Inovasi Tiada Henti, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Launching ‘RSUD Pontianak Online’

Inovasi Tiada Henti, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Launching ‘RSUD Pontianak Online’ (Foto: Ist)
Inovasi Tiada Henti, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Launching ‘RSUD Pontianak Online’ (Foto: Ist)

Inovasi tiada henti yang dibudayakan Sutarmidji mengakar ke jajaran

KalbarOnline, Pontianak – Inovasi tiada henti yang dilakukan Wali Kota Pontianak non-aktif, Sutarmidji selama memimpin Kota Pontianak ternyata jelas mengakar ke jajarannya.

Belum lama ini, RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak melaunching ‘RSUD Pontianak Online’ sebuah aplikasi untuk pendaftaran rawat jalan berbasis android.

Aplikasi ini dapat di download langsung pada layanan google play store untuk Handphone berbasis sistem android dengan mengetik keyword ‘RSUD Pontianak Online’.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya peningkatan pelayanan publik di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak.

Direktur RSUD Kota Pontianak, Drg. Yuliastuti saripawan, M.Kes, menjelaskan bahwa pada Mei tahun ini RSUD Kota telah melakukan launching dua program inovasi diantaranya inovasi pendaftaran rawat jalan secara online untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Lebih lanjut dikatakan Yuliastuti, selain dua program inovasi yakni sistem pengaduan online dan aplikasi pendaftaran online, sebelumnya telah diluncurkan program inovasi antidiskriminasi dan penggunaan E-resep agar memudahkan layanan peresepan obat secara elektronik.

Dengan penggunaan aplikasi RSUD Pontianak Online, diharapkan dapat menghemat waktu tunggu masyarakat yang mengantri di meja pendaftaran rawat jalan RSUD Kota Pontianak karena pendaftaran rawat jalan dapat dilakukan dimana saja tanpa harus mengantri lama di ruang pendaftaran rawat jalan.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Medik, Sri Murtini, SKM, M.Kes pada saat launching perdana bersamaan dengan peluncuran inovasi sistem pengaduan online pada 16 Mei lalu.

“Waktu tunggu pasien saat ini membutuhkan waktu 30 – 40 menit, disinilah saya memandang bahwa harus ada terobosan baru untuk sistem pendaftaran yang harus kita tempuh yaitu salah satunya dengan aplikasi pendaftaran rawat jalan secara online, adapun tujuannya adalah memberikan kemudahan kepada pasien untuk memperoleh pelayanan di rumah sakit ini, yang kedua tentunya untuk masyarakat sendiri bisa mengakses dimana – mana, dan waktu tunggu dari yang tadi 30 – 40 menit, setelah dilakukan analisa ternyata waktu tunggu pasien hanya 3 – 5 menit saja,” tukas Sri Murtini.

Masyarakat yang ingin memanfaatkan fasilitas pendaftaran rawat jalan secara online ini sudah dapat mengakses aplikasi ini sejak tanggal 23 Mei 2018.

Pendaftaran dapat dilakukan dari H-1 sampai dengan 3 hari sebelum hari berobat pada rawat jalan rumah sakit.

Inovasi tiada henti yang dibudayakan Sutarmidji patut menjadi kebanggan masyarakat Kota Pontianak. Hal ini pula yang menjadi modal besar Sutarmidji dalam menghadapi Pemilihan Gubernur Kalbar 2018.

Memang tak dipungkiri, Calon Gubernur Kalbar nomor urut 3 (tiga) ini, memang penuh akan inovasi yang melambungkan namanya secara pribadi dan secara umum nama Kota Pontianak hingga ke pentas nasional.

Ratusan penghargaan atau prestasi telah ditorehkan Sutarmidji semasa memimpin Pontianak, hal inilah yang menjadikan Sutarmidji yang didampingi Ria Norsan sebagai Calon Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 3 (tiga) sangat layak memimpin Kalbar, ditambah program kerja yang ditawarkan Sutarmidji sangatlah rasional dan mudah diwujudkan, sebab selama ini kebutuhan dasar masyarakat Kalbar memang jauh dari kata terpenuhi misalnya pembenahan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan.

Ketiga bidang ini telah dibuktikan Sutarmidji maupun Ria Norsan selama memimpin daerahnya masing-masing.

Tentu masyarakat Kalbar inginkan pemimpin yang memiliki track record yang jelas, program yang rasional, terukur dan dapat diwujudkan serta program pro rakyat. Sehingga hal inilah nantinya menjadi acuan masyarakat untuk memilih.

Sebab, Kalimantan Barat saat ini membutuhkan pemimpin kolektif kolegial dan berkelas nasional, bukan hanya pemimpin identitas dan lokal, yang tidak memiliki program yang jelas serta hanya mengobral janji-janji. Kenapa demikian?, karena Kalbar sudah jauh tertinggal oleh provinsi besar lainnya. (KO3)

Tinggalkan Komentar