Soal ‘Kantor Polisi Bersama’, Polri Sebut Sunario Terlalu Pede

KalbarOnline, Nasional – Kapolres Ketapang, AKBP Sunario resmi dicopot dari jabatan Kapolres terkait viralnya prasati atau plakat bertuliskan ‘Kantor Polisi Bersama’ antara Polres Ketapang dengan Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok Provinsi Jiangzu Resor Suzhou di media sosial.

Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto mengatakan bahwa dicopotnya Sunario lantaran telah menyalahi prosedur yang berlaku di tubuh Polri.

“Bahkan dia (Sunario) tak melapor sama sekali soal plakat itu, sama sekali tidak ada. Kapolda saya cek nggak ngerti, Divhubinter nggak ngerti, langsung ke Polres. Itu Kapolres terlalu pede, itu nggak boleh,” ujar Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Polri menyebut tak ada izin yang terkait kerja sama Polres Ketapang dengan Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok Provinsi Jiangzu Resor Suzhou.

“Ada urusan yang merupakan kewenangan pemerintah pusat, termasuk hubungan luar negeri. Nah, Polri juga begitu. Jangankan di daerah, ada kunjungan saja dari polisi luar, jangankan polisi luar, atase yang sudah ditempatkan di sini, dia mau ke Ketapang, dia harus lapor ke Divhubinter,” kata Setyo.

Sebelumnya, Sunario dicopot dari jabatannya terkait viralnya plakat bertulisan ‘Kantor Polisi Bersama’ antara Polres Ketapang dengan Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok Provinsi Jiangzu Resor Suzhou. Penggantinya sudah disiapkan.

Kabid Humas Polda Kalimantan Barat Kombes Nanang Purnomo menjelaskan surat mutasi AKBP Sunario telah diterbitkan dan penggantinya sudah disiapkan. Sunario di-nonjob-kan dengan menjadi pamen di Polda Kalbar.

“(Pengganti AKBP Sunario) Kapolres Singkawang, AKBP Yury Nurhidayat,” tutur Kombes Nanang. (Adi LC)

Tinggalkan Komentar