Ramah Tamah Bersama Pemkab Ketapang, Penjabat Gubernur Kalbar Sampaikan Ini

Malam Ramah Tamah, Pj Gubernur Kalbar Bersama Pemerintah Kabupaten Ketapang (Foto: Adi LC)
Malam Ramah Tamah, Pj Gubernur Kalbar Bersama Pemerintah Kabupaten Ketapang (Foto: Adi LC)

Masuki tahun politik, Pj Gubernur Kalbar tekankan ASN untuk tidak terlibat politik praktis

KalbarOnline, Ketapang – Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Drs Dodi Riyadmaji MM dan rombongan menghadiri malam ramah tamah bersama Bupati Ketapang, Martin Rantan, SH, Forkopimda, SKPD tokoh masyarakat tokoh agama se – Kabupaten Ketapang.

Kegiatan tersebut dalam rangkan kunjungan kerja Pj Gubernur Kalimantan Barat, Dodi Riyadmaji beserta rombongan di Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang, malam ramah tamah tersebut berlangsung di pendopo Bupati Ketapang, Rabu malam (31/1).

Bupati Martin dalam sambutannya mengatakan Kabupaten Ketapang dengan luas 31.800 Km2, terdiri dari 20 Kecamatan, 9 Keluruhan dan 253 desa, yang paling panjang adalah jalan Kabupaten 3117 KM.

Luanya wilayah dan panjangnya jalan yang ada, disampaikan Bupati hanya dengan dukungan dana APBD sebesar Rp1.9 triliun sedangkan untuk belanja pembangunan hanya Rp600 milyar saja.

Dengan kemampuan pembiayaan tersebut diakui Bupati masih banyak jalan jalan Kabupaten yang rusak, namun demikian Bupati mengatakan Kabupaten Ketapang banyak investor yang masuk.

“Banyaknya investor yang masuk, dapat membantu Pemerintah daerah, untuk menangani ruas jalan yang tidak tersentuh APBD Kabupaten, ABPD Provinsi maupun APBN pusat,” jelas Bupati.

Selanjutnya bantuan investor disalurkan melalui program CSR, sehingga ada beberapa ruas jalan saat ini yang di tangan pihak investor dengan program CSRnya.

Sehingga saat ini disampaikan Bupati bahwa akses menuju kecamatan-kecamatan dan desa-desa sudah bisa dijangkau terkecuali di Kecamatan Hulu Sungai yang terdiri dari 12 desa diantaranya ada 8 desa yang belum bisa di jangkau melalui jalan darat.

Dipaparkan Bupati juga bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ketapang cukup signifikan yakni menduduki rangking ke 28 nasional dengan pertumbuhan ekonomi 7.97 persen. hal ini menurut Bupati karena dipicu beberapa investor luar yang masuk menjadi proyek strategis nasional maupun daerah.

Yang pertama berdirinya pabrik smelter pengolahan bahan baku, bauxit menjadi alumina, PT WHW dengan demikian banyaknya warga yang bekerja diindustri tersebut artinya dikatakan Bupati disektor pertambangan bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi di kabupaten Ketapang.

Yang kedua ada PT Ketapang Ecology yang mengolah singkong menjadi produk turunan alkohol, lem dan sebagainya juga akan mengolah bahan kayu menjadi produk pertukangan bahkan ada bentuk chief penggangti batu bara untuk listrik tenaga uap

“Rencananya kunjungan Bapak Presiden bulan Mei atau Juni yang meninjau proyek padat karya yang dilakukan didesa-desa dengan dana desa juga Bapak Presiden berkenan juga meresmikan industri ini,” harap Bupati.

Selanjutnya, proyek strategis yang ketiga pembangunan kawasan industri di Pagar Mentimun, seluas 6 ribu hektar yang mana nanti akan ada 40 investor untuk menanamkan modalnya dikawasan industri tersebut dan diperkirakan dan diperkirakan ada pertambahan penduduk kurang lebih 200 ribu jiwa.

Selanjutnya, proyek strategis adalah relokasi Bandara Rahadi Oesman ke perbatasan desa Pelang dengan desa Sei Melayu Rayak disebuah lahan yang berstatus hutan produksi yang sekarang ini menurut Bupati, Kepala Badan Litbang Kabupaten Ketapang sedang mengurus tukar menukar kawasan di Kementrian Lingkungan hidup dan Kehutanan.

Alasan relokasi bandara disampaikan Bupati karena saat ini runway yang ada sangat pendek, hanya bisa didarati peswat ATR dan pesawat jet berbadan pendek.

Sementara itu disampaikan Bupati juga laporan dari PT WHW saja komulatif ada 6 ribu kali penerbangan orang, apa lagi beberapa investor sudah mulai membangun pabrik artinya jumlah orang pulang pergi keluar negeri cukup banyak.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Gubernur Kalbar Cornelis, dan apa bila urusan izin selesai di tahun 2018, maka 2019 akan di bangun dan kembali kami mohon dukungan dari Bapak Pj Gubernur Dodi,” ucap Bupati.

Sementara itu, Pj Gubernur Dodi Riyadmaji mengatakan Pemilihan Gubernur, Pemilihan Bupati dan Pemilihan Wali Kota di Kalimantan Barat akan dilaksanakan serentak pada tanggal 27 Juni 2018 yang akan datang.

Menurutnya, Polisi telah memetakan bagaimana panasnya Kalimantan Barat, demikian juga Kementerian Dalam Negeri melakukan analisis yang sama karena melihat kandidat yang bersaing saat ini.

“Sehubungan dengan hal tersebut saya mencoba datang mengunjungi wilayah paling timur Kalimantan Barat, Kabupaten Kapuas Hulu hari ini agenda berada di Kayong Utara dan Ketapang,” kata Dodi.

Menurut dia, kedatangannya di Kabupaten Ketapang ini untuk berkenalan langsung dengan warga Ketapang untuk meminta dukungan persatuan dan kesatuan bangsa yang harus diutamakan walaupun yang terkait persoalan politik di pemilihan Gubernur yang akan datang.

“Persatuan dan kesatuan itu menjadi hal yang sangat penting apa bil akita ingin menegakan negara kesatuan ini tetap berjaya di masa yang akan datang,” ucapnya.

Beberapa bulan kedepan warga Kalimantan Barat akan memilih Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2018 2023 dalam Pilkada yang dilakukan secara serentak dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala daerah.

“Yang perlu kita cermati sebagai even yang mendorong proses demokrasi di Indonesia sebagai bagian dari pendidikan politik bangsa,” jelasnya.

Bila dicermati, lanjutnya, tidaklah jauh berbeda visi dan misi bakal calon kepala daerah yang pastinya bermuara pada salah satu hal yaitu meningkatkan kesejahteran rakyat Kalimantan Barat.

Untuk itu, ia meminta masyarakat untuk meredam berita berita miring kampanye di media sosial dan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengharapkan kepada semua pihak dimintakan untuk dapat menjaga situasi kondusif yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

“Bersikap bijak tetapi kritis untuk memfilter segala berita berkenaan dengan penyelanggaraan pemilihan kepala daerah tahun 2018,” ajaknya.

Yang kedua, lanjutnya, semua pihak berkewajiban untuk memeilihara keutuhan Negara kesatuan republik Indonesia ini agar persatuan dan kesatuan bangsa membangun Kalimantan Barat pada umumnya dan Kabupaten Ketapang pada khususnya menjadi lebih baik maju berdaya saing dan lebih sejahtera.

“Yang ke tiga di minta pada seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang ada di Kabupaten Ketapang agar tetap netral tidak memihak atau mendukung salah satu pasangan calon dalam pemilihan Kepala daerah, selain itu Pemkab juga diharapkan terlibat aktif dalam menyelesaikan P3D,” tegasnya.

Dodi juga mengimbau, agar dapat mewujudkan tujuan mulia otonomi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan meningkatkan daya saing daerah dengan mendayagunakan faktor pendukung termasuk menggunakan teknologi informasi. (Adi LC)

Tinggalkan Komentar