Bus Terbalik, Dua Penumpang Tewas, Satu Diantaranya Ternyata Bocah Berumur Dua Tahun

Bus Jurusan Putussibau - Badau Terbalik, Dua Penumpang Tewas (Foto: Uncak)
Bus Jurusan Putussibau - Badau Terbalik, Dua Penumpang Tewas (Foto: Uncak)

Bus Putra Kembar Jurusan Putussibau – Badau

KalbarOnline, Kapuas Hulu – Bus Putra Kembar, bernomor Polisi KB 7579 F, jurusan Putussibau – Badau, mengalami kecelakaan tunggal di jalan Lintas Utara, Desa Seriang, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar, Kamis (22/2) siang

Berikut identitas korban (penumpang):

Gustin Hardianto (2) Lak-laki warga Desa Benua Ujung Martinus (meninggal dunia), Anita Dewi Cahyo (21) perempuan warga Desa Benua Ujung Martinus, Nicolaus Ardi (26) laki-laki warga Desa Benua Ujung Martinus (tidak ada luka), Maria Haliwija Yanti (40) perempuan warga Desa Sayut.

Kemudian, Samsiah (43) perempuan warga Badau Hilir, Ida (38) perempuan warga Jelemuk (Manday), Umbul (45) perempuan warga Dusun Keluin Desa Mensiau (Batang lupar), Ali firdaus (40) laki-laki warga Dusun Tintin Kemantan (Pengkadan).

Selanjutnya Arsil (51) laki-laki warga Masuka Laut (Sintang) dan Alisius Sigak (60) laki-laki warga Sibau Hilir (meninggal dunia).

Adapun kronologis kejadian, bus tersebut berangkat dari Putussibau sekitar pukul 10.00 WIB dengan supir atas nama Rudi Chisara beserta kernetnya atas nama Eramsyah.

Sesampainya di Jalan Lintas Utara Desa Seriang dengan kecepatan lebih kurang 40 km/per jam.

“Saat itu kondisi jalan diperkirakan licin karena hujan lebat,” ujar Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Imam Riyadi, S.IK., MH, Kamis malam.

Demikian dilansir dari Uncak.com.

Dijelaskan Imam, bus tersebut mengalami blong (Gir Box Setir) sehingga mengakibatkan setir bus tidak bisa dikendalikan.

“Bus itu akhirnya keluar dari badan jalan sebelah kiri lalu menghantam timbunan tiang listrik, akibatnya posisi bus terbalik sebelah kiri,” jelas Imam.

Atas kejadian itu lanjut Imam, korban langsung dievakuasi oleh aparat Kepolisian Polsek Badau dan anggota BKO Polres Kapuas Hulu yang dipimpin oleh Ipda Kasmiren dibantu pula oleh masyarakat Desa Seriang.

“Evakuasi itu berlangsung kurang lebih 1 jam, dikarenakan beberapa korban penumpang ada yang terjepit di dalam kendaraan tersebut,” ungkap Imam.

Menurut Imam, usai dievakuasi, korban dibawa ke RS Bergerak Badau dengan menggunakan kendaraan masyarakat dan truck Polisi BKO polres Kapuas Hulu.

“Korban yang dirujuk ke RSUD Putussibau berjumlah lima orang. Kerugian materil diperkirakan Rp250 juta,” pungkasnya. (Haq)

Berita ini sudah diterbitkan di uncak.com (Kecelakaan Bus di Badau, Dua Korban Tewas, Satu Diantaranya Bocah Umur Dua Tahun/Noto)

Tinggalkan Komentar