Hadiri Syukuran Pastor Tarsisius Eko Saktio di Nanga Pari, Bupati Sampaikan Ini

Hadiri Syukuran Pastor Tarsisius Eko Saktio di Nanga Pari, Bupati Sampaikan Ini (Foto: Sg/Hms)
Hadiri Syukuran Pastor Tarsisius Eko Saktio di Nanga Pari, Bupati Sampaikan Ini (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Duet Bupati Sintang Jarot Winarno dengan Pastor Tarsisius Eko Saktio, OMI menyanyikan lagu berjudul ‘Ku Tak Bisa’ yang dipopulerkan oleh Grup Band Slank memeriahkan acara syukuran dipilihnya Pastor Tarsisius Eko Saktio, OMI sebagai Provinsial OMI Indonesia yang berpusat di Banyumas Jawa Tengah.

Lagu yang sering dinyanyikan di acara perpisahan tersebut, disambut dan diikuti oleh umat lainnya yang hadir. Sedikit penuh emosi, saat kedua tokoh ini bergandengan tangan membawakan lagi tersebut. Keduanya memang sudah berteman sejak lama.

“Saya sudah kenal dan akrab dengan Pastor Eko ini sejak 2006 yang lalu,” ucap Bupati Jarot, dalam sambutannya pada acara syukuran yang dipusatkan di Desa Nanga Pari Kecamatan Sepauk, Minggu (11/3) yang dirangkai dengan kegiatan rapat tahunan Dewan Pastoral Paroki Santo Petrus dan Andreas Sepauk serta perpisahan.

“Pastor Eko akan meninggalkan umat di Sepauk ini dan akan menuju Banyumas Jawa Tengah. Saya akan tetap selalu berkomunikasi meskipun jauh untuk meminta saran dan nasihat dari beliau khususnya untuk membangun Sepauk ini,” terang Bupati.

Bupati juga menambahkan bahwa selama perjalanan menuju Nanga Pari ini sudah mencatat kebutuhan perbaikan jalan dan jembatan.

“Kita juga akan membangun Puskesmas di Sekubang untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat Sepauk Hulu. Lokasi dan dana pembangunan juga sudah siap,” terang Bupati.

Sementara itu, Pastor Tarsisius Eko Saktio, OMI menyampaikan rasa sedihnya harus meninggalkan umat di Sepauk yang sudah dibina selama 16 tahun.

“Saya hafal semua jalan dan kampung di Sepauk ini. Wilayahnya luas, umat Katoliknya banyak. Ini potensi yang baik bagi gereja dan masyarakat. Setiap tahun selalu ada bantuan pemerintah untuk membangun sarana ibadah. Saya mohon maaf kepada seluruh umat jika selama 16 tahun bersama ada hal yang janggal dan kurang berkenan. Suatu saat saya akan tetap berkunjung ke Sepauk ini. Saya pamit, dan mohon doanya,” terang Pastor Tarsisius Eko Saktio, OMI.

Pastor Jacques Chapuis, OMI selaku Pastor Paroki Santo Petrus dan Andreas Sepauk menyampaikan selama 16 tahun Pastor Eko berkarya di Sepauk perkembangan umat sangat luar biasa.

“Catatan kami ada sekitar 18 ribu umat yang dibaptis selama berkarya. Terima kasih atas pengorbanan dan pelayanannya. Selamat dan sukses sudah ditunjuk sebagai pimpinan OMI Indonesia dan seringlah mengunjungi kami di Sepauk ini,” terang Pastor Jacques Chapuis, OMI.

Idin selaku Tumenggug Wilayah IX yang Mewakili umat Katolik di Sepauk menyampaikan ada banyak masalah pembinaan keagamaan di Sepauk ini, tetapi karena Pastor Eko pandai bergaul, dekat dengan umat dan bijaksana. Masalah tersebut bisa diatasi.

“Saya juga sering menemani Pastor Eko kunjungan ke kampung-kampung yang sulit pun beliau mau kunjungi. Berat mau berpisah dengan Pastor Eko. Ada banyak karya dan misi selama di Sepauk ini. kami berterima kasih,” terang Idin.

  1. Paulus Sinom Ketua DPP Paroki Santo Petrus dan Andreas Sepauk menyampaikan bangga dengan penunjukan Pastor Eko sebagai Pimpinan OMI Indonesia.

“Sebenarnya kami tidak ingin Pastor Eko meninggalkan kami. Kami merasa kehilangan sekaligus bangga karena beliau dipercaya menjadi pimpinan tertinggi OMI di Indonesia. Kami hanya mendoakan Pastor Eko menjadi pemimpin yang bertanggungjawab dan sukses menjalankan tugas. Kami mohon maaf jika selama di Sepauk ada tingkah umat yang kurang berkenan. Bagi kami Pastor Eko sosok imam yang gaul, ramah dan dekat dengan umat,” terang L. Paulus Sinom.

Robertus Chainel Ketua Panitia menjelaskan kegiatan syukuran ini didukung oleh 80 stasi yang ada di Paroki Sepauk.

“Kami bangga karena semua stasi dan umat mendukung acara ini sehingga bisa sukses dilaksanakan,” terang Robertus Chainel. (Sg/Hms)

Tinggalkan Komentar