Edi Dorong BPR Terus Berinovasi

Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Saat Melaunching Logo Baru BPR di Halaman Kantor Palang Merah Indonesia Kota Pontianak (Foto: Jim)
Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Saat Melaunching Logo Baru BPR di Halaman Kantor Palang Merah Indonesia Kota Pontianak (Foto: Jim)

Simpanan Nasabah BPR Dijamin LPS hingga Rp2 miliar

KalbarOnline, Pontianak – Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyatakan kehadiran Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di tengah-tengah masyarakat menjadi salah satu penunjang roda perekonomian. Untuk itu, dibutuhkan inovasi-inovasi dalam mengembangkan BPR.

Salah satunya dengan pelayanan jemput bola yang lebih cepat dan mempermudah nasabah mendapatkan pelayanan perbankan.

“Apalagi kalau BPR bisa menyediakan mesin ATM khusus BPR se-Kalbar ini akan lebih memudahkan dan mendekatkan pelayanan terhadap nasabah,” sebutnya usai meluncurkan secara resmi logo baru BPR di halaman Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak, Minggu (8/7) pagi.

Menurut Edi, kaitan dengan pelayanan perbankan khususnya BPR, pelayanan dan kepercayaan nasabah adalah hal utama. Karenanya, kata dia, masyarakat harus yakin BPR-BPRS ini memberikan manfaat yang besar untuk roda perekonomian mereka.

“Oleh sebab itu dibutuhkan sentuhan inovasi dan kreatifitas dalam mengembangkan BPR tanpa terlepas dari pengawasan OJK dan Bank Indonesia,” jelasnya.

Dengan diluncurkannya logo baru BPR, ia berharap terus disosialisasikan supaya masyarakat familiar dengan BPR. Untuk itu BPR harus melakukan inovasi-inovasi bagaimana menciptakan brand BPR ini akrab di masyarakat.

“Sehingga masyarakat bisa memanfaatkan BPR ini untuk kegiatan ekonominya, baik itu kaitan dengan permodalan, menyimpan dananya atau deposito maupun transaksi-transaksi lainnya,” ucap Edi.

Ia juga berharap BPR-BPRS dengan motto ‘Milik Anak Negeri’ ini harus berkembang untuk peningkatan pertumbuhan perekonomian di Kota Pontianak maupun Kalbar umumnya.

Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Kalbar, Agus Subardi menjelaskan, penyediaan mesin-mesin ATM di BPR akan dilakukan secara bertahap, terutama BPR yang modal intinya sudah mencukupi lebih dulu.

“Kedepannya mungkin ATM bersama. Memang ini perlu proses yang panjang karena baru keluar peraturannya setahun terakhir,” ungkapnya.

Agus juga meyakinkan kepada para nasabah BPR supaya tidak perlu kuatir terhadap uang yang mereka simpan atau deposit di BPR karena sudah mendapatkan jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga senilai Rp2 miliar.

“Sepanjang memenuhi ketentuan-ketentuan LPS maka uangnya dijamin aman,” pungkasnya. (jim)

Tinggalkan Komentar