Buka LKK PMKRI Sintang, Bupati Jarot Ingatkan Pemuda Persiapkan Diri Hadapi Indonesia Emas 2045, Ini 3 Tantangannya

Bupati Sintang, Jarot Winarno, Foto Bersama, Usai Membuka Kegiatan Latihan Kepemimpinan Kader Perhimpinan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Sintang Santo Agustinus (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno, Foto Bersama, Usai Membuka Kegiatan Latihan Kepemimpinan Kader Perhimpinan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Sintang Santo Agustinus (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Latihan Kepemimpinan Kader (LKK) Perhimpinan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Sintang Santo Agustinus di Bangsa Sebeji, Jalan Teluk Menyurai Sintang, Jumat pagi (1/6).

Bupati Jarot mengatakan selaku pemerintah sangat memberikan dukungan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan latihan kepemimpinan kader PMKRI Sintang ini, karena ia menilai kegiatan ini sangat penting untuk mempersiapkan generasi muda di masa mendatang terlebih untuk menuju Indonesia Emas 2045 yakni tepat 100 tahun atau satu abad Indonesia Merdeka.

“Sebelum menuju Indonesia Emas 2045 itu ada 3 tantangan yang harus kita lewati yakni yang pertama kita memasuki yang namanya masyarakat ekonomi asean atau MEA dimana tidak ada batasan lagi arus barang, arus orang, arus tenaga kerja antara negara-negara asean,” kata Bupati.

Untuk itu, jelas Jarot, bahwa dalam menghadapi MEA tersebut sejak sekarang kita harus mempersiapkan diri terutama bagi para generasi muda agar selalu menjadi SDM yang terlatih, berkualitas, unggul dan mampu berkompetisi.

“Dimana nanti kalau Bandara Tebelian semakin maju nanti di simpang Pinoh kita tidak bisa menolak misalnya orang Kuching mau buka salon atau usaha lain di kawasan tersebut kita juga ndak bisa larang, begitu juga sebaliknya kalau kita mampu misalnya kita buka praktek dokter di tempat mereka pun boleh, ya seperti itulah yang dinamakan MEA tidak ada batasannya, sehingga kita harus mempersiapkan diri, kalau ndak, kita akan kalah saing,” jelas Bupati.

Kemudian, lanjut Bupati Jarot, bahwa mulai tahun 2020 atau dua tahun lagi Indonesia akan memasuki bonus demografi yakni di mana jumlah masyarakat Indonesia yang produktif usia 15-64 tahun berjumlah hingga 64%.

“Dimana lebih banyak manusia Indonesia produktif yang dengan mudah menanggung beban manusia yang belum produktif usia di bawah 15 tahun, atau yang tidak produktif lagi usia di atas 64 tahun, namun dengan catatan kalau seluruh usia produktif tadi betul-betul produktif sehingga itulah yang menjadai bonus demografi bagi negara kita,” paparnya.

Tetapi kata Jarot akan menjadi beban negara apabila yang usia produktif tersebut tidak produktif.

“Sebagai contoh adik-adik mahasiswa ini yakni selesai kuliah nanti belum mendapatkan pekerjaan atau pengangguran yang di kelompokkan dalam pengangguran muda sehinga jadi beban negara,” ujarnya.

Ketiga, jelas Bupati Jarot, dua tahun sebelum Indonesia Emas 2045 telah di lakukan analisis bahwa di dunia ini energy fosil akan mulai habis, minyak bumi mulai berkurang, batu bara mulai habis sehingga yang tersAedia dibumi nantinya adalah energy hijau atau green energy yang berasal dari alam itu sendiri, sehingga energy ini tidak merusak lingkungan.

“Nanti di dunia ini yang kaya akan energy hijau itu hanya ada di 3 regional yakni afrika tengah, amerika selatan dan di jambrud khatulistiwa Indonesia,” kata dia.

Untuk itu tambahnya, mulai dari sekarang kita harus menjaga hutan, karena kabupaten sintang salah satu yang kaya akan energy hijau karena masuk dalam kawasan garis khatulistiwa, sehingga nanti akan menjadi incaran negara-negara lain di luar Indonesia.

“Kalau 3 tantangan tersebut bias kita lewati maka kita akan mencapai generasi emas 2045,” pungkasnya.

Sementara, Ketua panitia kegiatan Latihan Kepemimpinan Kader (LKK) Perhimpinan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Sintang, Gorgerius Edo mengatakan kegitan tersebut dilangsungkan selama 3 hari yaki 1-3 juni 2018 dengan total jumlah peserta 46 orang yang berasal dari cabang Sintang, cabang Pontianak, cabang Melawi, cabang Sungai Raya, cabang Ketapang dan cabang Palangkaraya.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan Pendidikan terakhir di internal PMKRI di tingkat cabang setelah lulus jenjang pendidikan masa penerimaan anggota baru dan masa bimbingan dengan tujuan untuk kaderisasi benar-benar mengodok anggota PMKRI agar siap dan matang sebagai kader yang betul-betul siap menjadi pemimpin kedepan yang bermoral, bermartabat dan berkarakter,” kata Edo. (*/Sg)

Tinggalkan Komentar