Pontianak Food Festival 2018 Ajang Promosi Wisata Kuliner

Pjs Walikota Pontianak, Mahmudah, Saat Mencicipi Kuliner, Usai Membuka Pontianak Food Festival 2018 (Foto: Jim)
Pjs Walikota Pontianak, Mahmudah, Saat Mencicipi Kuliner, Usai Membuka Pontianak Food Festival 2018 (Foto: Jim)

KalbarOnline, Pontianak – Pontianak Food Festival (PFF) 2018 kembali digelar pada tanggal 19-25 Februari 2018 yang dipusatkan di halaman parkir A. Yani Mega Mall Pontianak, Kalimantan Barat. Ini merupakan kali kedua digelarnya Pontianak Food Festival yang dibuka secara resmi oleh Pjs Walikota Pontianak, Mahmudah, Senin (19/2).

PFF 2018 merupakan agenda promosi wisata terutama wisata kuliner bagi masyarakat yang menggemari berbagai jenis masakan baik lokal maupun nasional.

“Kota Pontianak banyak sekali makanan khas yang menjadi ikon wisata kuliner daerah, bahkan banyak wisatawan baik lokal maupun international berkenan datang ke Kota Pontianak hanya untuk menikmati beragam kuliner makanan dan minuman khas Pontianak,” ucap Mahmudah selaku Pjs Walikota Pontianak dalam sambutannya.

Beraneka sajian kuliner menggugah selera tersaji di sini, mulai kuliner tradisonal hingga yang telah dimodifikasi. Pada PFF 2018, pengunjung dapat menikmati berbagai menu makanan khas Pontianak dan beragam kuliner khas daerah Indonesia di 120 stand food Festival 2018.

Pjs Walikota menilai, kegiatan ini merupakan langkah yang baik dari semua pihak yang terlibat dan peduli dengan wisata Kota Pontianak, Sinergi yang baik adanya keterlibatan dari berbagai elemen, baik pemerintah, PHRI, BPKP Kota Pontianak, Pengusaha Kuliner dan Perhotelan serta pihak sponsor sehingga pelaksanaan PFF 2018 akan menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Pontianak.

“Pada puncak acara nanti akan ada pemecahan rekor MURI masak ikan asam pedas terbanyak, ini merupakan langkah yang baik untuk memperkenalkan kuliner khas Kota Pontianak, Pemerintah tentunya memberikan keluasan serta mendukung penuh masyarakat berkreasi dalam berbagai macam kuliner khas Pontianak,” ungkap Mahmudah.

Lanjut Dia, melestarikan resep-resep masakan untuk diangkat kembali sehingga dikenal masyarakat luas merupakan nilai positif apalagi melibatkan generasi muda yang masih memiliki semangat, Ide dan Inovatif serta tidak lupa dengan budaya masa lalu. (Jim Hms)

Tinggalkan Komentar