Alumni 212 Kalbar: Kemenangan Midji-Norsan Bukan Tolak Ukur Kemenangan Jokowi di Kalbar

Alumni 212 Kalbar, Isa Anshari (Kiri) (Foto: Ist)
Alumni 212 Kalbar, Isa Anshari (Kiri) (Foto: Ist)

KalbarOnline, Pontianak – Bertebaran sejumlah spanduk yang bertuliskan “Terima Kasih Pak Jokowi Pilkada 2018 Kite Aman dan Lancar” dengan menyandingkan foto Presiden Joko Widodo dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar terpilih, Sutarmidji – Ria Norsan (Midji-Norsan) di seputaran Kota Pontianak.

Tentu hal ini tentu sangat tidak sesuai, ditambah kalimat yang sangat rancu, kontras akan upaya ‘mempolitisir’ kemenangan Midji-Norsan yang dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.

“Suksesnya Pilkada Kalbar tentu karena masyarakat Kalbar yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Bukan karena (maaf) Pak Jokowi,” ujar Ali Dhemil, salah seorang warga Pontianak, Kalbar, Rabu (11/7/2018).

“Terus, apa iya sudah disetujui oleh Bapak Sutarmidji dan Bapak Ria Norsan?,” tanya Ali.

Menurut Ali, spanduk itu akan dinilai resmi apabila si pembuat mencantumkan nama, logo organisasi atau sebagainya.

“Tentu itu tidak akan dianggap ‘liar’. Hal inikan, jadi dianggap liar, karena belum tentu ada persetujuan beliau berdua. Kalaupun itu (spanduk) dibuat oleh tim koalisi, relawan dan simpatisan, organisasi yang mendukung serta pihak-pihak yang ikut bertarung dalam Pilkada kemarin, tentu akan mencantumkan nama, logo dan sebagainya. Misalnya dari parpol pengusung, tentu minimal harus ada logo parpol. Ini jelas dapat dikategorikan pencatutan nama Midji-Norsan,” tegasnya.

Spanduk liar ini, juga mendapat tanggapan dari, perwakilan Alumni 212 Kalimantan Barat, Isa Anshari.

Meskipun ada upaya untuk menggerus gerakan konstitusional #GantiPresiden2019, pihaknya, kata Isa tak akan henti-hentinya menggaungkan gerakan #2019GantiPresiden.

“Apapun yang terjadi, termasuk spanduk ‘liar’ yang bertebaran di Kota Pontianak tidak akan merubah pendirian kami, alumni 212 Kalbar untuk tetap menggaungkan gerakan rakyat #2019GantiPresiden,” tegas Isa.

Isa menilai, spanduk tersebut karena ada pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi atas kemenangan Midji-Norsan, seakan-akan Midji-Norsan menang di Kalbar dapat menjadi tolak ukur kemenangan bagi Jokowi di Kalbar.

“Kami sampaikan bahwa kemenangan Midji-Norsan di Kalbar adalah kemenangan umat Muslim yang sudah mulai bersatu, itu terbukti dengan persentase pemilih yang datang ke TPS di garis pantai rata-rata mencapai 75-80 persen. Kami akan terus gaungkan gerakan rakyat #2019GantiPresiden hingga menjelang pemilu nanti, karena ini legal, sah dan konstitusional. Bahkan kita kemarin di Ketapang juga sudah menggelar deklarasi rakyat #2019GantiPresiden,” tukasnya. (Fat)

Tinggalkan Komentar