Buka Pelatihan Pengembangan Cenderamata Khas Kabupaten Sintang, Bupati Jarot Harap Pengrajin Bisa Lebih Kreatif dan Inovatif

Bupati Sintang, Jarot Winarno, Foto Bersama, Usai Membuka Pelatihan Pengembangan Cenderamata Khas Daerah Kabupaten Sintang 2018 (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno, Foto Bersama, Usai Membuka Pelatihan Pengembangan Cenderamata Khas Daerah Kabupaten Sintang 2018 (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka pelatihan pengembangan cenderamata khas daerah Kabupaten Sintang tahun 2018, yang turut hadir Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sintang, Hendrika, S.Sos., M,Si, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdangangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sintang, serta Camat Kelam Permai dan para Kepala Desa, bertempat di Galery Motor Bandung, Jalan Sintang – Putusibau, Rabu (2/5).

Bupati Jarot, dalam sambutannya, mengatakan bahwa penyelengaraan program dan kegiatan pengembangan cenderamata khas daerah Kabupaten Sintang tahun 2018 merupakan bagian dari rencana strategis (Renstra) Disporapar Kabupaten Sintang yang bertujuan meningkatkan pengembangan ekonomi kreatif dengan mengelola potensi daerah yang berbasis seni dan budaya.

Bupati Jarot juga mengakui bahwa dirinya terkadang merasa bosan bertukar cenderamata yang selama ini sering dilakukan di setiap acara-acara resmi selalu memberikan cenderamata dari daerah masing-masing, selalu terbuat dari plastik.

“Saya berharap dengan adanya pelatihan seperti ini dapat mengembangkan yang lebih kreatif dan inovatif, yang terbuat dari bahan yang asli dan alami,” harapnya.

Lanjut Bupati, perlu diketahui bersama bahwa untuk pengembangan ekonomi kreatif di perlukan sejumlah SDM yang berkualitas dengan daya inovatif dan kreatifitas yang tinggi sehingga pengembangan ekonomi kreatif selalu tampil dengan nilai yang khas dan dapat menciptakan pasar sendiri dan berhasil menciptakan tenaga kerja serta pemasukan ekonomis. Selain itu, juga membutuhkan ruang atau wadah sebagai tempat penggalian ide sekaligus aktualisasi diri dan ide-ide kreatif.

“Kerajinan khas Sintang sampai sekarang belum ada tempat pemasaran yang strategis seperti di bandara supaya bisa disiapkan satu outlet tempat penjualan cenderamata khas Sintang yang bagus,” jelasnya.

Ia juga meyakini, jika telah di produksi hasil kerajinan tangan ini, Pemerintah akan ikut membantu dan bertanggung jawab untuk memasarkannya.

“Karena bagian dari kerja-kerja ekonomi,” ucap Bupati.

Intinya, lanjut orang nomor satu di Bumi Senentang ini, adalah pada pelatihan kali ini jangan sampai berhenti sampai disini, produknya sudah ada dan bagaimana cara mendapat mencari akses modal untuk pemasarannya dan pengemasannya yang lebih bagus.

Pelatihan pengerajin pengembangan cenderamata khas daerah Sintang ini tidak terpisahkan dari rencana membuat kawasan strategis kabupaten untuk pengembangan pariwisata khususnya Kecamatan Kelam dan pada umumnya Kabupaten Sintang karena tersedianya tempat obyek wisata di sekitar Bukit Kelam dan akan ditata kelola secara terpadu kawasan taman wisata Bukit Kelam ini sehingga kita punya branding di Sintang dan tentunya Bukit Kelam.

Hendrika selaku Kepala Disporapar Sintang, menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan pengerajin pengembangan cenderamata ini merupakan program kerja ekonomi kreatif dalam pengembangan SDM pemuda dan kelompok pengerajin untuk mengambil pelatihan di daerah, “karena Sintang akan menghadapi Kapuas Raya dan diharapkan para peserta mampu menularkan kepada kelompok-kelompok lain di daerah masing-masing dan dapat memberi kontribusi secara baik di Kabupaten Sintang ini, sehingga dapat diproduksi dan dipasarkan melalui koperasi yang ada di Kabupaten Sintang,” kata Hendrika.

Pembuatan seni kerajinan (Kriya) yang menjadi pelatihan ini dapat menjadi atraksi wisata tersendiri yang dapat memberikan nilai tambah dan disisi lain pasar yang menyerap produk ekonomi kreatif dapat di peroleh melalui para turis atau wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata dan mempunyai penampilan produk yang unik dan khas.

Adapun jenis jenis pelatihan yakni, pembuatan seni anyaman berupa topi yang unik dan khas yang akan di bimbing oleh para pengerajin yang ahli di bidangnya, jenis ini dipilih karena dianggap yang paling diminati oleh para turis atau para wisatawan. (Sg/Hms)

Tinggalkan Komentar