Jaring Atlet Berbakat, Podsi Sekadau Gelar Lomba Sampan Bidar se – Kalbar

Desa Seraras Sekadau, Tuan Rumah Sampan Bidar Terbesar se - Kalbar (Foto: Mus)
Desa Seraras Sekadau, Tuan Rumah Sampan Bidar Terbesar se - Kalbar (Foto: Mus)

Desa Seraras Tuan Rumah

KalbarOnline, Sekadau – Sebanyak 116 Tim sampan bidar se – Kalbar, turut serta dalam lomba sampan bidar yang digelar di Desa Seraras, Kecamatan Sekadau Hilir, dalam rangka menyambut maulid Tradisional dan melestarikan budaya tepi Sungai Kapuas.

Panitia Lomba sampan bidar di Desa Seraras yang diketuai panita oleh Yusnardi, mengatakan bahwa perlombaan sampan bidar ini berlangsung mulai 25 Februari yang diikuti oleh 116 tim sampan bidar yang masing-masing sampan diisi oleh 8 (delapan) atlit.

“Perlombaan ini kita gelar dalam rangka memperingati Maulid Tradisional sekaligus melestarikan budaya tepi Sungai Kapuas,” ujarnya.

Yusnardi juga mengungkapkan bahwa perlombaan tersebut atas kerjasama bersama Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Podsi) Kabupaten Sekadau.

“Kami sangat apresiasi Pemerintah Kabupaten Sekadau yang mendukung kegiatan ini. Apalagi dengan antusiasme masyarakat sangat tinggi,” ucapnya.

Sementara, Kepala Desa Seraras, Supianto mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada pihak penyelenggara, baik atas nama pribadi maupun mewakili masyarakat Desa Seraras.

Adapun peserta mencapai 116 tim berasal dari Sekadau, Sanggau, Sintang, Melawi dan Mempawah.

Perlombaan yang digelar tersebut juga merupakan ajang silaturhami, dalam rangka maulid tradisional. Masyarakat begitu antusias menyaksikan lomba sampan bidar tersebut.

“Ini merupakan wujud melestarikan budaya sampan bidar. Selain ajang silaturahmi, momentum ini juga menjadi hiburan rakyat yang secara otomatis juga meningkatkan ekonomi masyarakat melalui even ini,” ujarnya.

Sementara, Ketua Podsi Kabupaten Sekadau, M Jais, mengatakan bahwa perlombaan sampan bidar di Desa Seraras merupakan perlombaan sampan bidar terbesar selama ini.

Bagaimana tidak, peserta pelombaan yang mendaftar mencapai 116 tim.

“Ini merupakan minat sekaligus kesadaran masyarakat, selain daripada olagraga sampan tradisional, juga upaya melestarikan budaya tepi sungai Kapuas. Insha Allah, kedepan akan kita tingkatkan lagi. Tentunya dengan kerja keras dan semangat untuk memajukan olahraga sampan bidar dan melestarikan budaya tepi sungai Kapuas,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Sekadau Hilir, IPTU Masdar mengatakan selain untuk melestarikan budaya, lomba sampan bidar, kata dia, juga untuk menjaring atlet-atlet berbakat, khususnya atlet sampan bidar berasal dari Kabupaten Sekadau.

“Seluruh tim harus menjunjung tinggi sportivitas. Terus bersemangat untuk meningkat kualitasnya untuk even selanjutnya,” kata Kapolsek, selaku pihak keamanan even.

Sementara itu, salah seorang peserta asal Kapuas Hulu, menyambut baik even ini.

Menurutnya, perlombaan ini, diyakininya sangat membangkitkan minat muda yang ada di tepi sungai Kapuas.

“Tentu juga untuk mengasah kemampuan kita sebagai atlet sampan bidar, dan juga untuk silaturahmi dengan peserta lainnya. Harapan kita, pemerintah terus mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini,” tandasnya dengan logat Kapuas Hulu. (Mus)

Tinggalkan Komentar