by

Yuk, Ciptakan Lingkungan yang Aman untuk Si Kecil!

Menciptakan lingkungan yang aman untuk Si Kecil menjadi tantangan tersendiri bagi Mums dan Dads. Ada begitu banyak aspek yang harus diperhitungkan untuk membuat Si Kecil merasa nyaman.

Mulai dari memenuhi kebutuhan anak untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik di dalam kamar, memilih furnitur yang aman untuk anak, hingga menjaga kondisi rumah tetap bersih agar Si Kecil jauh dari kuman penyakit. Simak penjelasan lebih lengkap yuk Mums apa saja yang harus diperhatikan agar lingkungan rumah aman bagi bayi dan balita!

Baca juga: Ayo, Bersihkan Kamar Tidurmu

Hal yang Harus Diperhatikan demi Keamanan Si Kecil

1. Pilihlah tempat tidur yang nyaman dan sesuai

Pemilihan tempat tidur tidak dapat disepelekan. Pasalnya, di tempat inilah si Kecil menghabiskan sebagian besar waktunya. Inilah beberapa hal yang harus dipertimbangkan saat memilih tempat tidur untuk Si Kecil.

  1. Pastikan tempat tidur yang dipilih terbuat dari bahan yang stabil dan kuat untuk menampung berat badan bayi hingga mencapai usia tertentu. Saat berbelanja keperluan bayi, cobalah menggoyangkan tempat tidur agar Mums dan Dads bisa mengukur tingkat kekuatannya.
  2. Pilihlah tempat tidur yang hemat tempat. Jika kamar Si Kecil memiliki keterbatasan tempat, Mums dan Dads bisa memilih tempat tidur bayi yang bisa dipindahkan (portable). Zaman sekarang, ada begitu banyak pilihan desain tempat tidur bayi. Beberapa di antaranya memiliki desain yang bisa dilipat atau memiliki roda, sehingga mudah dipindahkan.
  3. Hindari memilih tempat tidur bayi dari bahan rotan atau yang berbentuk ayunan. Meskipun bayi suka tidur dalam buaian, sebaiknya Mums tidak membiarkan Si Kecil tertidur di sana. Bayi dapat terguling dari ayunan dan terjatuh.
  4. Cek kembali ukuran rangka tempat tidur bayi. Pastikan tidak ada celah di antara tempat tidur bayi dan dinding kamar. Si Kecil berisiko terjepit jika kakinya terperosok di antara celah tersebut.
  5. Pilihlah kasur yang tebal dan padat. Jika bantalan kasur terlalu lembut bisa menimbulkan situasi tidak terduga. Saat Si Kecil sudah mampu berguling dari posisi tidur telentang ke posisi tengkurap, bantalan kasur yang terlalu empuk bisa mengakibatkan kepala Si Kecil terbenam di dalam bantalan kasur. Kondisi ini dapat memicu terjadinya sindrom kematian mendadak pada bayi.


2. Jangan biasakan ia tertidur sambil menyusu

Sebenarnya, Ikatan Dokter Anak dan Ikatan Dokter Gigi Indonesia sudah melarang pemberian ASI perah atau susu formula dalam botol dot menjelang waktu tidur. Sisa ASI atau susu yang tidak dibersihkan akan menempel di lidah serta langit-langit rongga mulut bayi. Ini dapat mencetuskan pertumbuhan jamur, bakteri, dan kuman. Apalagi jika si Kecil dibiarkan tertidur dalam keadaan botol susu masih menempel di bibirnya. Kebiasaan ini berbahaya karena dapat meningkatkan risiko bayi tersedak.

3. Pilihlah pakaian yang nyaman untuknya

Pakaian bayi yang dijual di pasaran memang beraneka warna dan gaya. Namun, keamanannya harus dijadikan prioritas utama ya, Mums. Apa yang penting untuk Mums perhatikan dalam memilih pakaian bayi?

Bagian-bagian pada atribut pakaian, seperti kancing, jahitan yang tidak kuat, dan benang yang terurai, dapat membahayakan buah hati. Bayi dan anak-anak senang sekali memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya. Coba deh Mums bayangkan apa kemungkinan yang terjadi jika ada jahitan kancing yang longgar di baju si Kecil? Ia bisa meraih kancing dan memasukkannya ke mulut, yang mengakibatkan ia tersedak.

Baca juga: 4 Masalah Kesehatan yang Mengintai Rumah Anda

4. Beli mainan sesuai usia dan tumbuh kembangnya

Banyak orang tua lupa bahwa setiap mainan anak-anak tidak hanya melihat faktor rentang usia, melainkan juga kemampuan sensorik dan keterampilan motorik dari buah hati. Inilah sebabnya Mums harus selalu memperhatikan semua spesifikasi mainan yang dibeli untuk si Kecil.

Sebagai contoh, jangan sampai tekstur mainan yang bisa digigit (teether) terlalu mungil, yang dapat berisiko membuat Si Kecil tersedak. Tunjukkan kepada si Kecil bagaimana memainkan mainan barunya. Jika sekiranya si kecil belum mampu memahaminya, lebih baik mainan tersebut disimpan dulu ya, Mums.

5. Atur tata letak ruang yang kondusif dan sesuai dengan perilakunya

Amatilah kecenderungan tingkah si Kecil, lalu sesuaikan dengan konsep penataan ruang di rumah. Bila menurut Mums si Kecil anak yang enerjik, maka singkirkan furnitur yang berbahaya dan membatasi ruang geraknya. Dengan cara ini, Mums bisa meminimalisasi risiko kecelakan yang mungkin terjadi.

6. Perhatikan suhu air yang digunakan untuk memandikannya

Anak kecil memiliki kulit yang sangat sensitif. Cara kulitnya merespons suhu air berbeda dengan kulit orang dewasa. Inilah sebabnya ia bisa menangis karena merasa suhu air mandinya terlalu panas, padahal Mums berpikir suhu tersebut sudah tepat. Jadi, hati-hati jangan sampai air yang digunakan untuk memandikan si Kecil terlalu panas, ya. Pasalnya, ada banyak sekali kecelakaan pada anak yang terjadi akibat air panas.

7. Jauhkan ia dari jendela

Riset menunjukkan, setiap tahun terjadi peningkatan kecelakaan anak kecil yang terjatuh dari jendela. Untuk mencegah terjadinya kemungkinan tersebut, pastikan untuk memasang teralis di setiap jendela rumah, ya.

Investasi ini bisa menyelamatkan si Kecil dari berbagai kejadian tidak terduga, terutama jika ia sudah lincah berdiri, merambat, dan memanjat. Pada usia ini, situasi apapun bisa saja terjadi.

Menciptakan lingkungan yang baik dan aman untuk anak merupakan hal yang harus diprioritaskan oleh orang tua. Semakin Mums mementingkan hal ini, semakin terjaga keselamatan si Kecil. (TA/AS)

Baca juga: Lingkungan Kerja Ternyata Pengaruhi Kesehatan

Jenis Tempramen pada Anak - GueSehat.com

Comment

News Feed