Buka PGD ke-VI Kabupaten Sintang, Bupati Jarot: Warisan Nenek Moyang Wajib Kita Lestarikan

Bupati Sintang, Jarot Winarno Beserta Rombongan Saat Disambut Dengan Tarian Adat Dayak Sebelum Membuka PGD ke-VI Kabupaten Sintang (Foto: */Sg)
Bupati Sintang, Jarot Winarno Beserta Rombongan Saat Disambut Dengan Tarian Adat Dayak Sebelum Membuka PGD ke-VI Kabupaten Sintang (Foto: */Sg)

Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang Tahun 2018

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno didampingi Wakil Bupati Sintang, Drs. Askiman, MM dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Dra. Yosepha Hasnah, M.Si membuka Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-VI Kabupaten Sintang 2018 di Komplek Stadion Baning, Senin (16/7/2018).

Tarian etnik dayak menyambut kedatangan rombongan Bupati Sintang di arena Pekan Gawai Dayak tahun 2018. Dengan menggunakan adat dayak Seberuang, Bupati Jarot melakukan pemotongan ompong sebagai tanda masuk dan diterimanya para tamu undangan.

Warna merah mendominasi keramaian di Stadion Baning Sintang. Sebuah panggung besar berdiri di depan GOR Apang Semangai. Serangkaian stand dewan adat dayak dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang tampak berdiri di sisi Stadion Baning.

Kegiatan ini pada tahun ini mengusung tema, “Dalam Keberagaman kita wujudkan budaya dan seni dayak”. Tampak hadir pada acara ini Bupati Kabupaten Melawi, Panji. Panji juga menyerahkan bantuan dana kepada panitia.

Kemudian, Bupati Jarot bersama rombongan membuka tempayan tuak (minuman khas dayak, hasil permentasi ketan.red) pemali atau tuak adat.

Ada 5 tempayan yang disediakan. Bupati Sintang dan Bupati Melawi memberikan sejumlah uang untuk pembayaran adat membuka tempayan. Kemudian para tamu meminum tuak dari tembayan menggunakan sedotan yang terbuat dari bambu.

Cara meminum ini dikenal dengan istilah menyuling. Prosesi ini diiringi dengan nyanyian dalam bahasa dayak dan tabuhan ketebung (gendang panjang khas masyarakat dayak.red). tata cara pembukaan ini dikenal dengan istilah betabuh dan besasu, kekhasannya merupaakn kekayan budaya milik masyarakat Dayak subsuku Iban Demam.

Usai menyuling, para pimpinan daerah dan tamu undangan mendengarkan pembacaan peraturan gawai atau besait.

Wakil Bupati Sintang, Askiman memukul gong sebanyak 7 kali sebagai simbolisasi dibukanya PGD Sintang tahun 2018.

“Nenek moyang kita mengajarkan hubungan spiritual dengan Petara, Jubata, Puyang Gana dan Alam melalui berbagai tradisi yang diwariskan kepada kita, termasuk acara gawai ini. Pada saat gawai, kita bersama-sama mau mengucap syukur atas panenan, atas hasil kerja kita selama ini juga sekaligus memohon berkat untuk ladang dan kerja kita pada tahun mendatang,” tukas Bupati Jarot.

“Masyarakat Sintang memiliki kekayanan budaya dan alam yang sangat banyak, sudah seyogyanya kita melestarikan warisan nenek moyang ini,” tambah Bupati.

Sementara, Ketua DAD Sintang, Jeffray Edward menilai persiapan dari panitia sangat maksimal, dari semua kecamatan juga mengirim kontingen.

“Saya berharap pekan gawai ini bisa meriah dan bisa diikuti oleh seluruh masyarakat Sintang dan sekitarnya. Mudah-mudahan ini dapat menjadi daya tarik bagi para wisatawan,” harapnya.

Sementara, Ketua Panitia PGD ke-VI Kabupaten Sintang, Yosep Sudiyanto mengatakan bahwa gawai tersebut turut dimeriahkan dengan 16 kegiatan lomba. Ia berharap seluruh kontingen dapat berpartisipasi.

“Kita ingin kegiatan ini dapat berlangsung setiap tahun, agar budaya Dayak dapat semakin di kenal oleh masyarakat luas dan sekaligus menjadi sarana untuk kita melestarikan tradisi budaya yang kita miliki,” kata Yosep yang juga merupakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Sintang.

Pembukaan Pekan Gawai Dayak ini ditutup dengan pelepasan pawai kendaraan hias berciri khas dayak dari DAD 14 Kecamatan dan dari berbagai sanggar seni dan budaya Dayak yang ada di Sintang. Ada 35 mobil dan truk hias yang ikut berpartisipasi dalam pawai ini. (*/Sg)

Tinggalkan Komentar