Hadiri Pembukaan Pekan Gawai Dayak ke-33 Kalbar, Bupati Jarot: Kearifan Lokal Harus Kita Jaga dan Lestarikan

Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Menghadiri Pembukaan PGD ke-33 Provinsi Kalbar (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Menghadiri Pembukaan PGD ke-33 Provinsi Kalbar (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno menghadiri pembukaan Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-33 tingkat Provinsi Kalbar di Rumah Radankg Pontianak, Minggu (20/5).

PGD ke-33 Tingkat Provinsi ini buka langsung Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Drs Cornelis, MH ditandai dengan pemukulan kangkuang sebanyak 7 kali.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Penjabat Gubernur Kalbar, Doddy Riyadmadji, unsur Forkopimda Provinsi Kalbar, Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wakil Wali Kota se-Kalbar, Ketua DAD se-Kalbar, tokoh adat, tokoh masyarakat, tamu mancanegara dan unsur terkait lainnya serta Calon Gubernur Kalbar Nomor urut 3, Sutarmidji dan Pasangan Calon Gubernur Kalbar nomor urut 2, Karolin – Gidot.

Ditemui usai acara, Jarot mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang mendukung penuh pelaksanaan Pekan Gawai Dayak ke-33 tingkat Provinsi Kalbar ini, hal itu dibuktikan Kabupaten Sintang sudah menjadi donatur tetap dalam pelaksanaannya dengan ditandai penyerahan pelakat dari pantia PGD kepada Pemkab Sintang yang diterima langsung olehnya.

Dikatakan Bupati Jarot, bahwa Pekan Gawai Dayak ini merupakan upaya untuk mengembangkan dan melestarikan kearifan lokal yang ada.

“Kearifan lokal itu harus kita jaga, kita lestarikan, kita kembangkan, karena apabila masyarakat yang melupakan adatnya sendiri tentu tidak mungkin bisa berkembang dengan baik,” ujarnya.

Untuk itu Bupati Jarot menilai, pentingnya Gawai Dayak ini terutama untuk Kabupaten Sintang terlebih kegiatan tersebut guna melestarikan, menjaga dan mengembangkan kearifan lokal sehingga hal itu harus diterapkan dalam konsep pembangunan karena hal itu meyangkut tentang kelestarian lingkungan.

“Kalau konsep pembangunan di Sintang yang seimbang dengan pembangunan ekonomi, sosial budaya serta adat budaya kita jaga kemudian kelestarian lingkungan kita jaga maka cita-cita pembangunan itu pelan-pelan bisa terwujud,” jelasnya.

Selain itu Bupati Jarot juga mengungkapkan rasa bangganya karena dalam proses penyambutan Pj Gubernur Kalbar dan Presiden MADN beserta rombongan menggunakan ritual Suku Dayak Uud Danum dari Kecamatan Ambalau Kabupaten Sintang.

“Jadi kita bangga, bahwa penyambutan itu menggunakan adat dayak uud danum dari Kecamatan Ambalau, yang kedua tadi panitia mengatakan tema Pekan Gawai Dayak tahun ini adalah Dayak Kabupaten Sintang yang berbagai macam, ada Seberuang, ada Ibanik, ada Uud Danum dan lainnya,” ungkapnya senang.

Sementara itu untuk pelaksanaan Pekan Gawai Dayak tingkat Kabupaten Sintang, Bupati Jarot mengakui belum bisa menyesuaikan dengan pelaksanaan di tingkat Provinsi, dirinya berkeinginan untuk Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang kedepan agar dilaksanakan sebelum pelaksanaan PGD tingkat Provinsi.

“Pekan gawai Dayak kita maunya sebelum Pekan Gawai Dayak di provinsi, tapi tentunya Pak Jefray Edward selaku Ketua DAD dengan jajaran bisa memikirkannya untuk kedepannya nanti,” tukasnya.

Bupati Jarot berharap pelaksanaan Pekan Gawai Dayak tingkat Kabupaten Sintang nantinya bisa sama meriahnya dengan PGD ke-33 tingkat provinsi ini karena Gawai Dayak itu merupakan pesta rakyat atau masyarakat adat dimana dari berbagai kecamatan berkumpul. (Sg/Hms)

Tinggalkan Komentar