Hadiri Isra Mi’raj, Jarot Ajak Masyarakat Lebak Ubah Jadi Masyarakat Madani

Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Menyampaikan Sambutannya, Saat Menghadiri Peringatan Isra Mi'raj di Desa Lebak Ubah, Kecamatan Sungai Tebelian (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Menyampaikan Sambutannya, Saat Menghadiri Peringatan Isra Mi'raj di Desa Lebak Ubah, Kecamatan Sungai Tebelian (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam 1439 Hijriah dengan tema ‘Kita Perkuat Persatuan dan Kesatuan Umat Menuju Masyarakat Religius di Bawah Naungan dan Maghfirah Allah Subhanahu Wa Ta’ala’ yang menghadirkan penceramah dari Pontianak Ustadz Sardiawan Umar di halaman Masjid Al Istiqomah SP 5 SKPI Lebak Ubah, Desa Lebak Ubah, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang Minggu pagi (29/4).

Melalui momentum Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam tersebut, sebagai Umaroh, Jarot Winarno mengajak masyarakat muslim Kabupaten Sintang secara khusus masyarakat muslim Desa lebak ubah untuk mengingat tentang peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, dimana Isra Mi’raj merupakan mukjizat yang diterima Baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang sebelumnya didahului dengan berbagai cibiran dan tantangan dalam menegakkan siar agama Islam yang biasa disebut dengan tahun-tahun kesedihan.

“Dimana sebelum peristiwa Isra Mi’raj ini Baginda Nabi di tinggal istri tercinta Siti Khadijah dan ditinggal paman tercinta Abu Thalib untuk selama-lamanya, dalam melaksanakan siar agama Baginda juga banyak mendapatkan banyak godaan,” ungkap Bupati.

Adapun hikmah yang dapat diambil dari apa yang dialami Baginda Nabi, terang Bupati, adalah sebuah kesabaran sehingga Baginda Nabi di Muliakan Allah untuk melakukan perjalanan Isra Mi’raj dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa, Lalu dalam Mi’raj Baginda dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi dimana Baginda mendapat perintah langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menunaikan Shalat 5 waktu.

Selanjutnya, kata Bupati, yakni satu tahun setelah peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam beserta pengikutnya hijrah ke Madinah dimana beliau mendirikan pemerintahan Islam yang dapat hidup rukun dan damai dengan berbagai elemen suku bangsa dan berbagai pemeluk agama yang ada di Madinah.

“Inilah yang kita kenal sampai sekarang yakni masyarakat madani, untuk itu kita yang hidup di jaman sekarang harus hidup rukun, damai, tentram bersama suku dan agama lainnya seperti yang dicontohkan Baginda Nabi, karena ketentraman, kedamaian dan kerukunan itu adalah modal sosial untuk membangun daerah kita dan terus jaga persatuan dan kesatuan,” pinta Bupati.

Sementara itu, Ketua panitia kegiatan Isra Mi’raj, Harjono mengatakan selain untuk memperingati perjalan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam kegiatan ini juga sebagai upaya untuk menjalin tali silaturahmi masyarakat Kecamatan Sungai Tebelian dan secara umum masyarakat Kabupaten Sintang agar hubunganya lebih erat.

“Silaturrahim masyarakat dengan pemimpinnya juga karena dihadiri langsung Bupati Sintang, tamu-tamu yang hadir juga ada dari Kecamatan Tempunak bahkan juga ada dari Kabupaten Melawi, sehingga terasa betul tali silaturrahmi tetap terjaga dan terjalin dengan baik,” kata Harjono.

Kegiatan tersebut turut di hadiri Wakapolres Sintang, MUI Kabupaten Sintang, Pengurus NU dan Muhammadiyah Kabupaten Sintang, BKMT Kabupaten Sintang, sejumlah Unsur Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Sintang, tokoh agama, tokoh masyarakat dan unsur terkait lainnya. (Sg/Hms)

Tinggalkan Komentar