‘Sintang Untuk Semua’, Bupati Jarot Ajak Masyarakat Bangun Sintang yang Inklusif dan Berkelanjutan

Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Memimpin Apel Peringatan Hari Jadi ke-656 Kota Sintang (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Memimpin Apel Peringatan Hari Jadi ke-656 Kota Sintang (Foto: Sg/Hms)

Bupati Pimpin Apel Peringatan Hari Jadi ke-656 Kota Sintang

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno, didapuk sebagai Inspektur Upacara pada Apel peringatan Hari Jadi ke-656 Kota Sintang, yang dilaksanakan di Stadion Baning Sintang, Rabu (9/5).

Upacara dimulai dengan Kirab Patung Burung Garuda memasuki lapangan upacara. Arak-arakan ini diiringi oleh marching band dari SMK Muhammadiyah Sintang. Disusul oleh peserta upacara, yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, ASN, mahasiswa dan pelajar dari tingkat SLTP dan SMU.

“Tema peringatan Hari Jadi Kota Sintang tahun 2018 ini, ‘Sintang Untuk Semua’,” ucap Bupati Jarot.

“Melalui tema ini, kita mau mengajak semua masyarakat Sintang yang ramah dengan perbedaan, siap menerima keragaman dan cerdas bekerjasama dalam persaudaraan antar sesama anak bangsa,” tambahnya.

Menurut orang nomor satu di Bumi Senentang ini, keharmonisan dalam perbedaan yang ada merupakan cita-cita Jubair Irawan I di masa lampau yang patut diaktualisasikan di jaman sekarang.

Bupati Sintang, Jarot Winarno, Foto Bersama Unsur Forkopimda Sintang, Pada Apel Peringatan Hari Jadi ke-656 Kota Sintang (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno, Foto Bersama Unsur Forkopimda Sintang, Pada Apel Peringatan Hari Jadi ke-656 Kota Sintang (Foto: Sg/Hms)

Bupati Jarot mengingatkan masyarakat untuk membangun karakter kota yang inklusif, agar menjadi lingkungan masyarakat yang terbuka dan ramah terhadap perbedaan.

“Kekuatan dari keharmonisan yang berasal dari perbedaan itu merupakan modal perubahan dan pembangunan di Sintang. Selain inklusif, kita juga harus memiliki karakter sebagai kota yang berkelanjutan,” tukasnya.

“Untuk proses penciptaan tersebut kita mulai dengan pendekatan dialogis, perluasan pelibatan publik, kita utamakan kerja yang profesional dan perkuat rasa kebersamaan. Hari ini, kita menggunakan pakaian adat nusantara sebagai simbol indah bahwa kita bisa menerima dan menghargai keragaman adat budaya yang kita punya,” katanya lagi.

Bertindak sebagai perwira upacara, Kapten Infrantri Slamet Ariyanto, Komandan Koramil Tempunak. Sebagai komandan upacara, Kapten Infantri Didik Heru, komandan Koramil Tebidah. Petugas upacara lainnya, Doktor Hendrika, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata kabupaten Sintang sebagai pembaca Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sebagai pembaca riwayat singkat Hari Jadi Kota Sintang, Ir. Syamsul Hadi yang sehari-hari menjadi staf ahli Bupati Bidang Perekonomian Pembangunan dan Keuangan.

“Penetapan tanggal 10 mei 1363 masehi sebagai Hari Jadi Kota Sintang untuk menghargai dan mengenang peristiwa perpindahan Kerajaan Sintang dari Sepauk ke titik pertemuan alur Sungai Kapuas dan Sungai Melawi,” kata Hadi.

“Peristiwa itu menjadi momentum sejarah keberadaan Kota Sintang sebagai tempat kehidupan sosial-budaya dan pusat pemerintahan,” tambahnya.

Jeffray Edward, Ketua DPRD Sintang juga menyampaikan ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama saling menghargai. Ia juga menyampaikan harapan semoga Sintang makin maju dan damai, semakin menjadi kota yang lebih baik.

“Kami pikir dalam kemeriahan ini, suasana kita dalam tahun politik ini dapat menjadi cair. Tidak ada ketegangan di lingkungan kita dalam masa pesta demokrasi ini,” pesannya kepada masyarakat yang sedang dalam masa kampanye pilgub ini.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Sintang, Kurniawan menyampaikan bahwa penggunaan pakaian adat nusantara pada upacara ini merupakan sebuah settingan panitia.

“Panitia memang melakukan setting untuk penggunaan pakaian adat oleh seluruh pejabat daerah sebagai aktulisasi tema acara kita. Sehingga kita terasa menjadi bagian antara satu sama lain,” tambahnya.

“Kita ingin membangun semangat bhineka tunggal ika dalam Hari Jadi Kota Sintang. Baru tahun ini kita melaksanakan penggunaan pakaian adat, mudah-mudahan ini dapat kita lanjutkan di tahun-tahun mendatang,” harapnya.

Wakil Ketua DPRD Sintang, Terry Ibrahim yang mengenakan pakaian adat Batak menyampaikan bahwa usia yang semakin tua dapat membawa kedewasaan dan kebijaksaan lebih bagi Sintang.

“Semoga pemerintahnya semakin mengayomi masyarakatnya. Secara politik kedepannya kita harapkan pemimpin Sintang dapat semakin merangkul semua suku yang ada di Kabupaten Sintang,” kata Terry.

“Kita yang mengenakan pakaian adat ini merupakan contoh tentang menghargai adat budaya yang ada di Sintang,” tukasnya dengan bangga.

Hari jadi Kota Sintang kemudian diberi payung hukum dengan penetapan Peraturan Daerah Kabupaten Sintang Nomor 11 tahun 2015 tentang Hari Jadi Kota Sintang.

Upacara Hari Jadi ke-656 Kota Sintang ini dihadiri oleh Sultan Sintang, Komandan Korem 121/ABW, Kapolres Sintang, sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat dan jajaran OPD di lingkungan Pemda Sintang. (Sg/Hms)

Tinggalkan Komentar