Anggota DPRD Kalbar dari Demokrat Terjaring di Hotel

Ilustrasi Ngamar (Foto: Ist)
Ilustrasi Ngamar (Foto: Ist)

Bersama Wanita Bukan Istrinya

KalbarOnline, Pontianak – Demokrat Kalbar dalam seharian ini membawa dua kabar. Satu kabar gembira datang dari kadernya di DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Kalbar, Erma Suryani Ranik yang dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi III, menggantikan Benny K Harman yang mengundurkan diri sebagai anggota DPR untuk maju sebagai calon Gubernur NTT berpasangan dengan Benny Litelnoni.

Proses pelantikan Erma dipimpin oleh Wakil Ketua DPR, Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/5). Pergantian paket pimpinan Wakil Ketua dari unsur Demokrat yang semula Benny K Harman yang digantikan oleh Erma Suryani mendapat persetujuan dari seluruh anggota Komisi III yang hadir pada kesempatan tersebut.

Sementara, satu lainnya, beredar kabar tak sedap soal kadernya yang juga merupakan Anggota DPRD Provinsi Kalbar yang sedang berduaan dengan seorang wanita yang bukan istrinya, terjaring operasi pekat yang digelar Kepolisian Resor Kabupaten Sekadau di sebuah penginapan, Sabtu (19/5) malam.

Seperti dikutip dari Suarapemredkalbar.com, Kapolres Sekadau, AKBP Anggon Salazar Tarmizi menegaskan bahwa pihaknya akan memperlakukan hal yang sama dengan yang lainnya yaitu memberikan imbauan, dan juga pernyataan untuk tidak mengulangi lagi kepada oknum anggota dewan tersebut.

“Setelah kita cek di salah satu penginapan pada Operasi Pekat, kita temukan sepasang lelaki dan perempuan dan kita minta dokumen identitasnya, ternyata anggota DPRD Provinsi,” ujarnya kepada awak media, Selasa (22/5).

Diketahui bahwa oknum dewan tersebut, merupakan Anggota DPRD Kalbar Dapil 6 wilayah Sanggau – Sekadau yang berasal dari Sekadau

Atas kejadian itu, lanjut Kapolres, pihaknya memberikan imbauan dan juga surat pernyataan tidak mengulangi lagi. Sesuai dengan operasi pekat yang dilakukan yang bertujuan untuk menciptakan situasi kondusif di bulan Ramadhan.

“Kepada oknum anggota dewan tersebut kita perlakukan sama, hanya diberikan imbauan dan surat pernyataan, tanpa harus wajib lapor,” imbuhnya.

Selain itu, pada operasi pekat tersebut polisi juga menjaring sejumlah pasangan yang bukan suami istri bahkan ada yang masih berstatus pelajar dan belum memiliki KTP kedapatan berduaan di kamar penginapan.

“Semuanya sudah dilakukan pemeriksaan dan setelah diberi pembinaan kemudian membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya,” pungkas Kapolres.

Selain menyasar penginapan, polisi juga menyasar sejumlah warung dan kafe yang sering menjadi tempat tongkrongan anak muda, yang diindikasikan menjual minuman keras. (Mus)

Tinggalkan Komentar