Serahkan 75 Unit Rumah Transmigrasi Lokal di Sebetung Paluk, Bupati: Ini Bukti Negara Hadir di Masyarakat

Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Berdialog Dengan Masyarakat, Pada Penyerahan 75 Unit Rumah Transmigrasi Lokal di Sebetung Paluk (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Berdialog Dengan Masyarakat, Pada Penyerahan 75 Unit Rumah Transmigrasi Lokal di Sebetung Paluk (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno secara simbolis menyerahkan rumah transmigrasi setempat (lokal) dalam acara serah terima penempatan (STP) calon warga transmigrasi setempat (lokal) di UPT Sebetung Paluk Desa Sebetung Paluk, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Senin (18/12).

Turut hadir, Staf Ahli Menteri Bidang Pemberdayaan Ekonomi Lokal dan Perbatasan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi RI, Ratna Dewi Andriati, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sintang, Florensius Kaha, Pj Camat Ketungau Hulu, Dandim 1205 Sintang, unsur forkopimcam, unsur OPD Kabupaten Sintang, masyarakat penerima rumah transmigrasi dan unsur terkait lainnya Senin (18/12/17).

Bupati mengatakan dengan diserahkannya rumah transmigrasi bagi masyarakat setempat (lokal) ini merupakan bukti bahwa negara hadir di tengah masyarakat sesuai dengan apa yang diinginkan Presiden RI Joko Widodo yakni membangun dari pinggiran.

“Hikmah pertama adalah terasa betul negara hadir di tengah-tengah masyarakat, yang kedua landscape yang ada disini yakni 125 perumahan bagi penduduk transmigrasi setempat atau lokal, kemudian ada rumah ibadah, ada embung, persis seperti arahan Presiden tentang 4 program yang harus di kerjakan di desa,” tutur Bupati.

Kemudian, lanjut Bupati, adanya pembangunan rumah transmgirasi lokal tipe 36 ini dilengkapi dengan lahan pekarangan seluas 1000 meter persegi, lahan pertanian perkebunan 2 (dua) hektar itu patut disyukuri masyarakat Desa Sebetung Paluk yang menerimanya.

“Dengan 125 rumah, sehingga total lahan untuk pertanian dan perkebunan yakni 250 hektar,” jelasnya.

Untuk itu, Bupati meminta, kepada masyarakat yang menerima rumah beserta lahan tersebut harus memanfaatkan benar-benar untuk kegiatan pertanian dan perkebunan, sehingga hal tersebut bisa meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.

“Silahkan dipilih produk yang mau ditanam, misal maunya sahang, karet, sawit. Silahkan Camat, Kades, BPD rembuk untuk menentukan kira-kira apa yang menjadi potensi besar jadi produk unggulan desa,” imbuhnya.

Bupati berharap, masyarakat yang menerima rumah transmigrasi tersebut menjaga fasilitas yang telah disiapkan negara, karena menurutnya hal itu menjadi kebanggaan bagi masyarakat perbatasan dengan adanya perumahan di wilayah perbatasan bagi masyarakat setempat.

“Meskipun belum sempurna betul, karena dapurnya belum ada, lalu keramik kamar pun belum ada juga, namun dengan dilengkapi lahan pekarangan dan lahan untuk pertanian perkebunan nanti bisa dimanfaatkan, hasilnya bisa untuk menyempurnakan rumah yang sudah ada, misal mau beli TV, buat dapur, atau lainnya,” papar Bupati. (Sg)

Tinggalkan Komentar