Usung Tagline Kalbar Baru, Bang Midji Ingin Buat Masyarakat Bangga Dengan Kalbar

Calon Gubernur Kalbar Nomor Urut 3, Bang Midji, Saat Menyampaikan Sambutannya Pada Acara Silaturahmi Sekaligus Konsolidasi Relawan MIDJINORSAN (Foto: Fat)
Calon Gubernur Kalbar Nomor Urut 3, Bang Midji, Saat Menyampaikan Sambutannya Pada Acara Silaturahmi Sekaligus Konsolidasi Relawan MIDJINORSAN (Foto: Fat)

Bang Midji: Selama ini bagaimana mau bangga, IPM kita saja diurutan ke-29 dari 34 provinsi

KalbarOnline, Pontianak – Calon Gubernur Kalbar, nomor urut 3 (tiga) Bang Midji, menghadiri kegiatan silaturahmi dengan Relawan Midji Norsan, Sabtu (17/2) malam di Canopy Center Jl Purnama Pontianak.

Kegiatan silaturahmi yang bertajuk ‘Konsolidasi Relawan Midji Norsan’ dihadiri ratusan relawan, perwakilan dari berbagai Kabupaten/kota se – Kalbar.

Tujuan digelarnya kegiatan ini, selain ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi antar relawan dari berbagai Kabupaten/Kota yang sudah terbentuk sejak lama.

Bang Midji, dalam sambutannya menjelaskan tagline Kalbar Baru yang diusung oleh dirinya bersama pasangannya Ria Norsan.

“Kalbar Baru itu yang seperti gimana sih. Kalbar ini, harus kita bangun bersama supaya kita bangga menjadi orang Kalbar. Tapi sekarang apa yang mau kita banggakan kalau IPM kita diurutan ke-29 dari 34 provinsi. Nilai IPM kita secara nasional sudah 70, kita baru di 65,88. Ketika bicara IPM, maka investor akan berpikir, disitu ada masalah SDM, masalah kesehatan dan masalah infrastruktur,” paparnya.

Kenapa bisa terjadi seperti itu, Bang Midji menegaskan bahwa hal tersebut terjadi bukan karena anggaran yang terbatas melainkan ada yang salah dalam pengelolaan tata kelola pemerintahan.

“Pontianak itu anggarannya juga sedikit. Ini bukan soal anggaran, tetapi bagaimana kita mengelola anggaran yang sedikit itu dengan maksimal, berinovasi dan berkreasi,” paparnya.

“Saya pastikan, kalau orang mau mencari celah saye, yang mengatakan saya melakukan mark-up atau sebagainya, silahkan cari, leteh jak nyarinye. KPPOD itu menetapkan Pontianak sebagai daerah dengan tata kelola ekonomi daerah terbaik se-Indonesia. Transparency International Indonesia (TII) dalam surveynya juga menempatkan kita sebagai daerah paling bersih nomor dua dibawah Jakarta Utara dari tindak pidana korupsi di antara 10 kota besar lainnya,” tukasnya. (Fat)

Tinggalkan Komentar