Mahmudah Ajak ASN Teladani Sosok Herry Hadad dan Khairil Anwar

Pjs Wali Kota Pontianak, Mahmudah, Foto Bersama Usai Acara Pelepasan Dua Pejabat Eselon Dua yang Memasuki Purna Tugas (Foto: Jim Hms)
Pjs Wali Kota Pontianak, Mahmudah, Foto Bersama Usai Acara Pelepasan Dua Pejabat Eselon Dua yang Memasuki Purna Tugas (Foto: Jim Hms)

Pemkot Lepas Purna Tugas Dua Pejabat Eselon Dua

KalbarOnline, Pontianak – Suasana haru mewarnai pelepasan dua orang pejabat eselon dua yang memasuki purna tugas. Kedua pejabat itu adalah Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Herry Hadad dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pontianak, Khairil Anwar yang berakhir masa tugasnya sebagai ASN pada tanggal 1 Maret 2018.

Acara pelepasan kedua aparatur yang memasuki masa pensiun itu digelar secara sederhana dan dihadiri ratusan ASN di halaman tengah Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (28/2).

Herry Hadad dengan jabatan terakhir selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan, mengatakan dirinya sudah mengabdi sebagai ASN selama 28 tahun. Karirnya dimulai dari staf hingga jabatan terakhir memasuki purna tugas sebagai asisten. Ia mengaku, selama menjalani tugas sebagai ASN, prosesnya berjalan alami saja.

“Memang seiring berjalannya waktu, satu hal yang harus kita pahami adalah kita harus banyak belajar terutama hal-hal yang berkaitan dengan bidang tugas,” tuturnya.

Diakuinya, dirinya berlatarbelakang bidang teknis sehingga banyak hal yang harus dipelajarinya disesuaikan dengan kondisi atau karakteristik masyarakat Pontianak. Masyarakat Pontianak butuh pelayanan dan terkadang mereka awam terhadap aturan sehingga perlu memberikan penjelasan kepada mereka.

Untuk itu, Herry menekankan perlunya memahami aturan. Meskipun tak dipungkirinya masih ada kecenderungan segelintir orang mencoba menawar aturan itu. Namun ia katakan dengan tegas bahwa aturan itu harus dipatuhi tanpa ada tawar-menawar.

“Misalnya, di bidang teknis masalah perizinan, ada anggapan atau istilah di kalangan masyarakat ‘kalau yang salah itu mahal’. Nah, disitulah integritas kita dibutuhkan dalam menerapkan aturan secara tegas karena sekali saja kita berbuat kesalahan, maka ke depan kita tidak akan bisa mempertanggungjawabkan itu dengan baik. Alhamdulillah itu bisa kami jaga hingga memasuki masa pensiun,” katanya.

Prinsipnya, lanjut dia, selaku ASN harus senantiasa siap menerima kritikan atau koreksi serta siap ditempatkan di mana saja sebab itu bagian dari tanggung jawab dan kewajiban seorang ASN.

“Alhamdulillah, hari ini saya mengakhiri masa tugas saya sebagai ASN dengan lancar,” imbuh Herry.

Sementara itu, Khairil Anwar yang juga memasuki masa pensiun dengan jabatan terakhir sebagai Kepala BKPSDM Kota Pontianak, mendorong seluruh jajaran ASN yang masih aktif untuk meningkatkan prestasi dan kinerja yang selama ini menjadi kebanggaan Pemkot Pontianak dengan berbagai prestasi yang berhasil diukir di tingkat nasional.

“Saya yakin ASN-ASN di Pemkot Pontianak sangat siap berprestasi ke depan. Himbauan saya seluruh ASN dapat mempertahankan prestasinya dan selalu meningkatkan kinerjanya,” pesannya.

Namun demikian, Khairil berharap seluruh ASN tidak berpuas hati dengan prestasi yang telah diraih, prestasi-prestasi itu harus terus ditingkatkan ke depannya. Sebab itu, dirinya mendorong kader-kader ASN berpacu meraih karir dan menggantikan posisinya.

“Pesan saya, karena sekarang sudah memasuki Pilkada, jangan sampai ada ASN Pemkot Pontianak terlibat dan melakukan pelanggaran karena ikut serta di dalam Pilkada ini. Tentunya rambu-rambunya sudah kita berikan dan sampaikan, mudah-mudahan tidak ada pelanggaran itu,” imbaunya.

Pjs Wali Kota Pontianak, Mahmudah mengimbau seluruh ASN supaya dapat menarik pelajaran dari teladan yang diberikan oleh Herry Hadad dan Khairil Anwar. Atas nama Pemkot Pontianak, ia mengucapkan terima kasih kepada kedua pejabat tersebut atas pengabdiannya selama bertugas di Pemkot Pontianak.

“Jadi kami sangat berterima kasih karena ibu-ibu sebagai istri telah mendampingi suaminya selama mengabdikan diri di Pemkot Pontianak. Artinya pada saat bapak-bapak bertugas tentunya tak terlepas dari dukungan istri. Tanpa dukungan istri, bapak-bapak tidak akan sukses melaksanakan tugas,” pungkasnya. (Jim Hms)

Tinggalkan Komentar