Sosialisasi Pembangunan Jalan Strategis Nasional, Warga Diminta Dukung Pembebasan Bahu Jalan

Suasana Sosialisasi Pembangunan Jalan Strategis Nasional Yang Digelar Dinas PUTR Ketapang (Foto: Adi LC/Hms)
Suasana Sosialisasi Pembangunan Jalan Strategis Nasional Yang Digelar Dinas PUTR Ketapang (Foto: Adi LC/Hms)

KalbarOnline, Ketapang – Pemerintah Kabupaten Ketapang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), melakukan sosialisasi pembangunan Jalan Strategis Nasional yang sedang berlangsung di Kecamatan Tayap, Siduk, dan tahun ini memasuki Kota Ketapang.

Sosialisasi yang menghadirkan Kepala BBPJN XI Banjarmasin (Kalbar – Kalteng- Kalsel) dan jajarannya, Bupati yang diwakili Asisten II Setda, Farhan SE, Polres, Kodim 1203, para kepala Desa dan Lurah tokoh masyarakat di Kecamatan Muara Pawan dan Kecamatan Delta Pawan berlangsung di ruang rapat Pendopo Bupati Ketapang, Kamis (25/1).

Kepala Dinas PUTR, Donatus mengharapkan semua stackholders dan masyarakat mendukung proses pembangunan jalan strategis nasional ini. Karena menurutnya jalan jalan nasional ini merupakan jalur yang sangat strategis menghubungkan jalur provinsi ke Kabupaten Ketapang Kota dan Kabupaten Kayong Utara.

Dukungan dari masyarakat dimaksudkan Donatus, seperti dalam pekerjaan pelebaran jalan nasional karena area badan jalan tersebut ada tanam tumbuhan serta bangunan seperti kios dan sebagainya yang terkena pembangunan ini. Dia meminta masyarakat untuk merelakan dibongkar karena pelebaran jalan nasional.

“Titik nolnya kita minta dari persimpangan Agoesdjam, kemudian lanjut ke persimpangan Polres terus ke jembatan Pawan II,” ujar Donatus.

Sedangkan titik rawan poros Jalan Nasional disampaikan Donatus, berada di Jalan Brigjend Katamso, yakni jembatan dekat persimpangan PLTD Sukaharja, dimana kondisi jembatan tersebut sudah rawan dan harus dibangun kembali, sedangkan disekitar jembatan tersebut padat pemukiman penduduk.

Untuk itu, dirinya meminta kepada Camat Delta Pawan dan Lurah Sukaharja serta masyarakat sekitar agar mendukung pembebasan badan jalan di kitar jembatan tersebut.

“Selepas ini, kita action dengan turun bersama kita ukur dan tolong dibebaskan karena kalau tidak kita tidak bisa membangun jembatan tersebut,” pintanya.

Sementara itu, Asisten II Setda, Farhan SE mengatakan pengerjaan jalan nasional yakni ruas jalan Ketapang Siduk Sei Kelik Nanga Tayap yang tahun lalu sudah dikerjaan dan akan dilanjukan pengerjaan tahun ini memasuki kota Ketapang.

“Hal ini harus kita ucapkan terima kasih dan berbangga karena merujuk kepada tahun lalu kita masih tertinggal dan hari ini kita menuju kepada kemajuan yang lebih pesat yaitu salah satu pendukung sarana trasnportasi jalan,” kata Farhan.

Menurutnya, dengan perjuangan Pemerintah Kabupaten dan kepedulian Pemerintah pusat pada tahun 2018 ini jalan nasional di Ketapang telah mendapat alokasi anggaran pembangunan lagi.

Ia berharap dengan sosialisasi ini para tokoh masyarakat, Lurah Camat yang hadir dapat memberikan dukungan dan kata sepakat dalam pembebasan bahu jalan disekitar jembatan tersebut, mengingat situasi terberat berada di Jembatan sebelum persimpangan PLTD karena disekitar badan jalan sudah ada bangunan penduduk yang sangat dekat dengan jalan. (Adi LC/Hms)

Tinggalkan Komentar