamatan Sandai, Ketapang (Foto: */Adi LC)
Potret Jalan Rusak di Kecamatan Sandai, Ketapang (Foto: */Adi LC)

KalbarOnline, Ketapang – Terkait kondisi jalan raya di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang yang mengalami kerusakan cukup parah dan mengancam keselamatan pengendara sehingga menimbulkan aksi protes dari warga Desa Istana dengan membentangkan spanduk bertuliskan nada kekesalan di sekitar lokasi jalan rusak yang sempat viral di sosial media mendapat tanggapan serius dari DPRD ketapang.

Ketua DPRD Ketapang, Budi Mateus menilai aksi protes warga yang viral tersebut merupakan hal wajar dari masyarakat yang menginginkan pembangunan infrastruktur memadai guna menunjang kelancaran aktivitasnya.

“Itu merupakan harapan rakyat yang saya nilai wajar, tinggal Pemda dalam hal ini Pak Bupati, DPRD harus merespon harapan masyarakat tersebut,” ungkapnya.

Ia berharap agar apa yang disampaikan masyarakat harus menjadi motivasi daerah untuk terus meningkatkan pembangunan, namun ia juga berharap masyarakat harus bersabar karena pembangunan yang dilakukan tentu bertahap dan menyesuaikan dengan anggaran yang ada.

“Sandai merupakan Kecamatan yang besar jadi perlu perhatian, kita berharap di APBD perubahan atau murni 2019 bisa dianggarkan baik perbaikan jalan berlubang maupun pembangunan jalan yang sudah ada ditimbun tanah,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PUTR Ketapang, Mahsus, ST mengakui bahwa sebelumnya pihak dinas sudah mengetahui perihal kondisi jalan tersebut namun belum mengalami kerusakan parah seperti saat ini.

“Jalan tersebut merupakan milik kabupaten, sebelumnya sudah diketahui jalan itu namun kondisinya belum parah, sekarang karena kondisi sudah parah jadi kita akan masukan di APBD perubahan,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (19/7).

Ia juga mengatakan pada saat anggaran perubahan akan melakukan perbaikan dengan pengembalian kondisi pada jalan tersebut.

“Namun belum sepenuhnya dilakukan perbaikan dikarenakan keterbatasan anggaran, hanya akan dilakukan penimbunan terlebih dahulu. Tahun depan baru akan kita lakukan pengaspalan,” pungkasnya. (Adi LC)

Tinggalkan Komentar