Asisten Setda Sintang Buka Pertemuan OMK se – Paroki Tuguk

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum, Marchues Afen, Saat Membuka Pertemuan OMK se – Paroki Santo Paulus di Tuguk, Kecamatan Kayan Hilir (Foto: */Sg)
Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum, Marchues Afen, Saat Membuka Pertemuan OMK se – Paroki Santo Paulus di Tuguk, Kecamatan Kayan Hilir (Foto: */Sg)

KalbarOnline, Sintang – Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum, Marchues Afen bersama Wakil Ketua DPRD Sintang, Terri Ibrahim membuka acara pertemuan Orang Muda Katolik (OMK) se – paroki Santo Paulus di Tuguk Kecamatan Kayan Hilir, Selasa (3/7/2018).

“Kita (Sintang.red) telah mencanangkan upaya mewujudkan masyarakat yang cerdas, termasuk bagi generasi muda, karna orang muda itu akan memegang tongkat estafet pembangunan berikutnya. Tantangan di lingkungan pergaulan anak muda saat ini cukup banyak, jadi kita perlu kegiatan-kegiatan positif seperti ini,” tegasnya.

Menurut Afen, bahaya Narkoba, pergaulan bebas dan negative impact dari teknologi informasi sangat dekat dengan anak muda Indonesia. Sebagai orang tua, ia berharap anak muda dapat menyadari sisi positif dan negatif dari pergaulan mereka.

“Kita bisa lihat beberapa dampak negatif handphone dan internetnya, ada kerusakan hubungan orang tua dan anak, menjauhkan teman yang ada di dekat kita, belum lagi orang muda ini menjadi kurang produktif karna menghabiskan waktu untuk bermain hp. Saya berharap dengan mengikuti kegiatan rohani seperi ini, anak-anak muda kita bisa memiliki benteng dan kekuatan untuk menghadapi semua itu,” harapnya.

Sebagai simbolisasi dibukanya kegiatan ini, Afen melakukan pemukulan gong usai menyampaikan sambutannya. Sebelumnya, acara ini mulai dengan melakukan ritual penyambutan tamu oleh pemangku adat Desa Tuguk, untuk tamu dan para peserta yang hadir dari berbagai desa di Kecamatan Kayan Hilir.

Usai membuka acara Afen beserta rombongan menyempatkan diri untuk meninjau satu ruang belajar SMP yang rusak parah akibat angin puting beliung akhir 2017 lalu. Lebih dari 50 persen atap gedung hilang dan ada juga yang masih menempel sebagian. Menurut keterangan warga, gedung tersebut untuk sementara tidak dipergunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

Menurut ketua Panitia Rafael Totat kegiatan ini melibatkan hamper 1000 kaum muda katolik. Ada 30 desa yang di undang untuk berpartisipasi.

“Kita minta perwakilan mereka minimal 25 orang setiap stasi. Kegiatan kita ini sudah yang ke-4, kita lakukan setiap 2 tahun. Sebelumnya kita adakan di Desa Pauh,” terangnya lagi.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Sintang, Terri Ibrahim menyampaikan apresiasinya kepada OMK ini. Ia juga berpesan agar para peserta dapat mengikuti kegiatna dengan baik dan serius.

“Inilah angkatan muda katolik yang menjadi harapan gereja di masa depan. Pertumbuhan gereja saat ini dihadapkan pada tantangan yang besar, kegiatan seperti ini menjadi alat yang tepat untuk membangun iman dalam kehidupan sehari-hari,” tukasnya.

Turut hadir para tokoh masyarakat dan tokoh agama serta tokoh adat di Desa Simba Raya, Kecamatan Binjai Hulu. (*/Sg)

Tinggalkan Komentar