Bupati Jarot: Bangsa yang Lupa Sejarah Adalah Bangsa yang Tak Kenal Jati Diri

Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Memberikan Arahannya, Saat Menerima KKL 42 Mahasiswa Prodi Sejarah, FKIP Untan Pontianak (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Memberikan Arahannya, Saat Menerima KKL 42 Mahasiswa Prodi Sejarah, FKIP Untan Pontianak (Foto: Sg/Hms)

Terima KKL 42 Mahasiswa Prodi Sejarah FKIP Untan Pontianak

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno, menerima kunjungan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 42 mahasiswa/i Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura Pontianak di Aula Pendopo Bupati Sintang, Jumat pagi (27/4).

Bupati Jarot mengatakan kedatangan 42 mahasiwa/i prodi pendidikan sejarah FKIP Untan ini untuk melihat situs-situs sejarah yang ada di Kabupaten Sintang, untuk itu atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang, dirinya sangat menyambut baik kedatangan mahasiswa/i tersebut.

“Kuliah kerja lapangan dari prodi sejarah Untan ini, mereka mau melihat situs-situs sejarah yang ada di Kabupaten Sintang, mereka mau tahu bagaimana Kabupaten Sintang merawat dan melestarikan sejarah yang ada,” kata Bupati.

Dalam kesempatan itu juga Jarot memberikan arahan kepada 42 mahasiwa/i tersebut yakni bangsa yang melupakan sejarah adalah bangsa yang tidak mengenal jati dirinya, oleh karenya, Bupati menilai kegiatan tersebut sangatlah penting, guna mengingat sejarah-sejarah masa lalu sehingga tidak terlupakan terutama bagi generasi muda.

“Kegiatan mereka ini bagus, pertemuan awalnya juga dilakukan di Pendopo Bupati yang merupakan bagian dari sejarah Kabupaten Sintang,” ungkapnya.

Selain itu Bupati Jarot juga menyarankan kepada 42 mahasiswa tersebut untuk mengunjungi Keraton Al Mukarrahma, makam Jubair Irawan, Masjid Jamik, Makam Kerkop, Makam Pangeran Kuning, Makam Apang Semangai dan situs sejarah lainnya di Kabupaten Sintang.

“Ke Keraton, jangan hanya liat bentuk fisiknya saja tapi liat dalamnya, situ ada desain awal lambang negara kita Garuda Pancasila, ke Makam Jubair Irawan, supaya tau kapan Kota Sintang ini berdiri, kalau sempat ke Makam Apang Semangai dan sebagainyalah,” tukas Bupati memberi arahan.

Sementara itu dosen pendamping prodi sejarah FKIP Untan Pontianak, Endang Firmansyah mengatakan kedatangan 42 mahasiswa/i semester 4 dan 6 angkatan 2015 dan 2016 tersebut untuk melakukan kegiatan kuliah kerja lapangan guna untuk mengexplore sejarah yang ada di Sintang, baik itu sejarah peninggalan Belanda maupun peninggal sejarah lainnya.

“Kami memilih Sintang karena banyak sekali potensi sejarah yang cukup tua untuk mengenalkan kepada mahasiswa kami sehingga mereka mengenal sejarahnya sendiri dari pada sejarah diluar Kalbar,” kata Endang.

Endang menambahkan untuk kegiatan KKL di Sintang ini akan dilakukan selama dua hari yakni hari Jumat dan Sabtu ini. Dan sebelumnya kegiatan tersebut dilakukan di Keraton Tayan dan di Kota Sanggau. (Sg/Hms)

Tinggalkan Komentar